IGA 2025, Wamendagri Minta Daerah Gali PAD lewat Inovasi Tanpa Bebani Masyarakat
Rabu, 10 Desember 2025 - 20:52 WIB
loading...
A
A
A
Akhmad Wiyagus menyoroti dinamika global yang kian kompetitif dan menuntut setiap negara, termasuk Indonesia, untuk terus memperkuat daya saing nasional. Merujuk pada berbagai laporan internasional, Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan kinerja kompetitifnya melalui penguatan ekosistem inovasi daerah yang lebih sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Menurutnya, peningkatan daya saing tidak bisa mengandalkan kebijakan pusat semata. Daerah harus berani mencari formula baru dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta melakukan digitalisasi layanan publik. Dirinya mencontohkan beberapa langkah strategis seperti optimalisasi pajak restoran, pajak alat berat, pajak air tanah, maupun pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) secara lebih profesional.
Baca juga: IGA 2025, Kemendagri Berikan Penghargaan kepada 43 Daerah Terinovatif
"Daerah harus berani mencari terobosan baru yang sesuai dengan potensi wilaya masing-masing dengan begitu meski terjadi dinamika TKD (Transfer ke Daerah) roda pembangunan tetap berjalan dan kesejahteraan masyarakat dapat tetap meningkat. Inovasi yang ada diharapkan dapat mampu menggerakan perekonomian lokal sekaligus memperluas akses pasar internasional," jelasnya.
Akhmad Wiyagus juga mendorong replikasi inovasi antar daerah agar terobosan tidak berhenti pada satu wilayah tertentu saja, tetapi menjadi gerakan nasional. Akhmad Wiyagus menyoroti praktik baik seperti pembangunan jembatan dan sumur bor berkemajuan non-APBD di Kabupaten Sambas yang mengedepankan gotong-royong, kolaborasi masyarakat, dan efektivitas anggaran.
Menurutnya, peningkatan daya saing tidak bisa mengandalkan kebijakan pusat semata. Daerah harus berani mencari formula baru dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta melakukan digitalisasi layanan publik. Dirinya mencontohkan beberapa langkah strategis seperti optimalisasi pajak restoran, pajak alat berat, pajak air tanah, maupun pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) secara lebih profesional.
Baca juga: IGA 2025, Kemendagri Berikan Penghargaan kepada 43 Daerah Terinovatif
"Daerah harus berani mencari terobosan baru yang sesuai dengan potensi wilaya masing-masing dengan begitu meski terjadi dinamika TKD (Transfer ke Daerah) roda pembangunan tetap berjalan dan kesejahteraan masyarakat dapat tetap meningkat. Inovasi yang ada diharapkan dapat mampu menggerakan perekonomian lokal sekaligus memperluas akses pasar internasional," jelasnya.
Akhmad Wiyagus juga mendorong replikasi inovasi antar daerah agar terobosan tidak berhenti pada satu wilayah tertentu saja, tetapi menjadi gerakan nasional. Akhmad Wiyagus menyoroti praktik baik seperti pembangunan jembatan dan sumur bor berkemajuan non-APBD di Kabupaten Sambas yang mengedepankan gotong-royong, kolaborasi masyarakat, dan efektivitas anggaran.
Lihat Juga :