DPR Minta Pemerintah Transparan soal Pemangkasan RKAB Batu Bara
Kamis, 19 Februari 2026 - 14:11 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya diberitakan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku tengah melakukan pembenahan menyeluruh terhadap proses persetujuan RKAB untuk sektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba) di 2026. Tujuannya menyeimbangkan antara pasokan dan kebutuhan pasar agar menjaga kestabilan harga komoditas.
"Kenapa RKAB kita potong karena kita menyesuaikan antara supply dengan demand. Penyelarasan antara suplai dan permintaan ini juga dinilai penting, tidak hanya menjaga stabilitas harga komoditas batu bara, tetapi juga menjamin ketersediaan cadangan energi," ujar Bahlil dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).
Langkah penyesuaian RKAB 2026 untuk mencegah kelebihan pasokan (oversupply) akibat eksploitasi dan produksi yang berlebihan. Jika komoditas belum laku pada harga yang wajar, produksi masif sebaiknya ditunda demi ketersediaan sumber daya untuk generasi mendatang.
"Kalau memang belum laku dengan harga baik, jangan dulu kita produksi secara masif, kasihan anak cucu kita. Suatu saat kita meninggal, mereka ini yang melanjutkan perjuangan negara ini. Jangan di saat mereka memimpin, barang sudah habis karena kelakuan kita, sudah gitu jual murah lagi," katanya.
"Kenapa RKAB kita potong karena kita menyesuaikan antara supply dengan demand. Penyelarasan antara suplai dan permintaan ini juga dinilai penting, tidak hanya menjaga stabilitas harga komoditas batu bara, tetapi juga menjamin ketersediaan cadangan energi," ujar Bahlil dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).
Langkah penyesuaian RKAB 2026 untuk mencegah kelebihan pasokan (oversupply) akibat eksploitasi dan produksi yang berlebihan. Jika komoditas belum laku pada harga yang wajar, produksi masif sebaiknya ditunda demi ketersediaan sumber daya untuk generasi mendatang.
"Kalau memang belum laku dengan harga baik, jangan dulu kita produksi secara masif, kasihan anak cucu kita. Suatu saat kita meninggal, mereka ini yang melanjutkan perjuangan negara ini. Jangan di saat mereka memimpin, barang sudah habis karena kelakuan kita, sudah gitu jual murah lagi," katanya.
(jon)
Lihat Juga :