Jarnas Pemuda Hijau Tekankan Pentingnya Pelestarian Lingkungan
Senin, 22 Desember 2025 - 10:19 WIB
loading...
A
A
A
Borlak mengajak semua komponen bangsa Indonesia untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan hidup dengan menanam pohon. "Satu pohon kita telah menyelamatkan masa depan Indonesia. Kegiatan ini juga sebagai aksi konkrit mendukung pemerintah mewujudkan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045," ungkapnya.
Sekretaris Umum Jarnas Pemuda Hijau Martinus Laba Uung menekankan bahwa gerakan ini bukan sekadar penguatan administratif, tetapi investasi sosial jangka panjang untuk membangun pemuda yang memiliki komitmen, kapasitas, dan keberlanjutan dalam menjaga lingkungan hidup dan ketahanan keluarga Indonesia sebagai komunitas terkecil dalam masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan Deklarasi Jarnas Pemuda Hijau, yang memuat komitmen bersama pemuda Indonesia untuk berperan aktif dalam pelestarian lingkungan hidup, pengelolaan kependudukan berkelanjutan, serta penguatan ketahanan keluarga sebagai pilar menuju Indonesia Emas 2045.
"Melalui seminar nasional ini, Jarnas Pemuda Hijau yang diinisiasi mahasiswa Doktoral Program Ilmu Kependudukan dan Lingkungan Hidup, menegaskan posisinya sebagai wadah konsolidasi pemuda nasional yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak nyata bagi lingkungan hidup dan masa depan bangsa," ungkapnya.
Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, di antaranya Andi Susanto (Asisten Deputi Bina Kepemudaan Pusat dan Daerah pada Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora), Munawar Asikin (Dosen dan Analisis Kependudukan UNJ), Samadi (Koordinator Program Studi Pendidikan Geografi UNJ), dan G. Borlak (Ketua Umum Jaringan Nasional Pemuda Hijau)
Seminar ini juga dihadiri berbagai pengurus dan Penasihat Jaringan Nasional Pemuda Hijau di antaranya Yacobus "Jack" Bouk (Ketua Dewan Penasihat), Minche Pieter (Dewan Penasehat), Lily Tandjung (Dewan Penasehat), dan Ketua Jarnas Pemuda Hijau Sukabumi Dani Abdilah.
Sekretaris Umum Jarnas Pemuda Hijau Martinus Laba Uung menekankan bahwa gerakan ini bukan sekadar penguatan administratif, tetapi investasi sosial jangka panjang untuk membangun pemuda yang memiliki komitmen, kapasitas, dan keberlanjutan dalam menjaga lingkungan hidup dan ketahanan keluarga Indonesia sebagai komunitas terkecil dalam masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan Deklarasi Jarnas Pemuda Hijau, yang memuat komitmen bersama pemuda Indonesia untuk berperan aktif dalam pelestarian lingkungan hidup, pengelolaan kependudukan berkelanjutan, serta penguatan ketahanan keluarga sebagai pilar menuju Indonesia Emas 2045.
"Melalui seminar nasional ini, Jarnas Pemuda Hijau yang diinisiasi mahasiswa Doktoral Program Ilmu Kependudukan dan Lingkungan Hidup, menegaskan posisinya sebagai wadah konsolidasi pemuda nasional yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak nyata bagi lingkungan hidup dan masa depan bangsa," ungkapnya.
Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, di antaranya Andi Susanto (Asisten Deputi Bina Kepemudaan Pusat dan Daerah pada Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora), Munawar Asikin (Dosen dan Analisis Kependudukan UNJ), Samadi (Koordinator Program Studi Pendidikan Geografi UNJ), dan G. Borlak (Ketua Umum Jaringan Nasional Pemuda Hijau)
Seminar ini juga dihadiri berbagai pengurus dan Penasihat Jaringan Nasional Pemuda Hijau di antaranya Yacobus "Jack" Bouk (Ketua Dewan Penasihat), Minche Pieter (Dewan Penasehat), Lily Tandjung (Dewan Penasehat), dan Ketua Jarnas Pemuda Hijau Sukabumi Dani Abdilah.
(rca)
Lihat Juga :