Kepemimpinan Tunggal dalam Pesantren: Belajar dari Model Al-Suffah

Rabu, 10 Desember 2025 - 17:13 WIB
loading...
Kepemimpinan Tunggal...
Pesantren bukan sekadar lembaga, melainkan organisme yang hidup. Foto/Ilustrasi/Darunnajah.
A A A
Muhammad Irfanudin Kurniawan dan Afaf Saifullah Kamalie, Dosen Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta

Dalam dua tulisan sebelumnya di SINDOnews, pembaca telah diajak untuk melihat pesantren bukan sekadar lembaga, melainkan organisme yang hidup. Sel-selnya adalah santri. Jaringannya adalah aktivitas pembelajaran. Organnya adalah berbagai fungsi yang bekerjasama.

Akar historisnya pun telah ditelusuri ke Al-Suffah, serambi sederhana di Masjid Nabawi yang menjadi cikal bakal organisasi pendidikan Islam pertama. Di sana, Rasulullah langsung membimbing para sahabat dengan kurikulum akidah, akhlak, dan Al-Qur'an. Hasilnya? Lahirlah raksasa-raksasa ilmu seperti Abu Hurairah dengan ribuan hadis yang diriwayatkannya.

Namun ada satu hal yang belum dibahas secara mendalam. Satu hal yang justru menjadi kunci keberhasilan Al-Suffah sebagai organisme pendidikan.

Yaitu kepemimpinan.

Pagi ini, setelah menghadiri rapat mingguan rektorat, pikiran penulis kembali melayang ke Al-Suffah. Di sana tidak ada dualisme. Tidak ada tarik-menarik kepentingan antara struktur yang satu dengan yang lain. Yang ada hanyalah Rasulullah sebagai pusat gravitasi seluruh aktivitas.

Inilah yang layak disebut sebagai kepemimpinan tunggal.

Henri Fayol, Bapak Manajemen Modern, menyebutnya sebagai unity of command. Prinsip yang menegaskan bahwa setiap anggota organisasi seharusnya hanya menerima perintah dari satu atasan. Ketika prinsip ini dilanggar, yang muncul adalah kebingungan, konflik loyalitas, dan inefisiensi.

Menariknya, prinsip yang baru dirumuskan Fayol pada awal abad ke-20 ini ternyata sudah dipraktikkan Rasulullah sejak 14 abad silam di Al-Suffah.

Namun perlu ditegaskan. Kepemimpinan tunggal bukan berarti otoritarian. Bukan pula kediktatoran yang menolak masukan. Rasulullah justru dikenal sebagai pemimpin yang paling sering bermusyawarah. Beliau bahkan pernah mengikuti pendapat mayoritas sahabat dalam Perang Uhud, meski berbeda dengan pandangan pribadi.

Lalu apa sesungguhnya makna kepemimpinan tunggal?

Kepemimpinan tunggal adalah kejelasan tentang siapa yang menjadi rujukan akhir. Siapa yang memegang tanggung jawab tertinggi. Siapa yang menjadi jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh organisasi.

Di Al-Suffah, tidak ada kebingungan. Ketika para sahabat ingin bertanya tentang agama, mereka tahu harus menemui siapa. Ketika ada persoalan yang perlu diputuskan, mereka tahu siapa yang berwenang. Ketika ada konflik yang perlu diselesaikan, mereka tahu ke mana harus mengadu. Semuanya bermuara pada satu titik.

Bandingkan dengan kondisi banyak pesantren hari ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menag Sebut Pesantren...
Menag Sebut Pesantren Sekolah Paling Aman Dunia dan Akhirat
Sulhu dan Islah: Sebuah...
Sulhu dan Islah: Sebuah Refleksi
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
4th ICOP Darunnajah...
4th ICOP Darunnajah Bersama Menteri ATR/BPN, Pesantren Siap Pimpin Optimalisasi Wakaf Nasional
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Tangis Celine Evangelista...
Tangis Celine Evangelista saat Antar Jemima Guri ke Pesantren
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Rekomendasi
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
6 Tim Lolos ke Perempat...
6 Tim Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026: Argentina Menyusul atau Tersingkir?
Portugal Tersingkir...
Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Bruno Fernandes: Timnas Spanyol Layak Menang
Berita Terkini
Bareskrim Backup Penyidikan...
Bareskrim Backup Penyidikan Korupsi Pasokan Batu Bara yang Bikin Negara Rugi Rp5 Triliun
3 Polisi Gugur saat...
3 Polisi Gugur saat Operasi Berantas Narkoba di Katingan, DPR: Usut Tuntas
12 Akademisi Serahkan...
12 Akademisi Serahkan Dokumen Amicus Curiae ke MK, Sebut Bank Tanah Solusi Kebuntuan Agraria
Andalkan Jokowi, PSI...
Andalkan Jokowi, PSI Diprediksi Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah
Menko Pangan Minta Sektor...
Menko Pangan Minta Sektor Lain Tiru Kemenhut dalam Perdagangan Karbon
Anak Indonesia Habiskan...
Anak Indonesia Habiskan Rp4,5 Triliun untuk Membeli Rokok
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved