Hari Pertama Kerja, Pj Ketum PBNU KH Zulfa Mustofa Langsung Tancap Gas
Jum'at, 12 Desember 2025 - 08:25 WIB
loading...
A
A
A
Kepada seluruh jajaran pengurus, Kiai Zulfa selanjutnya menjelaskan agenda organisasi berikutnya. Yaitu konferensi besar PBNU sekaligus peringatan 1 Abad NU secara masehi di Gelora Bung Karno pada 31 Januari 2026 mendatang. Dia telah menunjuk Khofifah Indar Parawansa sebagai ketua panitia acara. Acara ini dijadwalkan akan dihadiri seluru pengurus baik dari tingkat pusat, wilayah, cabang, hingga ranting dari seluruh Indonesia.
Sementara itu, secara internal kelembagaan, sesuai rekomendasi rapat pleno PBNU, Kiai Zulfa juga menegaskan akan menata kembali secepatnya hal-hal yang bersifat administratif namun sangat vital untuk keberlangsungan organisasi seperti keabsahan surat keputusan (SK) kepengurusan baik di tingkat cabang maupun wilayah. Saya berjanji tidak akan memperlambat seluruh SK karena saya tahu itu berkaitan dengan layanan-layanan,” katanya.
Percepatan penataan kelembagaan ini juga sejalan dengan agenda besar yang juga diamanatkan dalam rapat pleno PBNU kepada Pj Ketua Umum PBNU, yaitu percepatan muktamar. Kiai Zulfa berjanji akan mengawal mandat ini dan menggelar muktamar yang bersih dan beradab.
“Segera mempersiapkan muktamar secepat-cepatnya, seadil-adilnya, sebersih-bersihnya, sejujur-jujurnya dan kita bertekad untuk menghindari money politics dalam muktamar, kita kembalikan sesuatu yang selama ini rasanya hilang di NU yakni keadaban,” ucapnya.
Ihwal keadaban ini juga menjadi perhatian utama lantaran belakangan banyak tradisi di NU yang terasa hilang. Yaitu memudarnya adab seorang santri kepada ulama hingga upaya membentur-benturkan jajaran syuriah dengan para ulama sepuh.
“Seakan-akan ada narasi benturan-benturan atau dibenturkan antara syuriah dengan mustasyar, ini harus dipahami memang ada upaya tertentu yang dilakukan oleh kelompok tertentu membenturkan itu dan kita tidak boleh terpancing, kita harus menyelesaikan masalah NU di dalam organisasi,” pesannya.
Dalam kesempatan ini, kepada seluruh jajaran pengurus PBNU, Rais Syuriah Prof Mohammad Nuh menegaskan bahwa legitimasi Kiai Zulfa Mustafa selaku Pj Ketua Umum sudah tidak bisa diganggu gugat.
Sementara itu, secara internal kelembagaan, sesuai rekomendasi rapat pleno PBNU, Kiai Zulfa juga menegaskan akan menata kembali secepatnya hal-hal yang bersifat administratif namun sangat vital untuk keberlangsungan organisasi seperti keabsahan surat keputusan (SK) kepengurusan baik di tingkat cabang maupun wilayah. Saya berjanji tidak akan memperlambat seluruh SK karena saya tahu itu berkaitan dengan layanan-layanan,” katanya.
Percepatan penataan kelembagaan ini juga sejalan dengan agenda besar yang juga diamanatkan dalam rapat pleno PBNU kepada Pj Ketua Umum PBNU, yaitu percepatan muktamar. Kiai Zulfa berjanji akan mengawal mandat ini dan menggelar muktamar yang bersih dan beradab.
“Segera mempersiapkan muktamar secepat-cepatnya, seadil-adilnya, sebersih-bersihnya, sejujur-jujurnya dan kita bertekad untuk menghindari money politics dalam muktamar, kita kembalikan sesuatu yang selama ini rasanya hilang di NU yakni keadaban,” ucapnya.
Ihwal keadaban ini juga menjadi perhatian utama lantaran belakangan banyak tradisi di NU yang terasa hilang. Yaitu memudarnya adab seorang santri kepada ulama hingga upaya membentur-benturkan jajaran syuriah dengan para ulama sepuh.
“Seakan-akan ada narasi benturan-benturan atau dibenturkan antara syuriah dengan mustasyar, ini harus dipahami memang ada upaya tertentu yang dilakukan oleh kelompok tertentu membenturkan itu dan kita tidak boleh terpancing, kita harus menyelesaikan masalah NU di dalam organisasi,” pesannya.
Dalam kesempatan ini, kepada seluruh jajaran pengurus PBNU, Rais Syuriah Prof Mohammad Nuh menegaskan bahwa legitimasi Kiai Zulfa Mustafa selaku Pj Ketua Umum sudah tidak bisa diganggu gugat.
Lihat Juga :