Pilkada Langsung Dilaksanakan dengan Minus Moral Politik
Kamis, 17 September 2020 - 12:38 WIB
loading...
A
A
A
“Celakanya, pilkada langsung dilaksanakan minus moral politik. (Pilkada) menghasilkan sifat oportunistik, perilaku menghalalkan segala cara, termasuk muncul penguasa daerah yang kurang atau tidak berpihak pada rakyat,” tuturnya.
(Baca: Calon dari Klan Politik Dinasti Lebih Berpeluang Menangkan Pilkada)
Pilkada seharusnya menjadi ajang memilih pemimpin yang kompeten dan berintegritas. Yang terjadi justru sebaliknya. Pilkada, menurut Siti Zuhro, sekadar perjuangan politik bagi para elit dalam meraih kekuasaan untuk kepentingan diri dan kelompoknya.
Sistem demokrasi yang Indonesia anut seharusnya memberikan peluang yang sama bagi semua warga negara untuk memilih dan dipilih. Jika itu terjadi, demokrasi mampu menghentikan dan mengurangi menjamurnya dinasti politik. “Masalahnya, bila demokrasi meningkatkan dinasti politik berarti terjadi paradok demokrasi,” pungkasnya.
(Baca: Calon dari Klan Politik Dinasti Lebih Berpeluang Menangkan Pilkada)
Pilkada seharusnya menjadi ajang memilih pemimpin yang kompeten dan berintegritas. Yang terjadi justru sebaliknya. Pilkada, menurut Siti Zuhro, sekadar perjuangan politik bagi para elit dalam meraih kekuasaan untuk kepentingan diri dan kelompoknya.
Sistem demokrasi yang Indonesia anut seharusnya memberikan peluang yang sama bagi semua warga negara untuk memilih dan dipilih. Jika itu terjadi, demokrasi mampu menghentikan dan mengurangi menjamurnya dinasti politik. “Masalahnya, bila demokrasi meningkatkan dinasti politik berarti terjadi paradok demokrasi,” pungkasnya.
(muh)
Lihat Juga :