Satgas COVID-19 Paparkan Kondisi Terkini 9 Provinsi yang Disorot Jokowi

Kamis, 17 September 2020 - 19:39 WIB
loading...
Satgas COVID-19 Paparkan...
Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan pertimbangan pemilihan sembilan provinsi prioritas ini karena jumlah kasus Corona sangat tinggi. Foto/BNPB
A A A
JAKARTA - Sebanyak sembilan provinsi yang tinggi angka penularan COVID-19 harus mendapatkan penanganan prioritas sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) . Hal itu ditujukan untuk menekan angka kematian .

Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan pertimbangan pemilihan sembilan provinsi prioritas ini karena jumlah kasus Corona sangat tinggi. "Pertimbangan pemilihan provinsi prioritas ini adalah karena jumlah kasus aktifnya, laju insidensi atau kecepatan penambahan kasus, persentase kematian, laju kematian, dan karakteristik wilayahnya," ujar Wiku saat jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (17/9/2020). (Baca juga: Siapkan Hotel untuk Isolasi Pasien OTG Covid-19, Kemenparekraf Fokus ke 5 Daerah)

Adapun sembilan provinsi yang menjadi perhatian khusus Jokowi itu yakni DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Sumut, Kalsel, Sulsel, Papua, dan Bali. "Seperti arahan Presiden tentang penanganan khusus pada provinsi prioritas," imbuh dia.

Wiku memaparkan di Sumatera Utara cenderung terjadi peningkatan status risiko di sejumlah kabupaten/kotanya. Sebanyak 27 dari 33 daerah berzona oranye dan hanya satu yang terdampak yakni Nias.

Sedangkan DKI Jakarta disebut peringkat kedua nasional kenaikan kasus tertinggi dan merupakan peringkat pertama jumlah kasus tertinggi. Tak ada kota yang berzona kuning atau hijau di Ibu Kota.

Sementara Jawa Barat, sejumlah kabupaten/kota di daerah penyangga DKI Jakarta seperti Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Kota Depok adalah penyumbang kasus tertinggi di Jawa Barat yakni sebesar 70%.

"Lima daerah ini adalah daerah penyangga DKI yang berasal dari Jabar," kata Wiku.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Riwayat Kepangkatan...
Riwayat Kepangkatan Tito Karnavian, Mantan Kapolri yang Jadi Mendagri di Era Jokowi dan Prabowo
Respons Mahfud MD soal...
Respons Mahfud MD soal Isu Ijazah Palsu Jokowi, Jadi Presidennya Tetap Sah
Jokowi Bersedia Jadi...
Jokowi Bersedia Jadi Dewan Pembina Rampai Nusantara
Prabowo Bangga Indonesia...
Prabowo Bangga Indonesia Pernah Dipimpin SBY dan Jokowi
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Efisiensi Anggaran Era Prabowo Akibat Buruknya Pemerintahan Jokowi
Tuding OCCRP Proksi...
Tuding OCCRP Proksi untuk Sudutkan Jokowi, Joman: Kita Pantas Curiga!
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Rekomendasi
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Berita Terkini
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Kawal Dana RT Rp25 Juta,...
Kawal Dana RT Rp25 Juta, Wali Kota Agustina Pastikan Pengurus Lingkungan Didampingi Total
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved