Busyro Muqoddas: Politik Dinasti Dampaknya Multidimensional

Kamis, 17 September 2020 - 12:19 WIB
loading...
Busyro Muqoddas: Politik...
Ketua Bidang Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengkritik semakin menguatnya politik dinasti di Indonesia. Hal itu terlihat dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak. Menurut Ketua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas, politik dinasti sedang mengalami kebangkitan tanpa disadari bahwa dampaknya multidimensional.

Ada enam dampak yang disebabkan politik dinasti . Pertama, bisa mengarahkan negara menjadi otoriter. Busyro mengatakan dampak kedua itu akan ada korban struktural dan kekuasaan, seperti rakyat, sumber daya alam (SDA), dan peradaban bangsa. Ketiga, meningkatnya dominasi rentenir politik dalam proses demokrasi.

“Saya mengamati pemilu sejak 2004, masuk dalam pemantauan. Itu nampak sekali transaksi demokrasi. Rentenir politiknya baru ada akhir-akhir ini,” ujarnya dalam diskusi daring dengan tema “Politik Dinasti, Absennya Reformasi Partai Politik, dan Dampak-Dampaknya”, Rabu (16/9/2020).

(Baca: Calon dari Klan Politik Dinasti Lebih Berpeluang Menangkan Pilkada)

Tiga dampak selanjutnya, kata mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) ini, yaitu politik dan penegakkan hukum yang represif, produk birokrasi yang tidak jujur, serta peradilan sesat dan intervensi politik. “Ini sudah berlaku sejak orde baru,” ucapnya.

Selain itu, Busyro menerangkan beberapa masalah dalam ketatanegaraan saat ini. Pertama, dia menyebut Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengalami disfungsi sebagai lembaga demokrasi.

Kedua, dia menyoroti produk undang-undang (UU) sistem perpolitikan, seperti partai politik, pemilu, dan pilkada. UU tersebut memang banyak dikritik dan beberapa kali di judicial ke Mahkamah Konstitusi (MK). “Itu produk DPR yang tidak berfungsi tadi, Orientasi hukumnya tidak tercapai karena tidak disasar ke sana,” tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Muktamar XIX Pemuda...
Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah, Affandi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Intelektual
Tanwir II Pemuda Muhammadiyah...
Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Dorong Kader Rebut Ruang Strategis Bangsa
Lembaga Falakiyah PBNU...
Lembaga Falakiyah PBNU Rilis Data Hilal, Iduladha Berpotensi Serentak 27 Mei 2026
Muhammadiyah Iduladha...
Muhammadiyah Iduladha 27 Mei 2026, Pemerintah Sidang Isbat 17 Mei
Muhammadiyah Terbitkan...
Muhammadiyah Terbitkan Edaran Efisiensi dan Hidup Hemat: Kurangi Kegiatan Seremonial hingga Perjalanan Luar Negeri
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Pramono Sebut Modernisasi...
Pramono Sebut Modernisasi Halalbihalal Dilakukan oleh Muhammadiyah
Gubernur Pramono Ungkap...
Gubernur Pramono Ungkap Modernisasi Halal Bihalal oleh Muhammadiyah
Rekomendasi
Aljazair dan Austria...
Aljazair dan Austria Lolos Dramatis usai Bermain Imbang 3-3 di Laga Penuh Drama
Momen Celine Evangelista...
Momen Celine Evangelista Bimbing Anaknya Belajar Wudhu dan Salat Tuai Pujian Warganet
400 Ribu Anak Muda Idap...
400 Ribu Anak Muda Idap Diabetes, BPJS Kesehatan Gelar Fun Run untuk Kampanye Hidup Sehat
Berita Terkini
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Infografis
Korea Selatan Krisis...
Korea Selatan Krisis Politik, Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved