Saatnya Bergeser dari Narasi Hilirisasi ke Reindustrialisasi

Senin, 16 Februari 2026 - 13:34 WIB
loading...
Saatnya Bergeser dari...
Muhammad Syarkawi Rauf, Dosen FEB Unhas dan Ketua KPPU RI Periode 2015-2018. Foto: Dok SindoNews
A A A
Muhammad Syarkawi Rauf
Dosen FEB Unhas dan Ketua KPPU RI Periode 2015-2018

PERAIH hadiah nobel ekonomi tahun 2025, Joel Mokyr dalam “The Holy Land of Industrialism”: Rethinking Industrial Revolution yang dipublikasi oleh Journal of British Academy pada 21 Agustus 2021 menyatakan bahwa industrialisasi sejak abad ke-18 di suatu negara selalu ditandai oleh kepemimpinan dalam bidang teknologi.

Revolusi industri di Inggris pada tahun 1760 dan kepemimpinan Inggris dalam bidang teknologi higga tahun 1850 karena ditopang oleh ketersediaan tenaga kerja berketerampilan tinggi. Industrialisasi di Inggris ditandai oleh inovasi dan penemuan baru yang meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Hal ini berlanjut hingga akhir abad ke-19 dengan industrialisasi di Amerika Serikat (AS) ditandai oleh technology leadership yang didorong oleh inovasi baru. Sementara, industrialisasi pada awal abad ke-20 di Jepang dan Korea Selatan (Korea) berubah dari new innovation atau new invention menjadi learning untuk mengabsorbsi teknologi maju dari Eropa dan AS.

Narasi Hilirisasi


Sejarah industrialisasi yang dimulai dari Inggris, Jerman, dan AS hingga Jepang dan Korea mengajarkan bahwa untuk mencapai status sebagai negara maju tidak cukup hanya membangun narasi hilirisasi, yaitu memberikan nilai tambah (dawn streaming) terhadap ekspor Sumber Daya Alam (SDA).

Narasi hilirisasi yang dikerjakan dengan baik hanya akan menempatkan sektor industri manufaktur nasional dalam global supply chain (rantai pasok global). Industri dalam negeri menjadi bagian dari intra-industry trade (IIT) global, seperti IIT dalam industri mobil listrik melalui hilirisasi nikel sebagai bahan baku baterai mobil listrik. Menjadikan industri domestik kehilangan kesempatan membangun industri mobil listrik nasional.

Narasi hilirisasi SDA tidak akan mengubah secara signifikan besarnya kontribusi industri manufktur terhadap gross domestic product (GDP) secara nasional. Artinya, hilirisasi tidak dapat membalik arah dari deindustriliasasi menjadi reindustrialisasi. Sejak tahun 2000-an, kontribusi industri manufaktur terhadap GDP terus menurun hingga hanya 18,98 persen tahun 2024.

Sebagai contoh, pengalaman Jepang membangun industrinya yang berciri state-led industrialization, yaitu pemerintah Jepang memimpin pengembangan industri manufakturnya. Pemerintah Jepang menerapkan national champion strategy, yaitu menetapkan dan mendukung industri unggulan nasional untuk bersaing di pasar ekspor.

National champion industry Jepang adalah industri otomotif yang dipimpin oleh Toyota, Honda, Suzuki, Yamaha, Nissan, Mitsubishi dan lainnya yang sangat populer di pasar otomotif Indonesia. Pada awalnya, perusahaan tersebut berskala kecil yang kemudian bertransformasi menjadi perusahaan raksasa global atas dukungan kebijakan pemerintah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
10 Tambang Batu Bara...
10 Tambang Batu Bara Terbesar di Dunia, Indonesia Menyumbang 4 Lokasi
Rekomendasi
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
Sambut Hari Kemerdekaan,...
Sambut Hari Kemerdekaan, The Margo Hotel Hadirkan Kuliner Bertema Harmony of Indonesia
IPDN Mewisuda 1.404...
IPDN Mewisuda 1.404 Mahasiswa, Mendagri: Telah Lahir Ilmuwan di Bidang Pemerintahan
Berita Terkini
30 Tahun Kudatuli, PDIP...
30 Tahun Kudatuli, PDIP Pentaskan Ulang Tragedi Berdarah Penyerbuan Kantor PDI
Jubir Otorita IKN Troy...
Jubir Otorita IKN Troy Pantouw Dimakamkan di TPU Tanah Kusir Besok
Kapolri Cup Shooting...
Kapolri Cup Shooting Championship 2026, Ajang Perkuat Sinergitas dan Pembinaan Atlet
Satgas Ketenagakerjaan...
Satgas Ketenagakerjaan Polri Tangani 97 Kasus, Pakar: Komitmen Kapolri Lindungi Buruh
Jaksa Agung Minta Maaf...
Jaksa Agung Minta Maaf ke Publik, Sebut Kasus Eks Jampidus Jadi Momentum Berbenah
DPR Usul Kemenhaj Bentuk...
DPR Usul Kemenhaj Bentuk BLU untuk Kelola Asrama Haji
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved