Jokowi Minta Luhut Kendalikan Covid-19, DPR: Tak Usah Dibikin Polemik

loading...
Jokowi Minta Luhut Kendalikan Covid-19, DPR: Tak Usah Dibikin Polemik
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta keputusan Presiden Jokowi menunjuk Luhut Binsar Pandjaitan untuk menekan angka COVID-19 di 9 provinsi tidak menjadi polemik di masyarakat. FOTO/DOK.SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa dirinya diperintahkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (14/9/2020) kemarin, untuk menekan angka persebaran COVID-19 di 9 provinsi dalam 2 pekan.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Koordinator Ekonomi dan Keuangan (Korekku) Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa Presiden Jokowi pasti memiliki pertimbangan tersendiri.

"Saya pikir mungkin Pak Jokowi mempunyai beberapa pertimbangan dan juga dalam situasi pandemi COVID yang sedang melanda pada saat ini, yang grafiknya baik memang diperlukan beberapa pembagian-pembagian tugas," kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2020). (Baca juga: Luhut Bongkar Tiga Titah Jokowi, Apa Itu?)



Menurut Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPR ini, karena Komite Penanganan COVID-19 memiliki tugas untuk pemulihan ekonomi nasional dan juga penanganan pandemi COVID-19, maka diperlukan tenaga tambahan untuk menekan kasus positif COVID-19 di secara nasional.

"Sehingga presiden memberikan tugas kepada Menko Maritim untuk ikut andil dalam pemberantasan COVID-19," ujar Dasco.

Selain itu, politikus Partai Gerindra ini meminta agar penunjukkan ini tidak perlu dijadikan polemik oleh masyarakat. Karena, Jokowi pasti memiliki pertimbangan sendiri soal penugasan ini. (Baca juga: Turis Asing Belum Masuk, Luhut: Enggak Masalah, Kita Sakti Loh!)



"Saya pikir itu semua nggak usah dibikin polemik, karena presiden sebagai penanggung jawab tentunya mempunyai pertimbangan sendiri," katanya.
(abd)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak