Saatnya Bergeser dari Narasi Hilirisasi ke Reindustrialisasi
Senin, 16 Februari 2026 - 13:34 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah Jepang menetapkan industri baja, pembuatan kapal, semikonduktor dan elektronika sebagai industri unggulan. Dukungan pemerintah yang paling menonjol adalah membangun ekosistem industri guna memfasilitasi transfer teknologi, yaitu mengimpor teknologi dari negara maju, mengadaptasi dan melakukan inovasi teknologi secara mandiri.
Pemerintah Korea juga menganut state-led industrialization dengan beberapa industri sebagai national champion industry. Sebagai contoh national champion industry adalah industri baja dipimpin POSCO, elektronika dengan Samsung dan LG, otomotif dengan Hyundai Motor Company dan pembuatan kapal dengan Hyundai Heavy Industries, Daewoo dan Samsung.
Strategi yang sama ditempuh oleh pemerintah China, yaitu state-led indutrialization dengan national champion industry dalam bidang otomotif, khususnya kendaraan mobil listrik yang menjadikan China sebagai pemain nomor satu secara global dalam industri mobil listrik. Demikian juga industri elektronika, semikonduktor, pembuatan kapal, dan lainnya.
Belajar dari pengalaman negara lain yang saat ini berstatus negara maju, pemerintahan Prabowo Subianto sudah saatnya bergeser dari narasi hilirisasi yang dipopulerkan satu dekade yang lalu oleh presiden Jokowi ke narasi reindustrialisasi.
Pilihan strateginya adalah state-led industrialization dengan national champion industry yang menjadi andalan bersaing di pasar ekspor. Pemerintah menetapkan industri unggulan yang didukung kebijakan pemerintah dalam ekosistem industri yang menjamin keterkaitan antara core industry, supporting industry dan related industry.
Lalu, apa langkah yang dapat dilakukan oleh pemerintahan Prabowo Subianto untuk bergeser dari sekedar hilirisasi menjadi reindustrialisasi dan membalik arah deindustrialisasi menjadi reindustrialisasi?
Langkah pertama, membangun aglomerasi industri di setiap daerah. Mula-mula, pemerintah secara terpusat menetapkan klaster industri tertentu sebagai national champion industry yang berbasis di setiap propinsi sesuai keunggulan sumber dayanya, baik Sumber Daya Manusia (SDM) maupun SDA.
Sebagai contoh, ekosistem atau klaster industri perikanan laut dapat dipusatkan di Maluku yang selama ini memiliki comparative adventage dalam produk perikanan laut. Harapannya, Indonesia membangun satu merek dagang di bidang perikanan laut yang memiliki keunggulan bersaing di pasar ekspor.
Sementara klaster industri karet alam dapat dipusatkan di Sumatera Selatan (Sumsel). Selama ini, Sumsel adalah daerah dengan lahan karet alam terbesar di Indonesia. Tujuannya, agar Indonesia memiliki produk turunan dari karet alam, seperti sarung tangan latex dan nitrile yang selama ini dikuasai oleh Top Glove Corporation Berhard, Malaysia.
Pemerintah Korea juga menganut state-led industrialization dengan beberapa industri sebagai national champion industry. Sebagai contoh national champion industry adalah industri baja dipimpin POSCO, elektronika dengan Samsung dan LG, otomotif dengan Hyundai Motor Company dan pembuatan kapal dengan Hyundai Heavy Industries, Daewoo dan Samsung.
Strategi yang sama ditempuh oleh pemerintah China, yaitu state-led indutrialization dengan national champion industry dalam bidang otomotif, khususnya kendaraan mobil listrik yang menjadikan China sebagai pemain nomor satu secara global dalam industri mobil listrik. Demikian juga industri elektronika, semikonduktor, pembuatan kapal, dan lainnya.
Narasi Reindustrialisasi
Belajar dari pengalaman negara lain yang saat ini berstatus negara maju, pemerintahan Prabowo Subianto sudah saatnya bergeser dari narasi hilirisasi yang dipopulerkan satu dekade yang lalu oleh presiden Jokowi ke narasi reindustrialisasi.
Pilihan strateginya adalah state-led industrialization dengan national champion industry yang menjadi andalan bersaing di pasar ekspor. Pemerintah menetapkan industri unggulan yang didukung kebijakan pemerintah dalam ekosistem industri yang menjamin keterkaitan antara core industry, supporting industry dan related industry.
Lalu, apa langkah yang dapat dilakukan oleh pemerintahan Prabowo Subianto untuk bergeser dari sekedar hilirisasi menjadi reindustrialisasi dan membalik arah deindustrialisasi menjadi reindustrialisasi?
Langkah pertama, membangun aglomerasi industri di setiap daerah. Mula-mula, pemerintah secara terpusat menetapkan klaster industri tertentu sebagai national champion industry yang berbasis di setiap propinsi sesuai keunggulan sumber dayanya, baik Sumber Daya Manusia (SDM) maupun SDA.
Sebagai contoh, ekosistem atau klaster industri perikanan laut dapat dipusatkan di Maluku yang selama ini memiliki comparative adventage dalam produk perikanan laut. Harapannya, Indonesia membangun satu merek dagang di bidang perikanan laut yang memiliki keunggulan bersaing di pasar ekspor.
Sementara klaster industri karet alam dapat dipusatkan di Sumatera Selatan (Sumsel). Selama ini, Sumsel adalah daerah dengan lahan karet alam terbesar di Indonesia. Tujuannya, agar Indonesia memiliki produk turunan dari karet alam, seperti sarung tangan latex dan nitrile yang selama ini dikuasai oleh Top Glove Corporation Berhard, Malaysia.
Lihat Juga :