Kearifan Lokal Toleransi, Selaras dengan Nilai Pancasila
Kamis, 17 September 2020 - 14:57 WIB
loading...
Seminar Nasional Peranan Nilai-nilai Pancasila Dalam Mencegah Sikap Intoleransi Dan Paham Radikalisme Pada Generasi Milenial.
A
A
A
KUDUS - Wakil Kepala BPIP Prof. Dr. Hariyono menyebut Pancasila telah mengalami perjalanan panjang baik sebagai dasar negara atau ideologi bangsa dan seluruh rangkaiannya.
Dalam perjalanan menemukan Pancasila juga dipengaruhi oleh kearifan lokal masing-masing pendukungnya. "Di Kudus, ini ada pengaruh para wali, yang menjadi kearifan masyarakat Kudus," cetus Hariyono yang menjadi pembuka Seminar Nasional Peranan Nilai-nilai Pancasila Dalam Mencegah Sikap Intoleransi Dan Paham Radikalisme Pada Generasi Milenial. Seminar ini merupakan kerja sama Magister Hukum Universitas Muria Kudus (UMK) dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila di Kudus, Rabu (16/9/2020).
Menurut Hariyono, dalam perjalanan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara telah mengalami dinamika baik politis maupun sosial budaya. Termasuk masih adanya pihak yang mempertanyakan kelahiran Pancasila bukan pada 1 Juni. "Ada yang bilang Pancasila lahir tanggla 22 Juni, 18 Agustus. Semua itu sebenarnya merupakan satu rangkaian. Tetapi lahirnya Pancasila sebagai dasar negara, pada 1 Juni," beber Hariyono.
Menyinggung intoleransi, Hariyono mengatakan intoleransi tidak hanya menyakiti pihak lain tetapi juga diri sendiri. Jika ada yang melakukan intoleransi sesungguhnya hanya menyakiti diri sendiri. Menanamkan nilai Pancasila pada anak sejak usia dini sambung Hariyono akan mengurangi sikap yang antiPancasila.
Hariyono tidak menafikan jika hingga saat ini masih ada pihak yang antiPancasila. Ia hanya menyebut jika terjadi hal itu maka wilayah tersebut tidak aman. Sehingga dalam kaitan itu tetap memerlukan pengamalan nilai-nilai Pancasila. Menurut Hariyono sosialisasi Pancasila perlu melibatkan kearifan lokal.
Dalam perjalanan menemukan Pancasila juga dipengaruhi oleh kearifan lokal masing-masing pendukungnya. "Di Kudus, ini ada pengaruh para wali, yang menjadi kearifan masyarakat Kudus," cetus Hariyono yang menjadi pembuka Seminar Nasional Peranan Nilai-nilai Pancasila Dalam Mencegah Sikap Intoleransi Dan Paham Radikalisme Pada Generasi Milenial. Seminar ini merupakan kerja sama Magister Hukum Universitas Muria Kudus (UMK) dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila di Kudus, Rabu (16/9/2020).
Menurut Hariyono, dalam perjalanan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara telah mengalami dinamika baik politis maupun sosial budaya. Termasuk masih adanya pihak yang mempertanyakan kelahiran Pancasila bukan pada 1 Juni. "Ada yang bilang Pancasila lahir tanggla 22 Juni, 18 Agustus. Semua itu sebenarnya merupakan satu rangkaian. Tetapi lahirnya Pancasila sebagai dasar negara, pada 1 Juni," beber Hariyono.
Menyinggung intoleransi, Hariyono mengatakan intoleransi tidak hanya menyakiti pihak lain tetapi juga diri sendiri. Jika ada yang melakukan intoleransi sesungguhnya hanya menyakiti diri sendiri. Menanamkan nilai Pancasila pada anak sejak usia dini sambung Hariyono akan mengurangi sikap yang antiPancasila.
Hariyono tidak menafikan jika hingga saat ini masih ada pihak yang antiPancasila. Ia hanya menyebut jika terjadi hal itu maka wilayah tersebut tidak aman. Sehingga dalam kaitan itu tetap memerlukan pengamalan nilai-nilai Pancasila. Menurut Hariyono sosialisasi Pancasila perlu melibatkan kearifan lokal.
Lihat Juga :