Hari Pertama Kerja, Pj Ketum PBNU KH Zulfa Mustofa Langsung Tancap Gas

Jum'at, 12 Desember 2025 - 08:25 WIB
loading...
Hari Pertama Kerja,...
Hari pertama kerja, Pj Ketum PBNU KH Zulfa Mustofa langsung konsolidasi dengan pengurus pusat, wilayah, cabang se-Indonesia, serta PCI di hari pertama bekerja, Kamis (11/12/2025). Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - Penjabat Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa konsolidasi dengan pengurus pusat, wilayah, cabang se-Indonesia, serta pengurus cabang istimewa (PCI) di hari pertama bekerja, Kamis (11/12/2025). Konsolidasi secara daring ini diikuti lebih dari 30 pengurus wilayah dan lebih dari 400 pengurus cabang se-Indonesia

Di hari yang sama Kiai Zulfa juga berkunjung ke PWNU Banten meninjau proses pembangunan Universitas NU. Hadir dalam rapat ini Rais Syuriah Prof Mohammad Nuh, Wakil Rais Aam KH Afifuddin Muhajir, Wakil Rais Aam KH. Anwar Iskandar, Prof Mukri, jajaran pengurus PBNU , pengurus PWNU se-Indonesia, PCNU dan PCI NU.

Dia menegaskan roda organisasi NU sudah berjalan normal. “NU sudah normal kembali, sehat kembali dan siap melanjutkan hikmah,” kata Kiai Zulfa kepada seluruh jajaran pengurus baik di tingkat pusat, wilayah, dan cabang. Baca juga: Profil Pendidikan KH Zulfa Mustofa, Pj Ketum PBNU Pengganti Gus Yahya

Dalam agenda rapat bertajuk Sosialisasi Hasil Keputusan Rapat Pleno PBNU tersebut, Kiai Zulfa menegaskan, dirinya telah diberi amanah untuk mengemban tugas sebagai nahkoda organisasi. Dengan demikian, dia meminta seluruh jajaran pengurus merapatkan barisan dan bersatu padu kembali untuk menjalankan fungsi berhidmat kepada warga NU dan seluruh rakyat Indonesia.

“Saya paham betul saudara-saudara yang di bawah kemarin agak ragu seperti apa dengan dikeluarkannya keputusan dan ketetapan rapat pleno menunjuk saya. Semoga ketidakpastian itu yang selama ini membuat masyarakat, terutama juga pengurus NU bingung, tidak bingung lagi, itu yang paling penting,” terangnya.

Kiai Zulfa menambahkan, untuk membuktikan roda organisasi telah normal kembali, usai dari Banten akan bertolak ke NTB menggelar konsolidasi dengan pengurus wilayah dan cabang se-NTB. Dan berikutnya akan ke Sumatera Barat, Aceh, dan Sumut untuk menyampaikan langsung sumbangan kepada korban bencana, yang terkumpul Rp2 miliar saat rapat pleno PBNU.

“Ini menunjukkan bahwa PBNU tidak seperti yang disampaikan di narasi-narasi sosial media, hanya sibuk dengan konflik internal, tidak. NU sudah normal,” tegasnya.

Kepada seluruh jajaran pengurus, Kiai Zulfa selanjutnya menjelaskan agenda organisasi berikutnya. Yaitu konferensi besar PBNU sekaligus peringatan 1 Abad NU secara masehi di Gelora Bung Karno pada 31 Januari 2026 mendatang. Dia telah menunjuk Khofifah Indar Parawansa sebagai ketua panitia acara. Acara ini dijadwalkan akan dihadiri seluru pengurus baik dari tingkat pusat, wilayah, cabang, hingga ranting dari seluruh Indonesia.

Sementara itu, secara internal kelembagaan, sesuai rekomendasi rapat pleno PBNU, Kiai Zulfa juga menegaskan akan menata kembali secepatnya hal-hal yang bersifat administratif namun sangat vital untuk keberlangsungan organisasi seperti keabsahan surat keputusan (SK) kepengurusan baik di tingkat cabang maupun wilayah. Saya berjanji tidak akan memperlambat seluruh SK karena saya tahu itu berkaitan dengan layanan-layanan,” katanya.

Percepatan penataan kelembagaan ini juga sejalan dengan agenda besar yang juga diamanatkan dalam rapat pleno PBNU kepada Pj Ketua Umum PBNU, yaitu percepatan muktamar. Kiai Zulfa berjanji akan mengawal mandat ini dan menggelar muktamar yang bersih dan beradab.

“Segera mempersiapkan muktamar secepat-cepatnya, seadil-adilnya, sebersih-bersihnya, sejujur-jujurnya dan kita bertekad untuk menghindari money politics dalam muktamar, kita kembalikan sesuatu yang selama ini rasanya hilang di NU yakni keadaban,” ucapnya.

Ihwal keadaban ini juga menjadi perhatian utama lantaran belakangan banyak tradisi di NU yang terasa hilang. Yaitu memudarnya adab seorang santri kepada ulama hingga upaya membentur-benturkan jajaran syuriah dengan para ulama sepuh.

“Seakan-akan ada narasi benturan-benturan atau dibenturkan antara syuriah dengan mustasyar, ini harus dipahami memang ada upaya tertentu yang dilakukan oleh kelompok tertentu membenturkan itu dan kita tidak boleh terpancing, kita harus menyelesaikan masalah NU di dalam organisasi,” pesannya.

Dalam kesempatan ini, kepada seluruh jajaran pengurus PBNU, Rais Syuriah Prof Mohammad Nuh menegaskan bahwa legitimasi Kiai Zulfa Mustafa selaku Pj Ketua Umum sudah tidak bisa diganggu gugat.

“Seperti yang panjenangan semua ketahui, secara utuh rapat pleno kemarin, baik dilihat dari sisi legalitas, itu telah memenuhi semua persyaratan-persyaratan. Kehadirannya pun juga telah melebihi 55 persen. Peraturan perundangannya pun juga sudah dipenuhi. Dan hasilnya semua sepakat, tidak ada dissenting opinion,” tegasnya.

Dengan keabsahan absolut ini maka tugas selanjutnya adalah melaksanakan rekomendasi rapat pleno PBNU lainnya, sebagaimana disampaikan Kyai Zulfa di atas. “Yang pertama tentu memberikan dukungan penuh kepada pejabat ketua umum untuk melaksanakan tugas-tugasnya,” kata Prof Nuh.

Lebih lanjut, Wakil Rais Aam KH Afifuddin Muhajir juga mengingatkan bahwa NU adalah organisasi sakral. Oleh karena itu, sudah menjadi tugas bersama untuk menjaga kesakralan ini. Terlepas dari dinamika organisasi yang terjadi, Kyai Afifuddin juga menjelaskan bahwa keputusan syuriah memberhentikan Gus Yahya dan rapat pleno menunjuk Kyai Zulfa sebagai penggantinya berbasis pada sedikitnya mudarat. Baca juga: Prof Nuh: Penunjukan Pj Ketum PBNU Sah, Rapat Pleno Amanatkan Kyai Zulfa Percepat Muktamar

“Kedua-duanya sama-sama tidak baik. Memberhentikan orang, tidak baik. Tidak melakukan itu juga tidak baik. Oleh karena itu, kita memilih semua yang paling ringan. Kita dihadapkan kepada dua mafsadat. Jika kita dihadapkan kepada dua mafsadat, maka perlu kita memperhatikan mana yang paling ringan di antara dua mafsadat itu. Kita punya kesimpulan bahwa yang paling ringan di antara dua mafsadad itu adalah apa yang telah kita lakukan, yakni sesuatu yang para hadirin sekarang sudah mengatakan. Mudah-mudahan NU ke depan tetap punya peran penting,” tuturnya.

Penegasan serupa disampaikan Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar terkait keabsahan penunjukan KH Zulfa Mustafa sebagai Pj Ketum PBNU. Dia mengatakan keputusan tersebut sudah final.

Ibarat pengadilan hukum sudah diputus hakim dalam perspektif organisasi yang punya otoritas untuk menetapkan itu adalah pleno. Ketika sudah diputus oleh hakim, tentu ikhtilaf harus sudah selesai. ”Keputusan hakim itu menghilangkan perbedaan-perbedaan yang selama ini ada. Jadi artinya apa? Artinya kita sekarang tinggal melihat ke depan, berpikir tentang apa yang mesti kita lakukan ke depan,” urainya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Ploso, Gus Ma’shum...
Dari Ploso, Gus Ma’shum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
AHWA dan Masa Depan...
AHWA dan Masa Depan Kepemimpinan NU
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Rekomendasi
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
Sepekan Digelar, Jakarta...
Sepekan Digelar, Jakarta Fair 2026 Raih 1,5 Juta Pengunjung
Berita Terkini
Keluar dari RS Polri,...
Keluar dari RS Polri, Roy Suryo Kepalkan Tangan, dr tifa Dipegang 2 Polisi
135.872 Jemaah Haji...
135.872 Jemaah Haji dan Petugas Telah Kembali ke Tanah Air
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Prabowo Minta Aset Negara...
Prabowo Minta Aset Negara Dikelola Maksimal untuk Masyarakat
Bos Blueray Cargo Jalani...
Bos Blueray Cargo Jalani Sidang Tuntutan Korupsi Bea Cukai Hari Ini
Kondisi Roy Suryo dan...
Kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa Belum Pulih, Refly Harun Ungkap Penyebabnya
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved