Tekanan Fiskal dan Belanja Berkualitas

Senin, 02 Februari 2026 - 06:27 WIB
loading...
A A A

Tekanan Fiskal Nasional


Penerimaan negara Indonesia hingga saat ini masih sangat bertumpu pada pajak, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor industri pengolahan. Berdasarkan data Kementerian Keuangan RI (2026), realisasi penerimaan pajak neto tahun 2025 mencapai Rp1.917,6 triliun, di mana sektor industri pengolahan menyumbang Rp471,17 triliun (24,6%), diikuti sektor perdagangan sebesar Rp433,68 triliun (22,6%).

Struktur ini menunjukkan bahwa ketahanan penerimaan pajak sangat bergantung pada kinerja sektor-sektor bernilai tambah tinggi. Ironisnya, berbagai perubahan geopolitik global, fragmentasi rantai pasok, serta perlambatan permintaan eksternal yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir telah menekan kinerja manufaktur nasional. Penurunan nilai tambah dan margin usaha industri pengolahan pun tak terelakkan dan secara langsung berdampak pada basis pajak, terutama PPh Badan dan PPN, sehingga membuat penerimaan pajak semakin rentan terhadap guncangan eksternal dan fluktuasi siklus global.

Tekanan pada penerimaan negara juga tercermin dari kinerja perdagangan internasional, yang menjadi fondasi penerimaan bea masuk dan bea keluar. Data Badan Pusat Statistik (2026) menunjukkan bahwa nilai ekspor Indonesia pada November 2025 tercatat US$22,52 miliar, mengalami kontraksi 6,60% (yoy), sementara impor sebesar US$19,86 miliar hanya tumbuh tipis 0,46% (yoy). Kondisi ini mengindikasikan melemahnya permintaan global dan terbatasnya ekspansi pasar tujuan ekspor, yang pada akhirnya menekan volume dan nilai transaksi perdagangan.

Dampaknya terlihat pada realisasi bea masuk 2025 yang hanya mencapai Rp50,2 triliun atau terkontraksi 5,3% (yoy). Meski bea keluar mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 36,1% (yoy) dengan realisasi Rp28,4 triliun, kinerja tersebut lebih bersifat sementara dan sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas. Alhasil, penerimaan kepabeanan masih menghadapi risiko volatilitas tinggi dan kurang stabil sebagai sumber pendapatan jangka panjang.

Selain pajak dan kepabeanan, penerimaan cukai juga berada di bawah tekanan yang cukup besar. Sepanjang 2025, realisasi cukai tercatat Rp221,7 triliun, mengalami kontraksi 2,1% (yoy) dan hanya mencapai sekitar 90,8% dari target APBN. Tekanan ini tidak hanya berasal dari penurunan produksi dan konsumsi legal, tetapi juga dari meningkatnya peredaran barang ilegal, khususnya rokok.

Data pengawasan menunjukkan bahwa sepanjang 2025 aparat berhasil mengamankan sekitar 1,405 miliar batang rokok ilegal, yang mencerminkan besarnya potensi penerimaan yang hilang. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kebijakan tarif cukai yang tidak diimbangi dengan pengawasan dan penegakan hukum yang efektif berisiko mendorong pergeseran konsumsi ke pasar ilegal, sehingga justru melemahkan penerimaan negara secara keseluruhan.

Di sisi lain, tekanan fiskal pun kian meningkat karena belanja negara tetap berada pada level yang tinggi sebagai konsekuensi dari komitmen kebijakan dan janji politik pemerintah. Belanja negara tahun 2025 tercatat Rp3.451,4 triliun atau 95,3% dari pagu APBN, dengan belanja kementerian/lembaga mencapai Rp1.500,4 triliun (129,3% dari APBN) serta transfer ke daerah sebesar Rp849,0 triliun (92,3% dari APBN).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Membaca Arah Baru Fleksibilitas...
Membaca Arah Baru Fleksibilitas Fiskal Indonesia
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Kurban dan Pembangunan
Kurban dan Pembangunan
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Optimisme Baru Ekonomi:...
Optimisme Baru Ekonomi: Laba Sejumlah BUMN Tumbuh Signifikan
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Rekomendasi
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
Keistimewaan Muharram,...
Keistimewaan Muharram, Dijuluki Sebagai Bulannya Allah
Belgia Patahkan Rekor...
Belgia Patahkan Rekor Clean Sheet Spanyol di Babak Pertama
Berita Terkini
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Pesan Prabowo untuk...
Pesan Prabowo untuk Aparat Negara: Benahi Diri, Rakyat Tidak Ingin Ada Korupsi
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Ucapkan 6 Pernyataan sebelum Resmi Mundur dari Jabatan
Profil Febrie Adriansyah,...
Profil Febrie Adriansyah, Jampidsus Kejagung yang Mundur Sering Ungkap Kasus Kakap
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur di Tengah Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
Breaking News: Jampidsus...
Breaking News: Jampidsus Febrie Adriansyah Mengundurkan Diri
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved