Namanya Disebut Dalam Kasus Kuota Haji, Jokowi: Tak Ada Arahan untuk Korupsi

Jum'at, 30 Januari 2026 - 15:07 WIB
loading...
Namanya Disebut Dalam...
Mantan Presiden Jokowi memberikan keterangan pers di kediamannya Gang Kutai Utara, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jumat (30/1/2026). Foto: Ary Wahyu Wibowo
A A A
SOLO - Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara mengenai kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2024 yang menyeret mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas/Gus Yaqut sebagai tersangka. Dalam perkara yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), nama Jokowi beberapa kali disebut.

"Ya di setiap kasus pasti mengaitkan dengan nama saya. Karena apa pun program kerja menteri, pasti dari kebijakan Presiden. Pasti dari arahan Presiden dan juga dari perintah-perintah Presiden," ujar Jokowi saat dijumpai di kediamannya Gang Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jumat (30/1/2026).

Baca juga: Gus Yaqut Tiba di KPK, Mengaku Diperiksa sebagai Saksi untuk Tersangka Gus Alex

Namun demikian, Jokowi menegaskan tidak ada arahan atau perintah untuk melakukan korupsi. "Tidak ada yang namanya perintah, tidak ada yang namanya arahan untuk korupsi. Nggak ada," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, KPK menetapkan Gus Yaqut dan staf khususnya Ishfah Abidal Aziz (Gus Alex) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji 2024.

Nama Jokowi disebut setelah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Penyidik menanyakan terkait kunjungan kerja bersama Jokowi ke Arab Saudi pada 2022.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Mantan Dirjen PHU Hilman Latief terkait Kasus Kuota Haji
Nanik S Deyang Bakal...
Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Kasus Dugaan Korupsi MBG? Kejagung: Iya Berpotensi
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Kejati Banten Usut Dugaan...
Kejati Banten Usut Dugaan Korupsi 3 Yayasan, Warek II UIN Jakarta Beberkan Bukti Penting
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Jokowi Buka Suara! Soal...
Jokowi Buka Suara! Soal Kasus Laptop Nadiem: Semua Kebijakan dari Presiden
Rekomendasi
Bea Cukai Musnahkan...
Bea Cukai Musnahkan 44 Juta Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp32,9 Miliar
IFG Life Tekankan Pentingnya...
IFG Life Tekankan Pentingnya Perencanaan Dana Pendidikan Sejak Dini
Dorong Ekosistem Lagu...
Dorong Ekosistem Lagu Anak Berkualitas, KILA 2026 Resmi Dibuka
Berita Terkini
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Kawal Instruksi Presiden...
Kawal Instruksi Presiden Soal Ojol, Komisi V DPR Minta Tarif Baru Tak Bebani Konsumen
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Eksekusi Vonis 4,5 Penjara,...
Eksekusi Vonis 4,5 Penjara, KPK Jebloskan Noel ke Lapas Sukamiskin
Mau Ikut Pilih Logo...
Mau Ikut Pilih Logo HUT ke-81 Kemerdekaan RI? Begini Caranya
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal 2 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil
Infografis
Tak Ada TankTempur Utama...
Tak Ada TankTempur Utama Tambahan untuk Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved