Topeng Hijau Amerika dan Daya Tarik Venezuela

Jum'at, 09 Januari 2026 - 16:17 WIB
loading...
Topeng Hijau Amerika...
Andi Setyo Pambudi, Mahasiswa Doktoral Manajemen Berkelanjutan, Perbanas Institute. Foto/Dok.Pribadi
A A A
Andi Setyo Pambudi
Mahasiswa Doktoral Manajemen Berkelanjutan, Perbanas Institute

DI PANGGUNG global, narasi transisi energi terdengar semakin meyakinkan. Dunia diajak meninggalkan energi fosil dan beralih ke sumber energi bersih. Amerika Serikat tampil sebagai salah satu pengusung paling vokal, mempromosikan kendaraan listrik, panel surya, dan teknologi hijau sebagai simbol masa depan.

Di berbagai forum internasional, pesan yang disampaikan terdengar lugas dan optimistis. Minyak dianggap masa lalu, sementara baterai disebut sebagai jawaban zaman.

Namun, di balik retorika hijau tersebut, tersimpan kontradiksi yang sulit diabaikan. Jika energi fosil benar benar hendak ditinggalkan, mengapa Venezuela justru tetap menjadi sasaran tekanan geopolitik yang begitu intens. Sanksi ekonomi, manuver diplomatik, hingga operasi intelijen terus diarahkan ke negara Amerika Latin itu.

Pertanyaannya sederhana, tetapi tajam. Mengapa sebuah negara yang sering dilabeli gagal masih begitu penting bagi negara adikuasa.

Jawabannya tidak terletak pada isu demokrasi atau stabilitas politik semata. Ia berada pada ranah yang lebih teknis dan dingin.

Geopolitik tidak digerakkan oleh idealisme lingkungan, melainkan oleh kebutuhan nyata akan energi, logistik industri, dan keamanan strategis. Dalam dunia nyata, transisi energi bukanlah saklar yang bisa dimatikan dan dinyalakan sesuka hati.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Menhan Ungkap Asal Muasal...
Menhan Ungkap Asal Muasal Amerika Serikat Ajukan Overflight Access ke Indonesia
Manuver Dua Kaki China...
Manuver Dua Kaki China di Panggung Global
Menkomdigi Tegaskan...
Menkomdigi Tegaskan Pertukaran Data dengan AS Bukan Data Kependudukan
Pakar Hubungan Internasional:...
Pakar Hubungan Internasional: China Punya Kepentingan Redam Konflik AS-Iran
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Rekomendasi
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
Pengadilan Tolak Seluruh...
Pengadilan Tolak Seluruh Gugatan Nikita Mirzani, Reza Gladys Menang Telak
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Berita Terkini
Harta Kekayaan Silmy...
Harta Kekayaan Silmy Karim Rp234,5 Miliar, Kini Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan
Saiful Mujani Diperiksa...
Saiful Mujani Diperiksa soal Penghasutan, Todung Mulya Lubis: Ini Absurd
Sony Sanjaya Tulis Pesan...
Sony Sanjaya Tulis Pesan untuk Kepala BGN Nanik S Deyang Sebelum Ditahan, Apa Isinya?
KPK Segel Rumah Wamen...
KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim
Dadan Hindayana Cs Tersangka...
Dadan Hindayana Cs Tersangka Korupsi, Politikus PDIP Sebut Bolak-balik Singgung Kelemahan Tata Kelola MBG
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Tersangka Kasus Pemerasan Ratusan Miliar
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved