Gus Muhaimin Harap Sarjana NU Jadi Penggerak Perubahan Sosial
Rabu, 21 Januari 2026 - 20:37 WIB
loading...
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin berharap Sarjana Nahdlatul Ulama (NU) bisa menjadi penggerak perubahan sosial di masyarakat. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin berharap Sarjana Nahdlatul Ulama (NU) bisa menjadi penggerak perubahan sosial di masyarakat. Menurutnya, keberadaan Sarjana NU bisa menjadi ruang dialog strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan kalangan intelektual dalam menyusun agenda besar pemberdayaan masyarakat Indonesia.
Gus Muhaimin mengatakan bahwa tantangan pemberdayaan masyarakat saat ini tidak cukup dijawab dengan kebijakan struktural semata, tetapi membutuhkan kontribusi intelektual, sosial, dan kultural dari kalangan sarjana, khususnya sarjana NU yang memiliki basis keilmuan, keagamaan, dan kebangsaan yang kuat.
“Sarjana NU punya posisi strategis sebagai jembatan antara kebijakan negara dan kebutuhan riil masyarakat. ISNU harus hadir sebagai penggerak perubahan sosial, bukan sekadar organisasi profesi,” ujarnya saat menerima audiensi Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Baca juga: Temui Komnas HAM, Roy Suryo: Kami Jadi Tersangka Itu Pelanggaran HAM Berat
Gus Muhaimin juga mendorong ISNU untuk mengambil peran aktif dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia NU di tengah berbagai tantangan zaman, seperti disrupsi teknologi, ketimpangan sosial, kemiskinan struktural, hingga krisis nilai. Menurutnya, penguatan kapasitas sarjana NU harus diarahkan pada kemandirian ekonomi, kepemimpinan sosial, dan inovasi berbasis keumatan.
“Pemberdayaan masyarakat membutuhkan pendekatan yang berakar pada nilai, ilmu pengetahuan, dan keberpihakan. Di sinilah ISNU dapat berkontribusi secara nyata melalui riset terapan, pendampingan masyarakat, serta penguatan jejaring profesional,” tambahnya.
Ketua Umum PP ISNU Kamaruddin Amin menyampaikan komitmen ISNU untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam membangun masyarakat yang berdaya, berpengetahuan, dan berkeadilan. ISNU, menurutnya, siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam melahirkan gagasan dan aksi nyata berbasis keilmuan dan nilai-nilai ke-NU-an.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dan ISNU dalam merumuskan program-program pemberdayaan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat luas.
Audiensi tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan PP ISNU, yakni Ketua Umum PP ISNU Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, Ketua Hery Haryanto Azumi, Sekretaris Umum Wardi Taufik, Sekretaris Muhammad Nur Hayid, Sekretaris Dr. Amin Muzakir, serta Bendahara Ghufron Khanif.
Gus Muhaimin mengatakan bahwa tantangan pemberdayaan masyarakat saat ini tidak cukup dijawab dengan kebijakan struktural semata, tetapi membutuhkan kontribusi intelektual, sosial, dan kultural dari kalangan sarjana, khususnya sarjana NU yang memiliki basis keilmuan, keagamaan, dan kebangsaan yang kuat.
“Sarjana NU punya posisi strategis sebagai jembatan antara kebijakan negara dan kebutuhan riil masyarakat. ISNU harus hadir sebagai penggerak perubahan sosial, bukan sekadar organisasi profesi,” ujarnya saat menerima audiensi Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Baca juga: Temui Komnas HAM, Roy Suryo: Kami Jadi Tersangka Itu Pelanggaran HAM Berat
Gus Muhaimin juga mendorong ISNU untuk mengambil peran aktif dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia NU di tengah berbagai tantangan zaman, seperti disrupsi teknologi, ketimpangan sosial, kemiskinan struktural, hingga krisis nilai. Menurutnya, penguatan kapasitas sarjana NU harus diarahkan pada kemandirian ekonomi, kepemimpinan sosial, dan inovasi berbasis keumatan.
“Pemberdayaan masyarakat membutuhkan pendekatan yang berakar pada nilai, ilmu pengetahuan, dan keberpihakan. Di sinilah ISNU dapat berkontribusi secara nyata melalui riset terapan, pendampingan masyarakat, serta penguatan jejaring profesional,” tambahnya.
Ketua Umum PP ISNU Kamaruddin Amin menyampaikan komitmen ISNU untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam membangun masyarakat yang berdaya, berpengetahuan, dan berkeadilan. ISNU, menurutnya, siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam melahirkan gagasan dan aksi nyata berbasis keilmuan dan nilai-nilai ke-NU-an.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dan ISNU dalam merumuskan program-program pemberdayaan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat luas.
Audiensi tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan PP ISNU, yakni Ketua Umum PP ISNU Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, Ketua Hery Haryanto Azumi, Sekretaris Umum Wardi Taufik, Sekretaris Muhammad Nur Hayid, Sekretaris Dr. Amin Muzakir, serta Bendahara Ghufron Khanif.
(rca)
Lihat Juga :