Hari Migran Internasional, Pemerintah Diminta Perkuat Perlindungan Terhadap PMI
Kamis, 18 Desember 2025 - 18:49 WIB
loading...
A
A
A
Pengamat migran independen Imam Rohmat menyoroti pentingnya program pascapenempatan, seperti reintegrasi PMI ke masyarakat Indonesia.
“Migrasi bukan sekadar pengiriman tenaga kerja, tapi investasi jangka panjang. Keberlanjutan ini bergantung pada kolaborasi antara vokasi, pemerintah, dan swasta,” jelasnya. Ia mengusulkan evaluasi berkala terhadap program SMK Go Global untuk memastikan adaptasi dengan dinamika pasar kerja global.
Poin-poin diskusi secara keseluruhan mendukung penguatan peran Menteri PPMI Mukhtarudin. Para narasumber sepakat kepemimpinan Mukhtarudin, yang baru dilantik September lalu, telah membawa angin segar melalui reformasi BP2MI. “Menteri Mukhtarudin harus terus memperbaiki sistem perlindungan PMI, mulai dari pra-keberangkatan hingga pemulangan,” ucapnya
Imam Rohmat menilai keberlanjutan sebagai kunci sukses kepemimpinan Mukhtarudin. “Penguatan PPMI harus mencakup monitoring jangka panjang, agar target 2026 tidak hanya kuantitas tapi juga kualitas,” katanya. Ia mencontohkan potensi kolaborasi dengan negara mitra seperti Jepang dan Korea untuk pelatihan berkelanjutan, yang akan memperkuat posisi Indonesia sebagai penyedia talenta global.
Dalam diskusi tersebut, mereka menilai perlunya pembentukan daerah pemilihan khusus untuk PMI luar negeri dan evaluasi Bursa Kerja Khusus (BKK). Peserta sepakat bahwa acara ini menjadi momentum untuk mendorong pemerintah terus berinovasi. “Kami berkomitmen mendukung Menteri Mukhtarudin dalam mewujudkan migrasi aman dan bermartabat,” tegas Romadhon.
“Migrasi bukan sekadar pengiriman tenaga kerja, tapi investasi jangka panjang. Keberlanjutan ini bergantung pada kolaborasi antara vokasi, pemerintah, dan swasta,” jelasnya. Ia mengusulkan evaluasi berkala terhadap program SMK Go Global untuk memastikan adaptasi dengan dinamika pasar kerja global.
Poin-poin diskusi secara keseluruhan mendukung penguatan peran Menteri PPMI Mukhtarudin. Para narasumber sepakat kepemimpinan Mukhtarudin, yang baru dilantik September lalu, telah membawa angin segar melalui reformasi BP2MI. “Menteri Mukhtarudin harus terus memperbaiki sistem perlindungan PMI, mulai dari pra-keberangkatan hingga pemulangan,” ucapnya
Imam Rohmat menilai keberlanjutan sebagai kunci sukses kepemimpinan Mukhtarudin. “Penguatan PPMI harus mencakup monitoring jangka panjang, agar target 2026 tidak hanya kuantitas tapi juga kualitas,” katanya. Ia mencontohkan potensi kolaborasi dengan negara mitra seperti Jepang dan Korea untuk pelatihan berkelanjutan, yang akan memperkuat posisi Indonesia sebagai penyedia talenta global.
Dalam diskusi tersebut, mereka menilai perlunya pembentukan daerah pemilihan khusus untuk PMI luar negeri dan evaluasi Bursa Kerja Khusus (BKK). Peserta sepakat bahwa acara ini menjadi momentum untuk mendorong pemerintah terus berinovasi. “Kami berkomitmen mendukung Menteri Mukhtarudin dalam mewujudkan migrasi aman dan bermartabat,” tegas Romadhon.
(cip)
Lihat Juga :