Tim Reformasi Polri Diingatkan Tidak Memicu Kegaduhan Politik
Minggu, 21 Desember 2025 - 07:37 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, hal tersebut keluar dari mandat utama reformasi institusional. Dia menilai reformasi Polri seharusnya dikembalikan ke mekanisme formal melalui DPR dalam kerangka trias politica.
“Kalau tim reformasi terlalu laju, tapi rekomendasinya tidak dijalankan, itu bisa jadi ‘gorengan politik’ yang berbahaya,” imbuhnya.
Faizal juga menyoroti komposisi dan desain kelembagaan tim reformasi yang dinilainya lemah secara kepemimpinan. Menurut dia, penempatan Kapolri aktif sebagai anggota tim yang diketuai figur non-struktural berpotensi menimbulkan konflik kewenangan dan resistensi internal.
“Ini rawan gagal sejak desain awal. Reformasi institusi sebesar Polri harus dipimpin dengan kepemimpinan negarawan, bukan permainan opini publik,” jelasnya.
Dia menyarankan Tim Percepatan Reformasi Polri bekerja dengan senyap, sistematis, dan konstitusional. “Jangan menambah kegaduhan. Serahkan hasil yang matang kepada Presiden, bukan membebani Presiden dengan konflik baru,” pungkasnya.
“Kalau tim reformasi terlalu laju, tapi rekomendasinya tidak dijalankan, itu bisa jadi ‘gorengan politik’ yang berbahaya,” imbuhnya.
Faizal juga menyoroti komposisi dan desain kelembagaan tim reformasi yang dinilainya lemah secara kepemimpinan. Menurut dia, penempatan Kapolri aktif sebagai anggota tim yang diketuai figur non-struktural berpotensi menimbulkan konflik kewenangan dan resistensi internal.
“Ini rawan gagal sejak desain awal. Reformasi institusi sebesar Polri harus dipimpin dengan kepemimpinan negarawan, bukan permainan opini publik,” jelasnya.
Dia menyarankan Tim Percepatan Reformasi Polri bekerja dengan senyap, sistematis, dan konstitusional. “Jangan menambah kegaduhan. Serahkan hasil yang matang kepada Presiden, bukan membebani Presiden dengan konflik baru,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :