AD/ART dan Kharisma Kiai: Merawat Keseimbangan dalam Organisasi Pendidikan Islam

Selasa, 16 Desember 2025 - 15:51 WIB
loading...
A A A
Pertama, AD/ART tetap diperlukan. Ia memberikan kepastian hukum dan mekanisme penyelesaian sengketa. Pesantren tanpa AD/ART rentan konflik suksesi.

Kedua, AD/ART tidak boleh mematikan kharisma. Aturan harus melayani visi, bukan mengekang pemimpin. AD/ART adalah pelayan, bukan tuan.
Ketiga, kaderisasi harus sistematis. Siapa pengganti kiai ketika wafat? Putra biologis? Santri senior? Pertanyaan ini harus dijawab dengan sistem yang jelas.

Keempat, musyawarah harus menjadi kultur. Kepemimpinan tunggal tidak berarti meniadakan musyawarah. Keduanya harus beriringan.

Kelima, islah adalah jalan pertama. Sebelum mekanisme formal dijalankan, pendekatan kultural berbasis ukhuwah harus diutamakan. Islah lebih efektif dan manusiawi.

Menutup Tahun dengan Harapan


Dinamika PBNU adalah cermin bagi semua organisasi berbasis keislaman. AD/ART yang kuat tanpa legitimasi kharismatik akan kering. Sebaliknya, kharisma tanpa kerangka konstitusional bisa melahirkan kesewenang-wenangan. Keseimbangan adalah kuncinya.

Pesantren adalah warisan peradaban yang tak ternilai. Ia telah melahirkan ulama dan pemimpin bangsa selama berabad-abad. Sebagai organisme hidup, ia harus terus beradaptasi tanpa kehilangan ruhnya.

Kami menutup catatan akhir tahun ini dengan doa: semoga 2026 membawa kedamaian bagi NU, kemajuan bagi pesantren Nusantara, dan keberkahan bagi kita semua yang mengabdi untuk pendidikan Islam.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Forbes NU 26 Sampaikan...
Forbes NU 26 Sampaikan Sembilan Rekomendasi ke PBNU
Gus Aab Nilai NU Butuh...
Gus Aab Nilai NU Butuh Kiai Zulfa yang Mampu Hubungkan Turats dengan Persoalan Kekinian
Kiai Said Aqil Anggap...
Kiai Said Aqil Anggap Kitab Kiai Zulfa sebagai Ruh Perjuangan NU Masa Depan
Jelang Muktamar ke-35...
Jelang Muktamar ke-35 NU, Nama KH Zulfa Mustofa Masuk Bursa Calon Ketum PBNU
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Bawa Delegasi PBNU-Muhammadiyah ke Pemakaman Ali Khamenei
Nahdlatul Ulama dan...
Nahdlatul Ulama dan Kesejahteraan Sosial
Tutup Kaderisasi Nasional...
Tutup Kaderisasi Nasional 2026, Ansor Canangkan Cetak Biru Kepemimpinan Nasional
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
Tangis Celine Evangelista...
Tangis Celine Evangelista saat Antar Jemima Guri ke Pesantren
Rekomendasi
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
Kenang Momen Terakhir,...
Kenang Momen Terakhir, Putri Temon Ungkap Perubahan Sikap Sang Ayah saat Hadiri Wisudanya
Konservasi Gajah Masuk...
Konservasi Gajah Masuk Babak Baru, IUCN Apresiasi Kebijakan Menhut
Berita Terkini
RUU Perampasan Aset,...
RUU Perampasan Aset, Batas Kewenangan Aparat Penegak Hukum Jadi Poin Krusial
KY Gandeng PPATK Telusuri...
KY Gandeng PPATK Telusuri Transaksi Mencurigakan Hakim
Kapolri dan Pejabat...
Kapolri dan Pejabat Utama Polri Sambangi Kejagung, Ada Apa?
Polda Metro Tepis Selundupkan...
Polda Metro Tepis Selundupkan Pasal 32 UU ITE untuk Jerat Roy Suryo
27 Orang Tewas Akibat...
27 Orang Tewas Akibat Kebakaran di Bar Bangkok, Kemlu: Tidak Ada Korban WNI
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, Partai Ummat Siapkan Struktur Baru Jelang Verifikasi KPU
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved