Jarnas Pemuda Hijau Tekankan Pentingnya Pelestarian Lingkungan
Senin, 22 Desember 2025 - 10:19 WIB
loading...
A
A
A
Apresiasi juga datang dari Kaprodi Program Doktoral PKLH UNJ Prof Henita Rahmayanti yang menyampaikan apresiasi kepada Jaringan Nasional Pemuda Hijau atas inisiatif menghadirkan ruang refleksi dan dialog bagi Pemuda Indonesia. Dia mengatakan saat ini Indonesia menghadapi tantangan kependudukan dan lingkungan yang sangat kompleks. Mulai dari pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan ekologi.
Ia mengatakan pengelolaan penduduk yang efektif, yang mencakup perencanaan tata ruang berkelanjutan, pendidikan, akses terhadap layanan kesehatan reproduksi, dan kebijakan pembangunan yang ramah lingkungan, sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekologis dan memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang. "Kependudukan dan lingkungan merupakan dua aspek yang saling berkaitan. Lingkungan yang rusak berdampak langsung terhadap kualitas hidup dan ketahanan keluarga. Sementara pengelolaan penduduk yang tidak tepat akan berpengaruh terhadap lingkungan," jelasnya.
Karena itu, lanjut dia, apa yang digagas Jarnas Pemuda Hijau menjadi langkah penting untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2025. "Sementara pemuda menterjemahkan dalam aksi nyata di masyarakat. Program Studi Doktoral Ilmu Kependudukan dan Lingkungan Hidup membuka ruang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian dan aksi ekologis bersama komunitas pemuda," imbuhnya.
Ia berharap seminar ini tak sekadar seremonial tapi ada tindak lanjut aksi nyata yang berdampak luas bagi masyarakat. Pemuda, kata dia, menjadi agen perubahan yang mampu menjaga lingkungan dan memperkuat ketahanan keluarga untuk masa depan Indonesia.
"Seminar ini memberi inspirasi dan memperkuat komitmen bersama menuju Indonesia 2045. Semoga setiap angkatan selalu ada mahasiswa seperti pak Borlak (Ketua Umum Jarnas Pemuda Hijau) melalui gerakan jaringan pemuda hijau," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Jaringan Nasional Pemuda Hijau (Jarnas PH) G. Borlak mengatakan seminar ini menjadi gerakan moral untuk membangkitkan kembali semangat dan kepedulian orang muda terhadap isi kependudukan dan lingkungan hidup. Ia menuturkan, orang muda mempunyai peran penting dalam menjaga kelestarian dan keutuhan alam.
Karena itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk merefleksi sejauh mana peran dan kontribusi pemuda dalam merawat bumi. Borlak yang merupakan mahasiswa Doktoral Ilmu Kependudukan dan lingkungan Hidup UNJ ini menegaskan bahwa gerakan tidak sekedar retorika dan seremonial. Tapi harus konkret dan nyata.
"Penanaman Pohon telah kami lakukan di Cirebon dan Sukabumi. Penanaman ribuan pohon sebagai mitigasi lingkungan. Kemudian secara databased akan ada Gerakan 5.000 KTA. Ini akan menjadi fondasi penting dalam membangun konsolidasi pemuda hijau yang solid, terorganisir, dan berorientasi pada aksi nyata di seluruh Indonesia," ungkapnya.
Ia mengatakan pengelolaan penduduk yang efektif, yang mencakup perencanaan tata ruang berkelanjutan, pendidikan, akses terhadap layanan kesehatan reproduksi, dan kebijakan pembangunan yang ramah lingkungan, sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekologis dan memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang. "Kependudukan dan lingkungan merupakan dua aspek yang saling berkaitan. Lingkungan yang rusak berdampak langsung terhadap kualitas hidup dan ketahanan keluarga. Sementara pengelolaan penduduk yang tidak tepat akan berpengaruh terhadap lingkungan," jelasnya.
Karena itu, lanjut dia, apa yang digagas Jarnas Pemuda Hijau menjadi langkah penting untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2025. "Sementara pemuda menterjemahkan dalam aksi nyata di masyarakat. Program Studi Doktoral Ilmu Kependudukan dan Lingkungan Hidup membuka ruang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian dan aksi ekologis bersama komunitas pemuda," imbuhnya.
Ia berharap seminar ini tak sekadar seremonial tapi ada tindak lanjut aksi nyata yang berdampak luas bagi masyarakat. Pemuda, kata dia, menjadi agen perubahan yang mampu menjaga lingkungan dan memperkuat ketahanan keluarga untuk masa depan Indonesia.
"Seminar ini memberi inspirasi dan memperkuat komitmen bersama menuju Indonesia 2045. Semoga setiap angkatan selalu ada mahasiswa seperti pak Borlak (Ketua Umum Jarnas Pemuda Hijau) melalui gerakan jaringan pemuda hijau," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Jaringan Nasional Pemuda Hijau (Jarnas PH) G. Borlak mengatakan seminar ini menjadi gerakan moral untuk membangkitkan kembali semangat dan kepedulian orang muda terhadap isi kependudukan dan lingkungan hidup. Ia menuturkan, orang muda mempunyai peran penting dalam menjaga kelestarian dan keutuhan alam.
Karena itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk merefleksi sejauh mana peran dan kontribusi pemuda dalam merawat bumi. Borlak yang merupakan mahasiswa Doktoral Ilmu Kependudukan dan lingkungan Hidup UNJ ini menegaskan bahwa gerakan tidak sekedar retorika dan seremonial. Tapi harus konkret dan nyata.
"Penanaman Pohon telah kami lakukan di Cirebon dan Sukabumi. Penanaman ribuan pohon sebagai mitigasi lingkungan. Kemudian secara databased akan ada Gerakan 5.000 KTA. Ini akan menjadi fondasi penting dalam membangun konsolidasi pemuda hijau yang solid, terorganisir, dan berorientasi pada aksi nyata di seluruh Indonesia," ungkapnya.
Lihat Juga :