Perlindungan WNI dan Arsitektur Diplomasi Indonesia

Senin, 19 Januari 2026 - 16:51 WIB
loading...
A A A
Secara teori, dalam studi diplomasi dikenal konsep “duty of care”. Konsep ini memandang perlindungan warga negara di luar negeri sebagai kewajiban normatif dan politik negara, sekaligus sumber legitimasi negara modern. Græger dan Leira (2019) menegaskan bahwa negara dituntut untuk melindungi warganya bahkan di luar yurisdiksi teritorial.

Sementara Adler-Nissen dan Tsinovoi (2018) menunjukkan bagaimana diplomasi semakin berorientasi pada warga seiring meningkatnya mobilitas global. Dalam konteks Indonesia, “duty of care” berarti negara tidak cukup hadir ketika krisis sudah terjadi. Tetapi harus mengelola risiko yang secara struktural melekat pada keberadaan jutaan WNI di luar negeri.

Dari sudut pandang ini, rekomendasi kebijakan yang dapat diberikan menjadi relatif jelas. Secara umum, perlindungan WNI perlu digeser dari pendekatan reaktif menuju preventif, dengan penguatan pada edukasi pra-keberangkatan, pengawasan agen penyalur, dan transparansi kontrak kerja.

Hal ini, tentu membutuhkan mekanisme kordinasi yang tertata dengan baik lintas-kementerian. Kapasitas perwakilan luar negeri juga perlu diprioritaskan di negara-negara dengan konsentrasi WNI tinggi. Salah satu contoh, misalnya, di Taiwan hanya ada dua diplomat Kemlu yang harus menangani sekian banyak WNI.

Kemudian, pemulangan tidak boleh menjadi solusi bawaan. Kolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil dan aktor non-negara yang selama ini menjadi garda depan advokasi WNI juga perlu dilembagakan secara lebih sistematis.

Dalam kerangka umum tersebut, Taiwan menjadi ujian yang penting. Besarnya jumlah WNI, dikombinasikan dengan keterbatasan diplomatik akibat Kebijakan Satu Cina, menuntut strategi “duty of care” yang lebih fungsional dan inovatif.

Jika perlindungan WNI digunakan sebagai ukuran kualitas diplomasi, maka keberhasilan Indonesia dalam mengelola perlindungan WNI di Taiwan akan menjadi bukti paling konkret bahwa “duty of care” benar-benar bekerja sebagai praktik dalam arsitektur diplomasi Indonesia, bukan sekadar sebagai retorika kebijakan belaka.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
UMB Perkuat Diplomasi...
UMB Perkuat Diplomasi Kreatif Indonesia-Tiongkok, Pamerkan 100 Karya Desain Merek Inovatif
Melembagakan ‘Otot’...
Melembagakan ‘Otot’ Diplomasi Prabowo
10.151 WNI Eks Pekerja...
10.151 WNI Eks Pekerja Online Scam di Kamboja Minta Pulang ke Indonesia
5.950 WNI Dapat Penghapusan...
5.950 WNI Dapat Penghapusan Denda Overstay dari Kamboja
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Kunjungi Indonesia,...
Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
Rekomendasi
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Krakatau Posco Tanamkan...
Krakatau Posco Tanamkan Budaya Keselamatan kepada Generasi Muda
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved