Pilkada Langsung Dilaksanakan dengan Minus Moral Politik

Kamis, 17 September 2020 - 12:38 WIB
loading...
Pilkada Langsung Dilaksanakan...
Peneliti politik LIPI Siti Zuhro. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemilihan kepala daerah ( pilkada ) merupakan ajang bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin yang dianggap bisa memajukan dan meningkatkan kesejahteraan. Namun, peta politik dan sistem yang ada kadang tidak memberikan ruang yang luas bagi masyarakat untuk ikut bertarung dalam pilkada.

Pengamat politik Siti Zuhro mengatakan sejak pilkada langsung digelar pada 2005 sebenarnya memberikan efek positif karena partisipasi masyarakat meningkat. Di sisi lain, menurutnya, memunculkan penyimpangan yang cukup serius sehingga menghambat konsolidasi demokrasi.

“Contohnya, munculnya praktik uang dan politik transaksional dalam pilkada. para elite dan aktor yang terlibat menghambat ketimbang mendorong proses demokrasi lokal,” ujarnya dalam diskusi daring dengan tema “Politik Dinasti, Absennya Reformasi Partai Politik, dan Dampak-Dampaknya”, Rabu (16/9/2020).

(Baca: Busyro Muqoddas: Politik Dinasti Dampaknya Multidimensional)

Pilkada selalu didambakan berjalan lancar. Para elite pun kerap menggaungkan pilkada yang jujur, bersih, dan damai. Siti Zuhro mengungkapkan justru dalam sejumlah pilkada konflik dan kerusuhan kerap pecah. Pemicunya, elite politik yang tak siap kalah.

“Celakanya, pilkada langsung dilaksanakan minus moral politik. (Pilkada) menghasilkan sifat oportunistik, perilaku menghalalkan segala cara, termasuk muncul penguasa daerah yang kurang atau tidak berpihak pada rakyat,” tuturnya.

(Baca: Calon dari Klan Politik Dinasti Lebih Berpeluang Menangkan Pilkada)

Pilkada seharusnya menjadi ajang memilih pemimpin yang kompeten dan berintegritas. Yang terjadi justru sebaliknya. Pilkada, menurut Siti Zuhro, sekadar perjuangan politik bagi para elit dalam meraih kekuasaan untuk kepentingan diri dan kelompoknya.

Sistem demokrasi yang Indonesia anut seharusnya memberikan peluang yang sama bagi semua warga negara untuk memilih dan dipilih. Jika itu terjadi, demokrasi mampu menghentikan dan mengurangi menjamurnya dinasti politik. “Masalahnya, bila demokrasi meningkatkan dinasti politik berarti terjadi paradok demokrasi,” pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MK Diminta Larang Keluarga...
MK Diminta Larang Keluarga Presiden dan Wapres Ikut Pilpres, PKS: Bagus juga untuk Pilkada
Wacana Pilkada lewat...
Wacana Pilkada lewat DPRD, Pengamat: Akibat Biaya Politik Tinggi
Tahapan Pemilu 2029...
Tahapan Pemilu 2029 Dimulai Tahun Depan, DPR Targetkan RUU Pilkada Rampung 2026
Bertemu Prabowo, Cak...
Bertemu Prabowo, Cak Imin: PKB dari Dulu Inginkan Pilkada melalui DPRD
Bertemu Prabowo, Siti...
Bertemu Prabowo, Siti Zuhro Beri Masukan tentang Sistem Pilkada
Pilkada Langsung Masih...
Pilkada Langsung Masih Diwarnai Praktik Curang, Pelonggaran Syarat Pencalonan Dinilai Perlu
DKI Jakarta Miliki Peran...
DKI Jakarta Miliki Peran Penting Menjaga Ketahanan Pangan Nasional
Demo Rusuh Guncang Georgia,...
Demo Rusuh Guncang Georgia, Massa Serbu Istana Presiden
Partai Perindo Papua...
Partai Perindo Papua Selatan Apresiasi MK Tolak Gugatan Hasil PSU Pilkada, Hendrikus Mahuze: Mari Bersama Bangun Boven Digoel!
Rekomendasi
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Bagaimana Presiden FIFA...
Bagaimana Presiden FIFA Keliling 4 Zona Waktu Setiap Hari Selama Piala Dunia 2026?
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved