Hari Pertama Kerja, Pj Ketum PBNU KH Zulfa Mustofa Langsung Tancap Gas

Jum'at, 12 Desember 2025 - 08:25 WIB
loading...
A A A
“Seperti yang panjenangan semua ketahui, secara utuh rapat pleno kemarin, baik dilihat dari sisi legalitas, itu telah memenuhi semua persyaratan-persyaratan. Kehadirannya pun juga telah melebihi 55 persen. Peraturan perundangannya pun juga sudah dipenuhi. Dan hasilnya semua sepakat, tidak ada dissenting opinion,” tegasnya.

Dengan keabsahan absolut ini maka tugas selanjutnya adalah melaksanakan rekomendasi rapat pleno PBNU lainnya, sebagaimana disampaikan Kyai Zulfa di atas. “Yang pertama tentu memberikan dukungan penuh kepada pejabat ketua umum untuk melaksanakan tugas-tugasnya,” kata Prof Nuh.

Lebih lanjut, Wakil Rais Aam KH Afifuddin Muhajir juga mengingatkan bahwa NU adalah organisasi sakral. Oleh karena itu, sudah menjadi tugas bersama untuk menjaga kesakralan ini. Terlepas dari dinamika organisasi yang terjadi, Kyai Afifuddin juga menjelaskan bahwa keputusan syuriah memberhentikan Gus Yahya dan rapat pleno menunjuk Kyai Zulfa sebagai penggantinya berbasis pada sedikitnya mudarat. Baca juga: Prof Nuh: Penunjukan Pj Ketum PBNU Sah, Rapat Pleno Amanatkan Kyai Zulfa Percepat Muktamar

“Kedua-duanya sama-sama tidak baik. Memberhentikan orang, tidak baik. Tidak melakukan itu juga tidak baik. Oleh karena itu, kita memilih semua yang paling ringan. Kita dihadapkan kepada dua mafsadat. Jika kita dihadapkan kepada dua mafsadat, maka perlu kita memperhatikan mana yang paling ringan di antara dua mafsadat itu. Kita punya kesimpulan bahwa yang paling ringan di antara dua mafsadad itu adalah apa yang telah kita lakukan, yakni sesuatu yang para hadirin sekarang sudah mengatakan. Mudah-mudahan NU ke depan tetap punya peran penting,” tuturnya.

Penegasan serupa disampaikan Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar terkait keabsahan penunjukan KH Zulfa Mustafa sebagai Pj Ketum PBNU. Dia mengatakan keputusan tersebut sudah final.

Ibarat pengadilan hukum sudah diputus hakim dalam perspektif organisasi yang punya otoritas untuk menetapkan itu adalah pleno. Ketika sudah diputus oleh hakim, tentu ikhtilaf harus sudah selesai. ”Keputusan hakim itu menghilangkan perbedaan-perbedaan yang selama ini ada. Jadi artinya apa? Artinya kita sekarang tinggal melihat ke depan, berpikir tentang apa yang mesti kita lakukan ke depan,” urainya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
Rekomendasi
Motif Penculikan Lansia...
Motif Penculikan Lansia 70 Tahun di PIK karena Dendam Asmara Tak Direstui
Dompet Suporter Inggris...
Dompet Suporter Inggris KO Jelang Kontra Kroasia
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
Berita Terkini
Fuad Hasan Absen karena...
Fuad Hasan Absen karena Kondisi Kesehatan, KPK Minta Bukti
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
Tanggapi Aksi Mahasiswa,...
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Eksponen 98 Nilai Pemerintah Sedang Jalankan Amanat Reformasi
Bos Maktour Mengaku...
Bos Maktour Mengaku Kelelahan, Kembali Absen dari Pemeriksaan KPK
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman Singgung Deklarasi Jakarta Tahun 2012
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved