Topeng Hijau Amerika dan Daya Tarik Venezuela

Jum'at, 09 Januari 2026 - 16:17 WIB
loading...
A A A
Dengan mengamankan pengaruh di Venezuela, sebuah negara tidak hanya menjaga pasokan minyak berat, tetapi juga memperkuat kendali atas rantai pasok mineral strategis. Ini menjelaskan mengapa isu Venezuela tidak pernah benar benar menghilang dari radar kebijakan luar negeri Amerika Serikat, meskipun wacana energi hijau terus dikampanyekan.

Di titik ini, narasi transisi energi perlu dibaca dengan lebih jujur. Masa depan memang bergerak menuju energi yang lebih bersih, tetapi masa kini masih sangat bergantung pada sistem lama.

Transisi adalah proses panjang, bukan lompatan instan. Selama infrastruktur, teknologi, dan sistem keamanan belum sepenuhnya berubah, sumber daya energi konvensional tetap menjadi penopang utama.

Apa yang terjadi pada Venezuela menunjukkan bahwa retorika hijau dan praktik geopolitik sering berjalan di dua jalur berbeda. Di ruang publik, masa depan digambarkan hijau dan bersih. Di ruang strategi tertutup, perhitungan masih berkutat pada cadangan minyak, efisiensi kilang, dan keamanan pasokan energi.

Menjatuhkan atau menekan Venezuela bukanlah tindakan emosional atau kebingungan arah. Ia adalah keputusan kalkulatif yang lahir dari logika kekuasaan. Selama energi fosil masih menjadi tulang punggung industri dan militer, negara dengan cadangan besar akan tetap menjadi rebutan, apa pun jargon yang digunakan di depan kamera.

Pada akhirnya, Venezuela adalah cermin dari paradoks besar dunia modern. Kita berbicara tentang masa depan yang ramah lingkungan, tetapi masih menggenggam erat sumber daya lama.

Kita mengagungkan baterai, tetapi belum mampu melepaskan diri dari minyak. Selama kontradiksi ini belum diselesaikan, topeng hijau akan terus dipakai, sementara perebutan energi tetap berlangsung di balik layer.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Menhan Ungkap Asal Muasal...
Menhan Ungkap Asal Muasal Amerika Serikat Ajukan Overflight Access ke Indonesia
Manuver Dua Kaki China...
Manuver Dua Kaki China di Panggung Global
Menkomdigi Tegaskan...
Menkomdigi Tegaskan Pertukaran Data dengan AS Bukan Data Kependudukan
Pakar Hubungan Internasional:...
Pakar Hubungan Internasional: China Punya Kepentingan Redam Konflik AS-Iran
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Rekomendasi
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Tiwi/Fadia Gugur di Perempat Final
Berita Terkini
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved