Kapolri Dikritik Mantan Panglima TNI, Aktivis: Polri Tak Punya Histori Berkhianat pada Presiden

Jum'at, 30 Januari 2026 - 17:23 WIB
loading...
Kapolri Dikritik Mantan...
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi figur terdepan dalam menggerakkan Polri demi menyukseskan program pemerintah, salah satunya membangun SPPG untuk mendukung MBG. Foto: Dok Sindonews
A A A
JAKARTA - Aktivis nasional sekaligus Founder Kontra Narasi Sandri Rumanama menyampaikan pandangan kritis atas pernyataan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo yang dinilai mendiskreditkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Sandri menilai mantan Panglima TNI itu menyampaikan propaganda dengan memotong dan menafsirkan frasa "sampai titik darah penghabisan" yang disampaikan Kapolri di Komisi III DPR RI.

Baca juga: Sikap Kapolri Tolak Polri di Bawah Kementerian Sejalan dengan Prinsip Konstitusi

"Saya rasa beliau (Pak Gatot) tidak memahami substansi persoalan atau memang ada karakter pembangkangan dari diri beliau sehingga yang selalu dibicarakan sama Pak Gatot ini propaganda pembangkangan terus," ujar Sandri di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Aktivis berdarah Melanesia Maluku ini menegaskan pernyataan Kapolri sampai titik darah penghabisan bukanlah bentuk pembangkangan.
Kapolri Dikritik Mantan Panglima TNI, Aktivis: Polri Tak Punya Histori Berkhianat pada Presiden

Aktivis nasional sekaligus Founder Kontra Narasi Sandri Rumanama. Foto: Ist

Direktur Haidar Alwi Institut itu justru menegaskan upaya membenturkan institusi negara itulah pembangkangan yang sesungguhnya kepada presiden dan bentuk tidak adanya norma loyalitas terhadap negara.

Dia memaparkan 2 poin yang membuktikan loyalitas Kapolri kepada Presiden:

1. Selalu menjadi figur terdepan dalam menggerakkan Polri untuk membantu kerja presiden demi menyukseskan program pemerintah. Hal ini dapat diuraikan dalam dua poin.

- Polri secara masif membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah, dengan 1.160 unit telah beroperasi per Januari 2026 melampaui target awal. Tersebar di seluruh Polres, SPPG ini fokus pada keamanan pangan (zero accident), nutrisi, dan pelibatan ekonomi lokal.

- Polri menggelar panen raya jagung serentak di berbagai wilayah Indonesia pada awal 2026 sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional dan Asta Cita Presiden dengan kontribusi mencapai jutaan ton pada 2025-2026.

Kegiatan ini melibatkan personel, petani, dan pemerintah daerah untuk memperkuat stok pangan domestik, menstabilkan harga, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

2. Kapolri bisa menerjemahkan kehendak politik Presiden sebagai prajurit yang loyal.

Kapolri selalu menjadi indra pemerintah dan mampu menerjemahkan kehendak politik dan kebijakan Presiden sebagai bentuk loyalitas institusi Polri terhadap pemerintah.

Misalnya ketika Presiden menginginkan adanya penguatan kapabilitas dan mereformasi institusi Polri agar menjadi institusi negara yang bisa bertransformasi, Kapolri menyiapkan segala bentuk sarana itu secara internal dengan membentuk Tim Tranformasi Polri untuk membantu kinerja Tim Reformasi Polri yang dibentuk Presiden.

"Loyalitas ini seperti tanpa batas karena Polri selalu menjadi garda terdepan dalam menerjemahkan kehendak politik dan kebijakan Presiden," ujar Sandri.

Kapolri dan Polri menolak kepolisian di bawah kementerian karena mereka adalah alat negara, alat pemerintah, prajurit yang setia kepada Presiden sehingga mereka tidak menginginkan adanya pelemahan terhadap institusi negara dan pelemahan terhadap presiden.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Hadiri HUT Ke-80...
Jokowi Hadiri HUT Ke-80 Bhayangkara di Cikeas
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Polri Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Polisi Tetapkan 3 Mantan...
Polisi Tetapkan 3 Mantan Pejabat Pertamina Niaga dan Samin Tan Tersangka Jual Beli BBM
Polri Kini Punya 54...
Polri Kini Punya 54 Jenderal Baru pada 2026 usai Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat
Kapolri Naikkan Pangkat...
Kapolri Naikkan Pangkat 4 Pati Polri Jadi Komjen, Ini Daftar Lengkapnya
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Mutasi Besar di Polda...
Mutasi Besar di Polda Lampung, Kapolresta hingga 6 Kapolres Diganti
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Rekomendasi
Jerman Tersingkir, Klopp...
Jerman Tersingkir, Klopp Masuk Radar Der Panzer
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Dilaporkan Balik Oleh...
Dilaporkan Balik Oleh Penyanyi Muda Syahravi, Begini Tanggapan Fariz RM
Berita Terkini
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Jokowi Hadiri HUT Ke-80...
Jokowi Hadiri HUT Ke-80 Bhayangkara di Cikeas
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Infografis
6 Kolonel Pecah Bintang...
6 Kolonel Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan dari Panglima TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved