AD/ART dan Kharisma Kiai: Merawat Keseimbangan dalam Organisasi Pendidikan Islam

Selasa, 16 Desember 2025 - 15:51 WIB
loading...
AD/ART dan Kharisma...
Tahun 2025 akan segera berganti dan menyisakan pelajaran berharga, salah satunya dari dinamika yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pekan ini. Foto/Dok.
A A A
Dosen Universitas Darunnajah Jakarta, Muhammad Irfanudin Kurniawan dan Afaf Saifullah Kamalie

Tahun 2025 akan segera berganti. Bagi kami sebagai praktisi pendidikan Islam, tahun ini menyisakan pelajaran berharga, salah satunya dari dinamika yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pekan ini.

Rapat pleno 9 Desember 2025 memantik perdebatan tentang kuorum, keabsahan keputusan, hingga kewenangan Syuriyah dan Tanfidziyah.

Kami tidak hendak berkomentar tentang siapa yang benar atau salah. Sebagai akademisi yang mengampu mata kuliah Organisasi dan Kepemimpinan Pendidikan, kami ingin menarik pelajaran yang lebih luas bagi pengelola organisasi pendidikan Islam, khususnya pesantren.

Sebab meski PBNU adalah organisasi kemasyarakatan (jam'iyah) dan pesantren adalah lembaga pendidikan, keduanya berbagi tantangan yang sama: bagaimana menyeimbangkan AD/ART dengan kharisma kiai.

Data Kementerian Agama 2025 mencatat lebih dari 42.000 pesantren di Indonesia dengan sekitar 11 juta santri. Jumlah sebesar ini membutuhkan tata kelola yang baik. Namun, modernisasi tidak boleh mencabut akar tradisi kepemimpinan yang telah berusia berabad-abad.

Pesantren sebagai Organisme

Dalam tulisan kami di SINDOnews berjudul Organisme Pesantren, kami mengajukan tesis sederhana: kita terlalu sering memandang pesantren sekadar sebagai lembaga. Lembaga pendidikan. Lembaga dakwah. Padahal lembaga bisa mati kapan saja, bergantung pendanaan atau siapa yang memimpin.

Pesantren yang sehat adalah organisme yang hidup. Selnya adalah santri yang aktif. Jaringannya adalah kegiatan di asrama, madrasah, dan masjid yang saling terhubung. Jantungnya adalah kiai yang memompa darah ke seluruh tubuh organisasi.

Analogi ini bukan permainan kata. Organisme tidak bisa dikelola semata-mata dengan aturan mekanistik. Ia membutuhkan sentuhan yang lebih hidup dan bernyawa.

Dalam tulisan lain, berjudul Kepemimpinan Tunggal dalam Pesantren: Belajar dari Model Al-Suffah, kami menelusuri akar historis kepemimpinan pendidikan Islam. Al-Suffah, serambi Masjid Nabawi, adalah cikal bakal pesantren pertama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Rekomendasi
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Berita Terkini
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya...
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved