AD/ART dan Kharisma Kiai: Merawat Keseimbangan dalam Organisasi Pendidikan Islam

Selasa, 16 Desember 2025 - 15:51 WIB
loading...
A A A
Di Al-Suffah tidak ada kebingungan. Ketika sahabat ingin bertanya, mereka tahu harus menemui siapa. Ketika ada keputusan, mereka tahu siapa yang berwenang. Semuanya bermuara pada satu titik: Rasulullah SAW.

Namun kepemimpinan tunggal bukan berarti otoriter. Rasulullah justru paling sering bermusyawarah. Beliau pernah mengikuti pendapat mayoritas sahabat dalam Perang Uhud meski berbeda dengan pandangannya. Inilah kepemimpinan tunggal yang musyawaratif: ada kejelasan rujukan akhir, tetapi prosesnya tetap partisipatif.

KH. Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama, pernah berpesan: Hendaklah seorang pemimpin itu bersikap adil, bermusyawarah dalam urusan, dan tidak sewenang-wenang dalam memutuskan perkara. Pesan ini relevan hingga hari ini.

Untuk memahami tegangan antara AD/ART dan kharisma kiai, ada tiga teori yang relevan.

Pertama, Teori Otoritas Max Weber. Sosiolog Jerman ini membedakan tiga sumber legitimasi: tradisional (adat dan keturunan), kharismatik (kualitas personal luar biasa), dan legal-rasional (aturan tertulis). Di pesantren, seorang kiai sering memiliki ketiganya sekaligus. Konflik muncul ketika AD/ART (legal-rasional) berbenturan dengan kharisma atau tradisi.

Kedua, Teori Kepemimpinan Transformasional Burns dan Bass. Kiai adalah pemimpin transformasional. Mereka tidak sekadar mengajar ilmu, tetapi membentuk karakter. Hubungan kiai-santri bukan relasi atasan-bawahan yang mekanistik, melainkan ikatan guru-murid yang sarat nilai. AD/ART yang terlalu kaku bisa membunuh dimensi transformasional ini.

Ketiga, Teori Sistem Terbuka von Bertalanffy. Organisasi adalah organisme yang terus berinteraksi dengan lingkungan. Pesantren harus adaptif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri. AD/ART yang baik memberi ruang adaptasi, bukan menjadi penjara yang mengekang.

Dari refleksi ini, kami menarik lima pelajaran bagi pengelola pesantren.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Forbes NU 26 Sampaikan...
Forbes NU 26 Sampaikan Sembilan Rekomendasi ke PBNU
Gus Aab Nilai NU Butuh...
Gus Aab Nilai NU Butuh Kiai Zulfa yang Mampu Hubungkan Turats dengan Persoalan Kekinian
Kiai Said Aqil Anggap...
Kiai Said Aqil Anggap Kitab Kiai Zulfa sebagai Ruh Perjuangan NU Masa Depan
Jelang Muktamar ke-35...
Jelang Muktamar ke-35 NU, Nama KH Zulfa Mustofa Masuk Bursa Calon Ketum PBNU
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Bawa Delegasi PBNU-Muhammadiyah ke Pemakaman Ali Khamenei
Nahdlatul Ulama dan...
Nahdlatul Ulama dan Kesejahteraan Sosial
Tutup Kaderisasi Nasional...
Tutup Kaderisasi Nasional 2026, Ansor Canangkan Cetak Biru Kepemimpinan Nasional
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
Tangis Celine Evangelista...
Tangis Celine Evangelista saat Antar Jemima Guri ke Pesantren
Rekomendasi
Kenang Momen Terakhir,...
Kenang Momen Terakhir, Putri Temon Ungkap Perubahan Sikap Sang Ayah saat Hadiri Wisudanya
Nonton Madagascar: Escape...
Nonton Madagascar: Escape 2 Africa, Ini Link Streaming di VISION+!
Wacana FIFA Ubah Piala...
Wacana FIFA Ubah Piala Dunia Jadi 64 Tim Bikin Heboh
Berita Terkini
RUU Perampasan Aset,...
RUU Perampasan Aset, Batas Kewenangan Aparat Penegak Hukum Jadi Poin Krusial
KY Gandeng PPATK Telusuri...
KY Gandeng PPATK Telusuri Transaksi Mencurigakan Hakim
Kapolri dan Pejabat...
Kapolri dan Pejabat Utama Polri Sambangi Kejagung, Ada Apa?
Polda Metro Tepis Selundupkan...
Polda Metro Tepis Selundupkan Pasal 32 UU ITE untuk Jerat Roy Suryo
27 Orang Tewas Akibat...
27 Orang Tewas Akibat Kebakaran di Bar Bangkok, Kemlu: Tidak Ada Korban WNI
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, Partai Ummat Siapkan Struktur Baru Jelang Verifikasi KPU
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved