NU di Abad Kedua

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:56 WIB
loading...
NU di Abad Kedua
Eko Ernada, Dosen Hubungan Internasional Universitas Jember, Aktivis NU. Foto/Istimewa
A A A
Eko Ernada
Dosen Hubungan Internasional Universitas Jember, Aktivis NU

TANGGAL 31 Januari 2026 menandai satu frase sejarah yang sangat penting bagi Nahdlatul Ulama. Secara penanggalan Masehi, NU resmi memasuki abad kedua sejak didirikan pada 31 Januari 1926. Artinya, momen ini bukan sekadar peringatan satu abad, melainkan transisi historis dari satu abad pengalaman menuju satu abad tanggung jawab baru.

Sementara itu, dalam kalender Hijriyah, puncak peringatan satu abad NU telah dirayakan beberapa tahun lalu di sidoarjo. Dua penanggalan ini bukan kontradiksi, melainkan cermin watak NU itu sendiri: organisasi Islam yang hidup dalam tradisi keagamaan, sekaligus sepenuhnya sadar pada sejarah modern.

Memasuki abad kedua, NU tidak lagi berada pada fase pembuktian eksistensi, tetapi pada fase pengujian relevansi. Untuk memahami makna ujian ini, NU harus kembali pada konteks kelahirannya. NU berdiri dengan meghadapi dua tekanan sejarah sekaligus.

Di tingkat global, dunia Islam sedang mengalami guncangan luar biasa akibat runtuhnya kekaisaran Turki Usmani pada tahun 1924, yang menandai berakhirnya khilafah sebagai simbol kesatuan politik Islam dunia. Di dalam negeri, bangsa Indonesia masih berada dalam cengkeraman kolonialisme, hidup dalam ketidakadilan struktural, eksploitasi ekonomi dan pembatasan sosial-politik.

Runtuhnya Turki Usmani bukan sekadar peristiwa geopolitik yang jauh dari Nusantara, Ia merupakan krisis simbolik dan epistemik. Selama berabad abad, khilafah --dengan segala keterbatasanya—berfungsi sebagai payung imajiner kesatuan umat Islam.

Ketika payung itu runtuh, dunia Islam memasuki fase fragmentasi, sementara negara-bangsa menjadi format politik dominan. Banyak respon muncul, dari nostalgia restorasi imperium hingga modernisasi radikal yang meminggirkan tradisi. NU tidak memilih keduanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Cak Imin: PKB Punya...
Cak Imin: PKB Punya Tanggung Jawab Moral Memikirkan Masa Depan NU
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Rekomendasi
Sinetron Terlanjur Mencintaimu...
Sinetron Terlanjur Mencintaimu Akan Warnai Layar Kaca Pemirsa RCTI, Berikut Sinopsisnya
Gen Z Berekspresi, 510...
Gen Z Berekspresi, 510 STUDIOS Bawa Tren Self-Photo ke Lampung Selatan
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
Berita Terkini
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka Kasus Dugaan Suap
Tingginya Kasus Kanker...
Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi
Andi Azwan: Sikap Roy...
Andi Azwan: Sikap Roy Suryo Tempuh Praperadilan Tindakan Pengecut
Tegaskan MBG Lanjut...
Tegaskan MBG Lanjut Terus, Hashim: Tak Berhenti sampai Berhasil
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved