Mewaspadai Gelombang Kedua Korona
Kamis, 17 September 2020 - 06:57 WIB
loading...
A
A
A
Istilah new normal menjadi salah satu petaka di masyarakat. Istilah tersebut justru dimaknai masyarakat bahwa virus korona sudah berhasil “ditaklukkan”. Belum lagi pemberitaan mengenai keberhasilan pihak-pihak tertentu memproduksi obat korona membuat masyarakat semakin lengah. Padahal, hingga saat ini, belum ada satu negara pun di bumi ini yang sudah mampu memproduksi obat atau vaksin korona.
Dampak gelombang kedua Covid-19 berpotensi lebih parah, ketimbang saat virus ini pertama kali mewabah apabila masyarakat masih abai terhadap protokol kesehatan dan pemerintah masih saja berkutat pada persoalan kepentingan pertumbuhan ekonomi.
Badan kesehatan dunia (WHO) menegaskan, Tidak ada indikasi bahwa virus ini akan melemah. Sangat disayangkan bahwa sebagian masyarakat mulai bepergian ke taman, pantai, dan tempat keramaian lainnya karena menganggap bahwa virus ini sudah hilang.
Gotong royong antarlembaga pemerintah baik di pusat hingga daerah dan kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan mutlak diperlukan untuk “mengalahkan” virus asal Wuhan, China itu.
Dampak gelombang kedua Covid-19 berpotensi lebih parah, ketimbang saat virus ini pertama kali mewabah apabila masyarakat masih abai terhadap protokol kesehatan dan pemerintah masih saja berkutat pada persoalan kepentingan pertumbuhan ekonomi.
Badan kesehatan dunia (WHO) menegaskan, Tidak ada indikasi bahwa virus ini akan melemah. Sangat disayangkan bahwa sebagian masyarakat mulai bepergian ke taman, pantai, dan tempat keramaian lainnya karena menganggap bahwa virus ini sudah hilang.
Gotong royong antarlembaga pemerintah baik di pusat hingga daerah dan kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan mutlak diperlukan untuk “mengalahkan” virus asal Wuhan, China itu.
(ras)