Mendorong Revisi UU Ketenagakerjaan, Menuju Demokrasi Industri

Senin, 16 Februari 2026 - 14:46 WIB
loading...
A A A
Bayangkan jika demokrasi tidak hanya masuk ke dalam bidang politik, ekonomi dan sosial budaya, tetapi juga masuk ke lini sektor perindustrian. Tiap orang tidak hanya bisa memilih pemimpin secara langsung, mengakses modal untuk berbisnis, menikmati pendidikan, kesehatan dan pelayanan gizi secara gratis, tiap warga negara bahkan dapat mengakses pengetahuan dan teknologi untuk dapat memasuki industri.

Masa Depan Ekonomi Global: Pengetahuan Berbasis Inovasi


Apa yang diramalkan futuris terkenal Alvin Toffler nampaknya benar, bahwa Revolusi Informasi yang merupakan gelombang ketiga kehidupan manusia, melahirkan masyarakat pengetahuan. Maka, pekerja yang akan dapat bermain dalam ekonomi masa depan adalah pekerja pengetahuan (knowledge worker) dengan kualifikasi tinggi dalam STEAM yaitu science, technology, engineering (ilmu rekayasa), art (kesenian), dan matematika sebagai bahasa utama untuk mempelajari aksioma (kebenaran yang terbukti sendiri), teorema (kebenaran yang memerlukan pembuktian), dan lema (alat pembukti teorema) dalam pengetahuan.

Menurut Karl Marx yang mengamati revolusi industri, para pekerja dibariskan masuk ke dalam pabrik untuk dijadikan semacam resimen tentara untuk mengoperasikan satu macam mesin, dan resimen pekerja lain memegang mesin macam lainnya, hingga bahan baku diolah menjadi barang setengah jadi di industri dasar, dan diproses aneka industri aneka sebagai barang jadi untuk pengguna akhir (end user). Berbeda dengan pekerja pengetahuan, satu pekerja dapat memegang beberapa mesin, dari mesin yang menganalisis pasar untuk menghitung kebutuhan produksi, mesin pengolah bahan baku dan mesin produsen barang jadi.

Bayangkan jika akses pendidikan dan pemodalan industri begitu merata karena faktor produksi strategis dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, maka tiap manusia dapat memproduksi barang kebutuhannya sendiri. Tiap komunitas di desa dan kota dapat memproduksi makanan untuk warganya sendiri, industri untuk barang kebutuhan, dan koperasi untuk menyediakan modal dan menanggung beban sosial secara kekeluargaan sebagaimana yang dicita-citakan para perumus konstitusi ekonomi kita di UUD 1945 Pasal 33 ayat 1, 2, dan 3.

Tentunya, hal tersebut pastilah asimtotis (tidak akan pernah tercapai secara matematis) dan too good to be true. Hobbes pernah bersabda, manusia hanyalah serigala pemakan manusia lainnya (Homo homini lupus), oleh karena itu bernegara menjadi penting. Kebijakan ekonomi Prabowo yang berorientasi ’the greatest good for the greatest many’ di mana negara berperan mendorong perekonomian (state driven economy) adalah kesempatan memulai utopia ini di masa depan. Karena jika hanya pasar yang dibiarkan bekerja (market driven economy), manusia akan mengeksploitasi manusia lainnya, negara maju penguasa pengetahuan kembali hanya akan menghisap negara yang pengetahuannya lambat berkembang.

Penutup: Regulasi Kaum Pekerja Perlu Berorintasi Demokrasi Industri


Menurut hemat kami, adalah suatu keadaan yang tidak dapat dihindari, menjadi conditio sine qua non, bahwa UU Ketenagakerjaan yang dihasilkan menurut kemauan kaum neolib global itu harus direvisi. Revisi itu perlu dilakukan secara matang, tidak dilakukan terburu-buru dengan dalih pandemi Covid-19 seperti yang dipaksakan oligarki saat pengesahan UU Cipta Kerja, tetapi tidak juga hanya mengikuti kepentingan parsial seperti soal upah dan sistem kerja semata.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Rekomendasi
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Berita Terkini
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
Mantan Petinggi OJK...
Mantan Petinggi OJK Ditahan Bareskrim terkait Kasus Dana Syariah Indonesia
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Infografis
HGU 100 Tahun Dipermasalahkan,...
HGU 100 Tahun Dipermasalahkan, UU IKN Digugat Warga Dayak ke MK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved