Libur Natal dan Tahun Baru, Kemenag Siapkan 6.919 Masjid Ramah Pemudik
Rabu, 24 Desember 2025 - 09:52 WIB
loading...
A
A
A
“Jika memungkinkan, sediakan kopi atau minuman hangat bagi para pengemudi agar tidak mengantuk. Kehadiran masjid sebagai tempat istirahat terbukti mampu menurunkan angka kecelakaan hingga 50% pada musim mudik sebelumnya,” ungkapnya.
Baca juga: 31 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri Pertengahan Desember 2025, Ini Daftar Namanya
Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad menjelaskan, momentum akhir tahun memiliki dimensi keagamaan sekaligus sosial kemasyarakatan. Di satu sisi, umat Nasrani merayakan Natal sebagai ibadah, sementara di sisi lain terdapat momentum libur sekolah dan libur Tahun Baru yang dinikmati seluruh masyarakat.
“Sebagaimana Idulfitri, ada aspek yang bersifat syariat dan ada pula yang bersifat sosial kemasyarakatan. Mudik dan liburan merupakan fenomena sosial yang dinikmati bersama oleh seluruh masyarakat,” katanya
Abu Rokhmad mengatakan, pembukaan masjid untuk melayani para musafir pada momentum Nataru merupakan bagian dari praktik keagamaan yang patut didukung. “Kita semua pada hakikatnya adalah musafir. Ketika masjid dibuka dan dimanfaatkan layanannya, itu merupakan praktik keagamaan yang bernilai luhur,” tegasnya.
Abu Rokhmad menambahkan, ke depan, Kemenag akan menyiapkan program Masjid Ramah Pemudik secara lebih matang, termasuk untuk menyambut arus mudik Lebaran Idulfitri. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung program tersebut. “Kerukunan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” pungkasnya.
Baca juga: 31 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri Pertengahan Desember 2025, Ini Daftar Namanya
Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad menjelaskan, momentum akhir tahun memiliki dimensi keagamaan sekaligus sosial kemasyarakatan. Di satu sisi, umat Nasrani merayakan Natal sebagai ibadah, sementara di sisi lain terdapat momentum libur sekolah dan libur Tahun Baru yang dinikmati seluruh masyarakat.
“Sebagaimana Idulfitri, ada aspek yang bersifat syariat dan ada pula yang bersifat sosial kemasyarakatan. Mudik dan liburan merupakan fenomena sosial yang dinikmati bersama oleh seluruh masyarakat,” katanya
Abu Rokhmad mengatakan, pembukaan masjid untuk melayani para musafir pada momentum Nataru merupakan bagian dari praktik keagamaan yang patut didukung. “Kita semua pada hakikatnya adalah musafir. Ketika masjid dibuka dan dimanfaatkan layanannya, itu merupakan praktik keagamaan yang bernilai luhur,” tegasnya.
Abu Rokhmad menambahkan, ke depan, Kemenag akan menyiapkan program Masjid Ramah Pemudik secara lebih matang, termasuk untuk menyambut arus mudik Lebaran Idulfitri. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung program tersebut. “Kerukunan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” pungkasnya.
Lihat Juga :