Nisfu Sya‘ban dan Krisis Adab di Tengah Polarisasi Umat

Senin, 02 Februari 2026 - 09:11 WIB
loading...
Nisfu Sya‘ban dan...
Fahmi Salim, Ketua Umum Fordamai. Foto/SindoNews
A A A
Fahmi Salim
Ketua Umum Fordamai

SETIAP pertengahan bulan Sya‘ban, umat Islam di Indonesia kembali menyaksikan perdebatan yang berulang: apakah malam Nisfu Sya‘ban memiliki keutamaan, apakah boleh dihidupkan dengan ibadah berjamaah, dan apakah tradisi seperti membaca Yasin dan doa bersama tergolong bid‘ah. Ironisnya, polemik ini kerap lebih menonjol daripada substansi spiritual yang seharusnya menjadi ruh ibadah itu sendiri.

Padahal, dalam sejarah Islam, Nisfu Sya‘ban adalah contoh klasik perbedaan ijtihadiyah yang sejak awal diakui keberadaannya oleh para ulama, tanpa melahirkan permusuhan.

Jejak Sejarah Ulama Syam

Yang sering luput dari perdebatan populer adalah fakta historis bahwa pengagungan malam Nisfu Sya‘ban pertama kali dikenal luas di wilayah Syam (Syiria–Palestina), bukan hasil rekayasa ulama belakangan. Fakta ini direkam secara jelas oleh Ibnu Rajab al-Hanbali dalam karya monumentalnya Laṭā’if al-Ma‘ārif.1 (Ibn Rajab al-Ḥanbalī, Laṭā’if al-Ma‘ārif fīmā li Mawāsim al-‘Ām min al-Waẓā’if, Beirut: Dār Ibn Kathīr, hlm. 261–266.)

Sejumlah tabi‘in besar Syam seperti Khalid bin Ma‘dan, Makhul ad-Dimashqi, dan Luqman bin ‘Amir tercatat menghidupkan malam Nisfu Sya‘ban dengan ibadah, bahkan secara berjamaah di masjid.2 (Ibid.) Tradisi ini tumbuh dari pemahaman terhadap hadis-hadis tentang keutamaan malam tersebut, terutama hadis yang menyatakan bahwa Allah menampakkan rahmat dan ampunan-Nya pada malam Nisfu Sya‘ban kecuali bagi orang musyrik dan orang yang bermusuhan.3 (Ibn Ḥibbān, Ṣaḥīḥ Ibn Ḥibbān, no. hadis 5665)

Meskipun sebagian sanad hadis-hadis ini dinilai lemah, banyak ulama menerima keutamaannya dalam kerangka fadhā’il al-a‘māl. Pendekatan ini ditegaskan oleh kaidah yang dijelaskan Imam an-Nawawi bahwa hadis dha‘if dapat diamalkan dalam keutamaan amal selama tidak palsu dan tidak diyakini sebagai kewajiban atau sunnah yang mengikat.4 (an-Nawawī, al-Majmū‘ Sharḥ al-Muhadhdhab, Beirut: Dār al-Fikr, jil. 3, hlm. 125–126.)

Bahkan, Imam Isḥāq bin Rāhūyah, seorang imam besar hadis dan guru Imam al-Bukhari, secara tegas menyatakan bahwa shalat berjamaah di masjid pada malam Nisfu Sya‘ban bukan bid‘ah.5 (Ibn Rajab al-Ḥanbalī, Laṭā’if al-Ma‘ārif, hlm. 264. ) Ini menunjukkan bahwa praktik tersebut memiliki akar dalam tradisi salaf, meskipun tidak bersifat universal.

Ikhtilaf yang Dewasa, Bukan Polarisasi
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepengurusan Baru Disahkan,...
Kepengurusan Baru Disahkan, PB Mathla'ul Anwar Tancap Gas Naik Level
LPOI Gelar Konsolidasi...
LPOI Gelar Konsolidasi untuk Perdamaian dan Peradaban Humanis
Tegaskan Perang Iran...
Tegaskan Perang Iran Vs AS-Israel Bukan Masalah Mahzab, Dubes Iran Ajak Umat Islam Bersatu
Kemenag Terbitkan Panduan...
Kemenag Terbitkan Panduan Takbiran di Bali Jika Berbarengan dengan Hari Raya Nyepi
DPP PUI-Korea Muslim...
DPP PUI-Korea Muslim Federation Jalin Kerja Sama Strategis Pendidikan dan Penguatan Umat
PUI, Pemuda Masjid Dunia,...
PUI, Pemuda Masjid Dunia, AMPG Kerja Sama Optimalkan Dai untuk Program Lintas Negara
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Pembangunan Masjid Nurlaila...
Pembangunan Masjid Nurlaila Naga di Manggarai Barat Perkuat Spiritual Masyarakat
Apakah Kemuliaan Malam...
Apakah Kemuliaan Malam Lailatul Qadar hanya Diberikan pada Umat Muslim Saja? Begini Penjelasannya
Rekomendasi
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Jepang Pesta Gol, Tunisia...
Jepang Pesta Gol, Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Berita Terkini
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Dari Ploso, Gus Mashum...
Dari Ploso, Gus Mashum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved