Cetak Inovator Digital Muda Indonesia, Timedoor Academy Gelar Young Coders World Cup 2025
Kamis, 15 Januari 2026 - 20:50 WIB
loading...
A
A
A
"Karya-karya peserta YCWC 2025 menunjukkan potensi besar dalam teknologi dan inovasi digital. Upaya Timedoor Academy ini selaras dengan program Asta Ekraf untuk mendorong penguatan ekonomi kreatif melalui pengembangan SDM dan pemanfaatan teknologi agar mampu bersaing di level global," ujar Wahyu, Kamis (15/1/2026).
Lihat video: Inovasi Digital, Kemenparekraf Apresiasi Peluncuran TIC Digital Nusantara
Menurut Wahyu, YCWC 2025 merupakan proses panjang yang dimulai dari pelatihan guru (training of teachers) hingga seleksi lokal di berbagai wilayah, termasuk Bali, Surabaya, Makassar, Malang, dan Yogyakarta. Para juara dari tiap daerah inilah yang kemudian bertanding di panggung nasional di Jakarta.
CEO sekaligus pendiri AI Community Indonesia (AICO), Tommy Teja, menyoroti meratanya kemampuan digital anak-anak dari luar Jakarta. "Saya sangat terkesan dengan kemampuan anak-anak dari daerah. Ini membuktikan bahwa talenta digital kita tersebar merata, tidak hanya berpusat di kota besar," kata Tommy.
Tommy menambahkan, program terstruktur dari Timedoor Academy menjadi jembatan penting bagi remaja untuk memahami logika pemrograman secara bertahap dan komprehensif.
Selain dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif, penyelenggaraan YCWC 2025 juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Asosiasi Game Indonesia (AGI), AI Community Indonesia (AICO), serta Metrodata. Kehadiran lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat terciptanya ekosistem talenta digital nasional yang berkelanjutan.
Chief Executive Officer (CEO) Timedoor Academy Yutaka Tokunaga menjelaskan YCWC lahir dari visi untuk mengubah peran generasi muda Indonesia dalam ekosistem teknologi.
Lihat video: Inovasi Digital, Kemenparekraf Apresiasi Peluncuran TIC Digital Nusantara
Menurut Wahyu, YCWC 2025 merupakan proses panjang yang dimulai dari pelatihan guru (training of teachers) hingga seleksi lokal di berbagai wilayah, termasuk Bali, Surabaya, Makassar, Malang, dan Yogyakarta. Para juara dari tiap daerah inilah yang kemudian bertanding di panggung nasional di Jakarta.
CEO sekaligus pendiri AI Community Indonesia (AICO), Tommy Teja, menyoroti meratanya kemampuan digital anak-anak dari luar Jakarta. "Saya sangat terkesan dengan kemampuan anak-anak dari daerah. Ini membuktikan bahwa talenta digital kita tersebar merata, tidak hanya berpusat di kota besar," kata Tommy.
Tommy menambahkan, program terstruktur dari Timedoor Academy menjadi jembatan penting bagi remaja untuk memahami logika pemrograman secara bertahap dan komprehensif.
Selain dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif, penyelenggaraan YCWC 2025 juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Asosiasi Game Indonesia (AGI), AI Community Indonesia (AICO), serta Metrodata. Kehadiran lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat terciptanya ekosistem talenta digital nasional yang berkelanjutan.
Chief Executive Officer (CEO) Timedoor Academy Yutaka Tokunaga menjelaskan YCWC lahir dari visi untuk mengubah peran generasi muda Indonesia dalam ekosistem teknologi.
Lihat Juga :