Waspadai Krisis Ekologi Dunia dan Turbulensi Global
Rabu, 31 Desember 2025 - 23:06 WIB
loading...
A
A
A
Said Aqil yang juga Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menegaskan berbagai upaya dan percepatan ikhtiar lahir yang harus disegerakan dan yang terpenting dan tidak boleh dilupakan Indonesia harus melakukan konsolidasi spiritual dengan menggerakkan kekuatan doa dan ikhtiar batiniyah, rekayasa kosmik spiritual, memperbanyak sedekah kepada sesama, sedekah kepada alam dan bumi, serta memperkuat kembali nilai-nilai spiritual dan keimanan agar Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa melindungi bangsa dan negara Indonesia dari segala hal-hal yang tidak diinginkan.
Dalam pernyataan pers tersebut LPOI menegaskan sikap dan keprihatinannya sebagai berikut:
1. Bencana yang telah melanda di tanah air akhir-akhir ini adalah teguran keras dari Allah SWT atas kelalaian dan kurangnya kepedulian kita atas mandat ekologis yang telah dititahkan. Saatnya kita harus berani mengakui bahwa bencana ini adalah bencana bagi bangsa Indonesia dan semua warga bangsa Indonesia harus lebih sigap dan bersama-sama bahu membahu dengan pemerintah untuk melakukan percepatan penanganan bencana (disaster management) dan percepatan pemulihan (disaster recovery) serta mendorong semua pihak untuk lebih peduli dan bergotong royong dengan tanpa saling menyalahkan. Saatnya kita percepat pembangunan dan peningkatan daya tahan terhadap bencana (building a disaster-resilient future) sehingga Indonesia lebih tangguh menghadapi bencana.
2. Saatnya kita percepat konsolidasi nasional (national consolidation) dalam bingkai konsolidasi ekologi, konsolidasi sosial dan konsolidasi ekonomi serta konsolidasi spiritual, agar bangsa Indonesia senantiasa siap dan siaga dalam menghadapi kemungkinan terjadinya krisis ekologi, krisis sosial, krisis ekonomi dan krisis politik global yang akan berdampak bagi Indonesia.
3. Mengantisipasi kemungkinan terjadinya turbulensi global, kewaspadaan nasional dan peningkatan sistem deteksi dini serta kesetiakawanan nasional harus ditingkatkan, serta sistem pertahanan rakyat semesta harus ditingkatkan agar Indonesia tetap bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Jangan beri sedikit pun ruang bagi pemecah belah NKRI. LPOI mendesak percepatan implementasi kesukarelaan bela negara.
4. Mendesak kepada penyelenggara negara untuk melakukan doa bersama untuk keselamatan negara dan melakukan penggalangan solidaritas sosial secara lebih massif dan menyeluruh di semua daerah di Indonesia. Sebagai bangsa yang Berketuhanan Yang Maha Esa tidak boleh mengesampingkan ikhtiar spiritual. Karena doa adalah perisai dan benteng spiritual terpenting bagi keselamatan bangsa dan negara Indonesia. Mendesak kepada penyelenggara negara untuk lebih mengapresiasi, memfasilitasi dan merekognisi ormas-ormas keagamaan dan lembaga masyarakat sipil yang telah berjasa dan berkontribusi terhadap bangsa dan negara.
5. Mendesak kepada semua korporasi pengelola sumber daya alam di Indonesia, dengan tanpa terkecuali, untuk bertanggung jawab melakukan percepatan pemulihan lingkungan (environmental recovery) dan memberikan kontribusi nyata terhadap biaya pemulihan bencana (disaster recovery), yang harus dicatatkan di buku catatan keuangan negara secara resmi. Mendesak kepada apara penegak hukum untuk melakukan penindakan secara tegas terhadap korporasi pengelola sumber daya alam yang melakukan perusakan lingkungan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
6. Mendesak kepada penyelenggara negara, kepada semua organisasi masyarakat sipil dan kepada ormas-ormas keagamaan untuk lebih terbuka, lebih intensif melakukan dialog strategis untuk mensolusikan berbagai problematika kebangsaan indonesia. Pintu dialog harus dibuka selebar-lebarnya agar semua pihak dapat menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhannya secara transparan.
7. Mendesak kepada penyelenggara negara untuk melakukan percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berorientasi pada sektor ekonomi kerakyatan, serta melakukan pemihakan secara nyata terhadap sektor riil, mendorong inovasi dan progresivitas pemasaran produk dalam negeri di pasar global. Membangun kesiapan dan kesigapan dalam menarik sebanyak banyaknya investasi, yang berorintasi pada produktivitas dan penyerapan tenaga kerja dalam negeri untuk kemajuan Indonesia.
Dalam pernyataan pers tersebut LPOI menegaskan sikap dan keprihatinannya sebagai berikut:
1. Bencana yang telah melanda di tanah air akhir-akhir ini adalah teguran keras dari Allah SWT atas kelalaian dan kurangnya kepedulian kita atas mandat ekologis yang telah dititahkan. Saatnya kita harus berani mengakui bahwa bencana ini adalah bencana bagi bangsa Indonesia dan semua warga bangsa Indonesia harus lebih sigap dan bersama-sama bahu membahu dengan pemerintah untuk melakukan percepatan penanganan bencana (disaster management) dan percepatan pemulihan (disaster recovery) serta mendorong semua pihak untuk lebih peduli dan bergotong royong dengan tanpa saling menyalahkan. Saatnya kita percepat pembangunan dan peningkatan daya tahan terhadap bencana (building a disaster-resilient future) sehingga Indonesia lebih tangguh menghadapi bencana.
2. Saatnya kita percepat konsolidasi nasional (national consolidation) dalam bingkai konsolidasi ekologi, konsolidasi sosial dan konsolidasi ekonomi serta konsolidasi spiritual, agar bangsa Indonesia senantiasa siap dan siaga dalam menghadapi kemungkinan terjadinya krisis ekologi, krisis sosial, krisis ekonomi dan krisis politik global yang akan berdampak bagi Indonesia.
3. Mengantisipasi kemungkinan terjadinya turbulensi global, kewaspadaan nasional dan peningkatan sistem deteksi dini serta kesetiakawanan nasional harus ditingkatkan, serta sistem pertahanan rakyat semesta harus ditingkatkan agar Indonesia tetap bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Jangan beri sedikit pun ruang bagi pemecah belah NKRI. LPOI mendesak percepatan implementasi kesukarelaan bela negara.
4. Mendesak kepada penyelenggara negara untuk melakukan doa bersama untuk keselamatan negara dan melakukan penggalangan solidaritas sosial secara lebih massif dan menyeluruh di semua daerah di Indonesia. Sebagai bangsa yang Berketuhanan Yang Maha Esa tidak boleh mengesampingkan ikhtiar spiritual. Karena doa adalah perisai dan benteng spiritual terpenting bagi keselamatan bangsa dan negara Indonesia. Mendesak kepada penyelenggara negara untuk lebih mengapresiasi, memfasilitasi dan merekognisi ormas-ormas keagamaan dan lembaga masyarakat sipil yang telah berjasa dan berkontribusi terhadap bangsa dan negara.
5. Mendesak kepada semua korporasi pengelola sumber daya alam di Indonesia, dengan tanpa terkecuali, untuk bertanggung jawab melakukan percepatan pemulihan lingkungan (environmental recovery) dan memberikan kontribusi nyata terhadap biaya pemulihan bencana (disaster recovery), yang harus dicatatkan di buku catatan keuangan negara secara resmi. Mendesak kepada apara penegak hukum untuk melakukan penindakan secara tegas terhadap korporasi pengelola sumber daya alam yang melakukan perusakan lingkungan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
6. Mendesak kepada penyelenggara negara, kepada semua organisasi masyarakat sipil dan kepada ormas-ormas keagamaan untuk lebih terbuka, lebih intensif melakukan dialog strategis untuk mensolusikan berbagai problematika kebangsaan indonesia. Pintu dialog harus dibuka selebar-lebarnya agar semua pihak dapat menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhannya secara transparan.
7. Mendesak kepada penyelenggara negara untuk melakukan percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berorientasi pada sektor ekonomi kerakyatan, serta melakukan pemihakan secara nyata terhadap sektor riil, mendorong inovasi dan progresivitas pemasaran produk dalam negeri di pasar global. Membangun kesiapan dan kesigapan dalam menarik sebanyak banyaknya investasi, yang berorintasi pada produktivitas dan penyerapan tenaga kerja dalam negeri untuk kemajuan Indonesia.
Lihat Juga :