Waspadai Krisis Ekologi Dunia dan Turbulensi Global

Rabu, 31 Desember 2025 - 23:06 WIB
loading...
Waspadai Krisis Ekologi...
Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) KH Said Aqil Siroj. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Krisis Lingkungan Hidup dan Fenomena Bencana Ekologis (ecological crisis and disaster) telah memicu kerusakan di berbagai bidang dan telah nyata merugikan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Fakta ketegangan politik antar blok-blok peradaban serta fenomena persaingan persenjataan antar kekuatan global (political tensions and arms race) telah memasuki babak baru yang berpotensi kuat memicu terjadinya perang dan konflik berkepanjangan.

Perlambatan ekonomi global yang berpotensi menjadi priode krisis ekonomi terburuk (slowing growth and economic crisis) yang harus diantisipasi bersama.

Baca juga: Kesadaran Kolektif Ekoteologis: Perspektif Islam dalam Merespons Krisis Lingkungan di Indonesia

Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) sebagai Asosiasi Ormas Islam Indonesia terpanggil untuk menyerukan kepada seluruh stakeholders bangsa untuk lebih mewaspadai kondisi ancaman, tantangan dan gangguan serta hambatan global yang berpotensi merugikan Indonesia, serta mendesak untuk segera mengambil langkah langkah nyata untuk melakukan antisipasi dan mitigasi secara lebih presisi.

Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) KH Said Aqil Siroj mengatakan, seluruh pemangku kepentingan di Indonesia, khususnya penyelenggara negara, harus lebih waspada dan lebih sigap lagi dalam mengantisipasi dan melakukan mitigasi terhadap ancaman dan tantangan krisis ekologi dunia dan turbulensi global yang berpeluang menekan Indonesia pada situasi dan kondisi yang tidak menguntungkan.

“Seluruh warga bangsa hendaknya lebih solid dalam memperkuat solidaritas sosial dan meneguhkan kembali komitmen kebangsaan agar tidak mudah dipecah belah oleh siapa pun di saat krisis melanda,” ujar Said Aqil.

Spirit gotong royong, kepedulian sosial, produktivitas dan inovasi di berbagai bidang harus dipercepat agar daya tahan dan daya dukung sosial, ekonomi dan ekologi dapat di perkuat.

Mantan Ketua Umum PBNU itu menjelaskan kini saatnya kita percepat konsolidasi ekologi dengan melakukan pemulihan ekosistem, mewujudkan keadilan ekologis, dan mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan dan arif seta bijaksana dengan mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan secara holistik sebelum semuanya terlambat.

Konsolidasi sosial dengan melakukan penguatan ikatan dan nilai-nilai bersama dalam struktur sosial untuk menciptakan satu kesatuan warga negara Indonesia yang lebih solid harus terus menerus di lakukan. Konsolidasi ekonomi nasional dengan memperkuat stabilitas, efisiensi, dan daya saing ekonomi Indonesia perlu dipercepat di samping mendesaknya berbagai upaya penguatan produktivitas sektor riil dan progresivitas ekonomi kerakyatan yang harus menjadi prioritas utama, agar benar benar mampu menjadi sokoguru ekonomi nasional dan dapat mengurangi ketergantungan global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Brigjen Pol Irhamni:...
Brigjen Pol Irhamni: Kolaborasi Aparat Penegak Hukum Jadi Kunci Jerat Mafia Lingkungan
Terima Bantuan Ambulans...
Terima Bantuan Ambulans dari Korpri, Tito: Sangat Berarti bagi Masyarakat Terdampak Bencana Sumatera
Aliansi Mahasiswa Menjawab...
Aliansi Mahasiswa Menjawab Desak Penguatan Pasal 33 UUD 1945 Hadapi Tantangan Global
Pasar Global Meluas,...
Pasar Global Meluas, UMKM Wajib Perluas Jangkauan dan Kompetitif
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Delapan Fraksi Setujui...
Delapan Fraksi Setujui RUU PFII, Indonesia Didorong Jadi Pusat Keuangan Global
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
AllianzGI Sebut Pasar...
AllianzGI Sebut Pasar Global Masih Resilien, Seleksi Aset Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
Rekomendasi
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
Purbaya Sebut Penyaluran...
Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo
Berita Terkini
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved