Guru Honorer, Pilar Senyap Pendidikan

Minggu, 08 Februari 2026 - 14:07 WIB
loading...
Guru Honorer, Pilar...
Hendarman - Ketua Dewan Pakar JFAK INAKI/Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Bogor. Foto: Dok Pribadi
A A A
HENDARMAN
Ketua Dewan Pakar JFAK INAKI (Ikatan Nasional Analis Kebijakan)/Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Bogor

Wacana pendidikan bermutu seringkali dipenuhi istilah besar. Salah satu pandangan, bahwa pendidikan bermutu merupakansistem pendidikan yang memfasilitasi kebutuhan, potensi, minat, dan bakat murid secara optimal, serta berfokus pada proses pembelajaran mendalam (deep learning), karakter, dan relevansi keterampilan (akademik/non-akademik). Terwujudnya konsep ini menekankan pada peningkatan kualitas guru, sarana prasarana yang memadai, serta kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk menghasilkan lulusan kompeten dan berdaya saing.

Namun, satu hal mendasar kerap luput dari perhatian publik, yaitu kondisi nyata guru yang menjadi pelaksana utama seluruh agenda tersebut. Pendidikan bermutu tidak mungkin tumbuh dari ketidakpastian hidup para pendidiknya, khususnya guru honorer yang selama ini menjadi pilar senyap sistem pendidikan nasional.

Dalam struktur pendidikan Indonesia, guru honorer bukanlah kelompok kecil. Mereka justru menjadi tulang punggung layanan pendidikan, terutama di daerah dan satuan pendidikan yang kekurangan guru ASN (Aparatur Sipil Negara). Seyogianya kontribusi besar ini berbanding lurus dengan jaminan kesejahteraan yang mereka terima. Namun fakta yang ada tidak menunjukkan hal tersebut.

Realitas Sosial Pendidikan
Secara teoretis, hubungan antara kesejahteraan guru dan mutu pendidikan telah lama dibahas dalam literatur kebijakan pendidikan. UNESCO menekankan bahwa kesejahteraan guru mencakup dimensi ekonomi, profesional, dan psikologis yang saling berkaitan. Guru yang sejahtera memiliki kapasitas lebih besar untuk berkembang, berinovasi, dan beradaptasi dengan perubahan.

Michael Fullan mengingatkan bahwa reformasi pendidikan akan gagal jika guru hanya diposisikan sebagai pelaksana kebijakan tanpa dukungan yang memadai. Sementara itu, Darling-Hammond menunjukkan bahwa sistem pendidikan berkinerja tinggi di berbagai negara maju selalu diawali dengan investasi serius pada kesejahteraan dan profesionalisme guru.

Berbagai studi dan survei juga menunjukkan bahwa sebagian besar guru honorer masih hidup dalam kondisi ekonomi yang rentan. Penghasilan yang berada di bawah standar kelayakan memaksa banyak guru mencari pekerjaan tambahan di luar profesinya. Situasi ini bukan hanya berdampak pada kesejahteraan individu, tetapi juga berimplikasi pada fokus, energi, dan daya tahan psikologis guru dalam menjalankan tugas profesionalnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
P2G: Kasus Chromebook...
P2G: Kasus Chromebook Hanya Bagian Kecil, Telusuri Aliran Dana Triliunan
Terbitkan SE Pengendalian...
Terbitkan SE Pengendalian Gratifikasi SPMB, KPK Soroti Calon Siswa Titipan
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Prioritaskan Guru Honorer dalam Seleksi PPPK
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ini Penjelasan Ditjen Pemasyarakatan
Ekonomi Digital dan...
Ekonomi Digital dan Pendidikan: Peluang Besar atau Ancaman Baru?
Insentif Guru PAI Tahap...
Insentif Guru PAI Tahap II 2026 Cair, Berikut Besaran dan Jumlah Penerimanya
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Rekomendasi
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
Kelab Pantai Favorit...
Kelab Pantai Favorit di Bali, Klive Beach Club Menjadi Ikon Baru Uluwatu
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Berita Terkini
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Kapolri: Kegiatan Sebelum Diserahkan ke Kejaksaan
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Infografis
Adu Pendidikan Gatot...
Adu Pendidikan Gatot Nurmantyo vs Mahfud MD, Calon Menko Polkam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved