Yusof Ferdinand Dilantik Jadi Doktor Universitas Pancasila, Diuji Menko Yusril

Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:04 WIB
loading...
Yusof Ferdinand Dilantik...
Dr Yusof Ferdinand Wangania resmi dilantik sebagai Doktor di Universitas Pancasila pada Sabtu, 24 Januari 2026. Acara dihadiri langsung Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra, di mana Yusril juga menjadi penguji eksternal. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Dr Yusof Ferdinand Wangania resmi dilantik sebagai Doktor di Universitas Pancasila pada Sabtu, 24 Januari 2026. Acara dihadiri langsung Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra , di mana dalam hal ini Yusril menjadi penguji eksternal.

Gelar Doktor ini merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi Yusof dalam menyelesaikan penelitian dan disertasi lewat judul "Pertanggungjawaban Korporasi dan Senificial Owner Dalam KUHP Akibat Perbuatan Turut Serta Melakukan Tindak Pidana Suap Dengan Pendekatan Vicarious Liability".

Yusof mengatakan disertasinya dilatari masih banyaknya korporasi yang berlindung di balik penetapan bersalahnya seorang direksi atas penyuapan yang dilakukannya untuk kepentingan dan keuntungan korporasi. Dia berharap masyarakat semakin sadar hukum.

"Dengan kondisi hukum di Indonesia saat ini saya sebagai praktisi hukum sangat optimistis adanya perubahan dengan semakin banyaknya pendidikan hukum yang diciptakan lewat sarana pendidikan. Hal ini menumbuhkan kesadaran hukum sehingga menghindari kejahatan maupun pelanggaran hukum dalam segala lini kehidupan," ujarnya di Universitas Pancasila, Jakarta, Sabtu (24/1/2026).

"Lewat desertasi ini ada beberapa saran yang bisa menjadi solusi dalam penegakan hukum di Indonesia, di mana sebelumnya begitu sulit membuktikan keterlibatan korporasi dalam praktik suap yang dilakukan direksi. Melalui penelitian ini saya menyarankan metode perbaikan dalam penyelidikan dan penyidikan pada aparat penegak hukum. Saya juga menyarankan metode kepatuhan atas aturan yang ada kepada korporasi," sambungnya.

Diketahui, Yusof menempuh studi Doktoral (S3) Fakultas Hukum Universitas Pancasila. Dia menjalani studi lanjut, terutama di jenjang doktoral dengan ketekunan yang membutuhkan dedikasi, waktu, dan biaya besar.

Pria kelahiran Manado, 15 Juni 1974 ini meraih gelar Doktoral dengan predikat cumlaude. Kisah hidupnya sebagai lulusan S3 sering dijadikan inspirasi bagi pengacara atau dosen muda yang ingin melanjutkan pendidikan tertinggi agar tetap konsisten meskipun menghadapi tantangan akademis yang ketat.

Yusof meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Pancasila dengan fokus pada Hukum Pidana Korporasi, di mana dia menggabungkan ketajaman akademis dengan pendekatan bisnis yang praktis.

Sebagai konsultan hukum, Yusof spesialis dalam Mergers & Acquisitions (M&A), Corporate Governance, dan transaksi komersial kompleks. Ayah dua putra (Lilo dan Jeje) serta suami dari seorang notaris Anne ini juga aktif sebagai pembicara seminar hukum bisnis.

Dia berkomitmen memberikan solusi hukum yang inovatif dan terpercaya untuk mendukung keberlanjutan bisnis klien di era digital. "Saya akan memfokuskan keahlian saya terhadap hukum korporasi supaya bisa memberikan masukan, saran, dan pendidikan hukum bagi korporasi-korporasi untuk menghindari praktik penyuapan," ujar Yusof.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Pemerintah Hormati Putusan...
Pemerintah Hormati Putusan Kasus Andrie Yunus, Yusril: Wujud Independensi Peradilan
Penguatan Kompolnas...
Penguatan Kompolnas Jadi Jantung Reformasi Polri Antar Rangga Afianto Raih Doktor Kepolisian
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Yusril Ungkap Modus 'Permainan' di Jajaran Imigrasi
Kemenko Kumham Imipas...
Kemenko Kumham Imipas Raih Penghargaan Istimewa Digital Innovation in Public Services di DIA 2026
Kisah Perjuangan Putri...
Kisah Perjuangan Putri Buruh Terasi Rembang Raih Doktor dari UIN Walisongo
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
UP Bentuk LPIP untuk...
UP Bentuk LPIP untuk Kawal Implementasi Nilai Pancasila di Kampus
Rekomendasi
Swiss vs Bosnia 4-1:...
Swiss vs Bosnia 4-1: La Nati Puncaki Grup B Piala Dunia 2026
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Berita Terkini
Didesak Tegaskan Sikap...
Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
Breaking News! Dokter...
Breaking News! Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya Hari Ini
Dokter Tifa Ditangkap...
Dokter Tifa Ditangkap Polisi dan Dibawa ke Polda Metro Jaya, Ini Kata Kuasa Hukum
AHWA dan Masa Depan...
AHWA dan Masa Depan Kepemimpinan NU
Tongkat Komando di Kopasgat...
Tongkat Komando di Kopasgat Berganti, Ada Kasiintel hingga Wadansatbravo 90 Pasgat
Ini Tampang Tersangka...
Ini Tampang Tersangka Baru Kasus MBG Memakai Rompi Tahanan Kejagung
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved