Iran-AS Memanas, Kemlu: Kondisi WNI Terus Dipantau, Status Siaga 1 Masih Berlaku

Senin, 23 Februari 2026 - 17:43 WIB
loading...
Iran-AS Memanas, Kemlu:...
Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah memastikan saat ini situasi di Teheran dan kota-kota besar lainnya di Iran masih terpantau normal dan kondusif. Foto/Danandaya Aria Putra
A A A
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus memantau perkembangan situasi keamanan di Iran menyusul meningkatnya eskalasi dan ancaman perang, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertimbangkan opsi serangan terbatas terhadap negara tersebut.

Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah pun memastikan hingga saat ini situasi di Teheran dan kota-kota besar lainnya di Iran masih terpantau normal dan kondusif.

Baca juga: Iran di Ambang Perang dengan AS, DPR Minta Kemlu Siaga

"Terkait hal ini dapat kami sampaikan bahwa Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tehran terus memantau secara seksama perkembangan situasi keamanan di Iran. Hingga saat ini, situasi di Tehran dan kota-kota lainnya terpantau berjalan normal serta kondusif," ujar Heni dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta, Senin (23/2/2026).



Terkait keberadaan WNI di Iran, Heni memastikan bahwa KBRI Tehran senantiasa memantau dan menjalin komunikasi aktif dengan para WNI. "Hingga saat ini, tidak terdapat laporan WNI yang menghadapi ancaman langsung maupun situasi yang membahayakan keselamatan," tegasnya.

Heni memastikan bahwa Kemlu RI telah menetapkan status Siaga 1 untuk Iran sejak Juni 2025, dan masih berlaku. Dalam beberapa kesempatan, KBRI Tehran telah mengimbau WNI agar mempertimbangkan untuk meninggalkan wilayah Iran secara mandiri apabila kondisi keamanan di tempat tinggal masing-masing dinilai tidak kondusif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Prabowo: Perang di Mana-mana,...
Prabowo: Perang di Mana-mana, Kita Tidak Terlibat tapi Waspada
Kemlu Ungkap Kondisi...
Kemlu Ungkap Kondisi 9 WNI Rombongan Global Sumud Flotilla
9 WNI yang Diculik dan...
9 WNI yang Diculik dan Ditahan Israel Akhirnya Dibebaskan
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Rekomendasi
5 Artis Indonesia yang...
5 Artis Indonesia yang Bermasalah Soal Hak Asuh Anak usai Bercerai
Politeknik STIA LAN...
Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar ICoGPASS, Konferensi Internasional untuk Entaskan Kemiskinan
Fundamental Solid, Perbanas...
Fundamental Solid, Perbanas Tegaskan Kesiapan Perbankan Dukung Ekonomi RI
Berita Terkini
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved