Konflik Thailand - Kamboja, Menanti Peran Indonesia sebagai Penjaga Keseimbangan ASEAN

Kamis, 11 Desember 2025 - 13:10 WIB
loading...
A A A
Dalam konflik Thailand–Kamboja, Indonesia kembali memainkan fungsi itu. Sebagai negara yang dipercaya kedua pihak, Indonesia memiliki modal diplomatik yang jarang dimiliki negara lain di ASEAN: rasa hormat. Indonesia dianggap tidak memiliki kepentingan langsung atas wilayah atau politik kedua negara, sehingga setiap langkahnya dipandang lebih netral dan stabil.

Peran ini semakin penting karena ASEAN memiliki prinsip non-interference yang sering membuat penyelesaian konflik bersifat lambat. Di tengah struktur yang cenderung pasif itu, Indonesia menjadi motor yang menghidupkan ruang dialog, baik melalui jalur resmi seperti ASEAN Foreign Ministers’ Meeting, maupun jalur tidak resmi yang lebih cair.

Panggung Olahraga sebagai “Wake-Up Call”: Ketika SEA Games Tak Lagi Netral


Keputusan Kamboja menarik 110 delegasinya dari SEA Games bukan sekadar gesture politis; tapi pesan nyata bahwa konflik ini tidak bisa terus dipandang sebagai isu perbatasan semata. Ketika olahraga, sektor yang selalu dikampanyekan ASEAN sebagai perekat persatuan ikut terimbas, maka itu artinya ruang koordinasi kawasan sedang melemah.

Dalam sport diplomacy theory, olahraga dipahami sebagai soft power (Joseph Nye, 2008) yang mampu merekatkan hubungan negara. SEA Games seharusnya menjadi arena di mana rivalitas negara bertransformasi menjadi kompetisi sehat, bukan proyeksi ketegangan geopolitik.

Maka ketika atlet memilih mundur, itu adalah tanda bahwa suasana tidak lagi aman secara psikologis maupun politis. Di titik ini, Indonesia memiliki kepentingan langsung. Sebagai negara yang sering menjadi tuan rumah event olahraga, Indonesia paham betul bahwa keberhasilan penyelenggaraan sangat bergantung pada stabilitas kawasan.

Jika konflik bilateral dapat memengaruhi partisipasi negara lain, maka legitimasi event regional ikut dipertaruhkan.

Mengapa Indonesia Perlu Menunjukkan Perannya?


Setidaknya ada tiga alasan mengapa Indonesia bisa berperan dalam merdam konflik perbatasan Thailand dan Kamboja. Pertama, stabilitas kawasan adalah kepentingan nasional Indonesia. Menurut Regional Security Complex Theory milik Barry Buzan, negara-negara dalam satu kawasan saling terikat oleh ancaman dan kepentingan keamanan yang sama.

Konflik Thailand–Kamboja tidak mungkin “tetap lokal” kondisi ini pasti memengaruhi stabilitas kawasan, termasuk Indonesia. Lalu, Indonesia sedang menata ulang perannya di dunia internasional. Sebagai negara yang semakin aktif di dunia multipolar, Indonesia membutuhkan legitimasi sebagai regional stabilizer.

Untuk mempertahankan role identity ini, Indonesia harus hadir ketika kawasan sedang goyah. Ketiga, tensi kedua negara ini merembet ke olahraga menciptakan preseden buruk. Dalam perspektif complex interdependence theory (Keohane & Nye), sektor-sektor non-keamanan seperti olahraga dapat menjadi jalur penting yang memengaruhi hubungan antarnegara. Jika jalur ini terganggu, maka jaringan interdependensi ASEAN melemah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
27 Orang Tewas Akibat...
27 Orang Tewas Akibat Kebakaran di Bar Bangkok, Kemlu: Tidak Ada Korban WNI
Kepala BPOM Dorong ASEAN...
Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
10.151 WNI Eks Pekerja...
10.151 WNI Eks Pekerja Online Scam di Kamboja Minta Pulang ke Indonesia
3 Fakta Kebakaran Bar...
3 Fakta Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Pintu Darurat Terhalang
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
Rekomendasi
Lowongan Kerja Bank...
Lowongan Kerja Bank BRI Juli 2026, Dibutuhkan Lulusan S1-S2 Berbagai Jurusan
Kilas Balik: Lamine...
Kilas Balik: Lamine Yamal Masih Bayi saat Dimandikan Messi, Kini Bentrok di Final Piala Dunia 2026
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Percepat Pasok BBM ke SPBU, Ajak Masyarakat Awasi Penyalahgunaan Subsidi
Berita Terkini
Mantan Pimpinan KPK:...
Mantan Pimpinan KPK: Febrie Adriansyah dan Keluarga Harus Dapat Perlindungan Tingkat Tinggi
KPK Tak Bisa Ambil Alih...
KPK Tak Bisa Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah seperti Pungut Barang di Jalan
Anggota BPK Bobby Rizaldi...
Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar soal Pengaturan Status Opini WTP Pemkab Muara Enim
JPU Harap Majelis Hakim...
JPU Harap Majelis Hakim Tolak Eksepsi Dokter Tifa, Minta Sidang Dilanjutkan ke Materi Pokok Perkara
Mantan Wakil Ketua KPK...
Mantan Wakil Ketua KPK Sebut Pengalihan Penyidikan Kasus Febrie Adriansyah Tidak Ada Acuan Hukumnya
Profil Chatarina Girsang,...
Profil Chatarina Girsang, Jaksa yang Ikut Tangani Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Infografis
23 Pemain Timnas Indonesia...
23 Pemain Timnas Indonesia U-17 Proyeksi Piala Asia U17 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved