Menguatkan Perempuan, Mengokohkan Peradaban Bangsa

Senin, 22 Desember 2025 - 13:42 WIB
loading...
Menguatkan Perempuan,...
Dr. Ariani Selviana Pardosi, M.Pd, Pengajar dan Pemerhati Pendidikan Keluarga. Foto/Dok. SindoNews
A A A
Dr. Ariani Selviana Pardosi, M.Pd.
Pengajar dan Pemerhati Pendidikan Keluarga

WACANA tentang perempuan kerap berhenti pada dua kutub ekstrem yakni glorifikasi peran domestik atau tuntutan kesetaraan struktural. Keduanya penting, namun belum menyentuh akar persoalan. Hal fundamental yang sering luput dari perhatian publik adalah perempuan sebagai penjaga kualitas generasi.

Dalam berbagai forum diskusi, topik tentang kontribusi perempuan dalam pembangunan, kesetaraan gender, dan emansipasi kerap mendominasi, tetapi penguatan perempuan sebagai agenda peradaban justru belum ditempatkan sebagai prioritas. Padahal, kualitas masa depan bangsa sangat ditentukan oleh sejauh mana perempuan dikuatkan dalam peran strategisnya membentuk generasi.

Bangsa yang besar tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi, kemajuan teknologi, atau stabilitas politik, tetapi oleh kualitas manusia yang dibentuk sejak awal kehidupan. Dalam proses inilah perempuan hadir paling awal dan paling dekat.

Perempuan bukan hanya melahirkan kehidupan, tetapi menjaga kualitas kehidupan melalui penanaman nilai, pembentukan karakter, kematangan emosi, dan arah hidup generasi. Karena kepemimpinan bangsa akan selalu beralih ke generasi berikutnya, mengabaikan proses pembentukan generasi sama artinya dengan mempertaruhkan masa depan Indonesia.

Perempuan dan Arah Kualitas Bangsa
Perempuan bukan sekadar bagian dari populasi, melainkan penentu arah kualitas generasi. Dalam keluarga, perempuan berperan sebagai pendidik pertama sekaligus penjaga iklim emosional. Ungkapan bahwa ibu adalah guru pertama dan utama bukan sekadar slogan, melainkan refleksi dari realitas pengasuhan sejak usia dini.

Banyak figur besar lahir dari proses didikan seorang ibu yang hadir secara konsisten dalam pembentukan nilai, karakter, dan emosi anak. Bukan untuk meniadakan peran ayah, tetapi karena dalam banyak keluarga, ibu memiliki intensitas interaksi yang lebih tinggi pada fase awal kehidupan anak, sehingga pengaruhnya menjadi sangat menentukan.

Sejumlah pemikir menempatkan peran perempuan sebagai elemen kunci dalam pembentukan masyarakat yang baik. Filsuf China Confucius, misalnya, menegaskan bahwa harmoni sosial berakar dari keluarga.

Pandangan ini menempatkan perempuan sebagai penjaga etika, tata krama, dan keseimbangan moral rumah tangga. Ketika keluarga rapuh, masyarakat ikut rapuh; dan ketika perempuan di dalam keluarga tidak dikuatkan, bangsa sesungguhnya sedang menanam benih krisis jangka panjang.

Gagasan ini sejalan dengan pemikiran Ellen G. White, penulis dan pemikir religius, yang menyebut pekerjaan seorang ibu sebagai pekerjaan yang sangat penting dan kudus, bahkan menyebut ibu sebagai ratu di rumah yang pengaruhnya membentuk kehidupan anak-anaknya. Pernyataan ini menegaskan bahwa penguatan perempuan bukan semata soal hak, melainkan juga panggilan dan tanggung jawab moral lintas generasi. Maka, membicarakan masa depan bangsa tanpa membicarakan penguatan perempuan adalah diskursus yang timpang.

Perempuan di Persimpangan Zaman
Di tengah meningkatnya kesadaran global tentang peran strategis perempuan, realitas yang dihadapi perempuan hari ini justru semakin kompleks. Di satu sisi, akses perempuan terhadap pendidikan dan ruang publik menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
Pembiayaan dan Pemberdayaan...
Pembiayaan dan Pemberdayaan Bantu Perempuan Pengusaha Ultra Mikro Naik Kelas
PNM-Kementerian PPPA...
PNM-Kementerian PPPA Berdayakan Perempuan melalui Pendampingan Usaha di NTT
Rekomendasi
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
10 Penembak Jitu Terbaik...
10 Penembak Jitu Terbaik di Dunia, Salah Satunya Sniper Perempuan Soviet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved