Cegah Kecelakaan, Psikotes SIM Penting untuk Siapkan Mental Pengemudi di Jalan Raya

Jum'at, 20 Februari 2026 - 14:53 WIB
loading...
Cegah Kecelakaan, Psikotes...
Tes praktik dan psikotes dalam proses pembuatan SIM merupakan bagian sistem perizinan berkendara di Indonesia. Hal itu penting guna memastikan kesiapan mental calon pengemudi. Foto/Dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Psikotes dalam proses pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan bagian dari sistem perizinan berkendara di Indonesia. Hal itu penting guna memastikan kesiapan mental calon pengemudi sebelum berada di jalan raya.

Psikolog Eka Indah Nurmawati menjelaskan mengemudi bukan hanya keterampilan teknis mengendalikan kendaraan.

Baca juga: Per Januari 2025, SIM Sistem Poin Pelanggaran Lalu Lintas Diberlakukan

“Berkendara adalah aktivitas yang kompleks. Seseorang harus mampu berpikir cepat, menjaga konsentrasi, mengendalikan emosi, serta berinteraksi secara sehat dengan pengguna jalan lain. Semua itu adalah aspek psikologis,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).



Data Korps Lalu Lintas Polri dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa lebih dari 80% kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh faktor manusia, seperti pelanggaran, pelanggaran aturan, atau perilaku tidak hati-hati.

Laporan Kementerian Perhubungan juga menunjukkan kecelakaan lalu lintas masih merenggut korban jiwa setiap tahun, dengan sebagian besar korban berada pada usia produktif.

Baca juga: Korlantas Terbitkan SIM C1 untuk Pengendara Motor 250-500 cc

"Fakta ini menegaskan bahwa persoalan keselamatan tidak hanya berkaitan dengan kendaraan atau infrastruktur, tetapi juga kualitas perilaku pengemudi," ucapnya.

Cegah Kecelakaan, Psikotes SIM Penting untuk Siapkan Mental Pengemudi di Jalan Raya


Dalam perspektif psikologi transportasi, perilaku risiko di jalan sering kali dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti impulsivitas, agresivitas, rendahnya kontrol emosi, serta kurangnya konsentrasi.

Secara umum, kata Eka, SIM psikotes dirancang untuk mengukur tiga dimensi utama yang berhubungan langsung dengan keselamatan berkendara. Pertama, Aspek Kognitif.

Hal ini berkaitan dengan kemampuan berpikir dan memproses informasi. Pengemudi perlu memiliki konsentrasi yang baik, mampu memahami situasi lalu lintas, serta mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

"Dalam kondisi jalan yang padat dan dinamis, keterlambatan berpikir beberapa detik saja dapat berakibat fatal," ucapnya.

Kedua, aspek psikomotor. Aspek ini menilai koordinasi antara penglihatan dan gerakan tubuh, serta kecepatan reaksi terhadap stimulus. Respons yang cepat dan akurat sangat dibutuhkan saat menghadapi kondisi darurat, seperti pengereman mendadak atau menghindari kendaraan lain.

Ketiga, aspek kepribadian. Aspek ini menilai stabilitas emosi, kontrol diri, kedisiplinan, serta sikap prososial.
Sikap prososial dalam berkendara berarti menghargai pengguna jalan lain, tidak egois, mampu menahan emosi, serta bersedia berbagi ruang di jalan raya.

“Jalan raya adalah ruang sosial. Jika seseorang mudah marah, impulsif, atau tidak peduli pada orang lain, risiko kecelakaan akan meningkat,” jelas Eka.

Penelitian dalam psikologi sosial menunjukkan individu dengan sikap prososial yang baik cenderung lebih patuh terhadap aturan dan lebih jarang melakukan pelanggaran lalu lintas.

"Psikotes SIM pada dasarnya merupakan bentuk skrining preventif. Tujuannya untuk memastikan setiap pemegang SIM memiliki standar kesiapan mental minimal," katanya.

Pendekatan preventif ini penting karena keselamatan tidak bisa hanya bergantung pada penindakan setelah kecelakaan terjadi. Upaya pencegahan sejak awal jauh lebih efektif dan berdampak jangka panjang.

Dengan jumlah kendaraan bermotor yang terus meningkat setiap tahun di Indonesia, serta populasi pengemudi yang sangat besar, peningkatan aspek kesiapan mental menjadi semakin relevan.

Eka menambahkan, pelaksanaan psikotes melibatkan tenaga profesional di bidang psikologi karena asesmen ini memerlukan instrumen yang terstandar, sistem penilaian tujuan, serta kompetensi khusus.

"Standardisasi dan profesionalitas penting untuk menjaga kualitas hasil tes serta memastikan proses berjalan secara akuntabel," ujarnya.

Dalam tata kelola layanan publik, kolaborasi dengan tenaga profesional merupakan praktik yang umum dilakukan, selama tetap berada dalam koridor regulasi dan pengawasan yang jelas.

"Keselamatan lalu lintas tidak hanya bergantung pada aturan dan infrastruktur, tetapi juga pada kualitas individu di balik kemudi," paparnya.

Jika setiap pengemudi memiliki konsentrasi yang baik, respons yang cepat, serta emosi yang stabil dan empatik, maka risiko kecelakaan dapat ditekan secara signifikan. “Kalau kita ingin angka kecelakaan menurun, faktor manusia harus menjadi perhatian utama. Psikotes adalah salah satu langkah untuk memastikan kesiapan itu,” tegas Eka.

Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Psikotes SIM dapat dipandang sebagai bagian dari edukasi dan komitmen kolektif untuk membangun budaya berkendara yang lebih tertib, saling menghargai, dan peduli pada keselamatan. "Karena yang kita jaga di jalan bukan hanya kendaraan, tapi juga nyawa," katanya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korlantas Permudah Urus...
Korlantas Permudah Urus SIM, STNK, BPKB Korban Bencana Sumatera, Pengamat Beri Apresiasi
10 Program Quick Wins...
10 Program Quick Wins Korlantas, Ditregident Perkuat Inovasi Layanan SIGNAL
Mulai 1 Desember 2025,...
Mulai 1 Desember 2025, 153 Satpas Resmi Layani SINAR di 35 Polda
APSI Desak Penerbitan...
APSI Desak Penerbitan SKB Menteri Terkait Hak dan Kewajiban Pengemudi
ORASKI Perjuangkan Kesejahteraan...
ORASKI Perjuangkan Kesejahteraan Pengemudi Online, Tolak Intervensi Berlebihan
Marak Kasus Asusila...
Marak Kasus Asusila Dokter, Wamenkes Minta Penerapan Tes Psikologi MMPI
Ketua DPRD Kepri Naik...
Ketua DPRD Kepri Naik Moge Tanpa Helm dan SIM, Majelis Kehormatan Gerindra Beri Teguran Tertulis
Harlah ke-4, RBPI Komitmen...
Harlah ke-4, RBPI Komitmen Wujudkan Indonesia Emas 2045
Hasil Kelulusan Tes...
Hasil Kelulusan Tes Psikologi Sekolah Kedinasan IPDN 2025 Resmi Diumumkan
Rekomendasi
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Berita Terkini
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Infografis
6 Harimau Malaya Mati...
6 Harimau Malaya Mati dalam Kecelakaan di Jalan Raya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved