Waspada Seruan Fanatisme Agama Sarat Politisasi dan Adu Domba

Selasa, 02 Desember 2025 - 18:36 WIB
loading...
Waspada Seruan Fanatisme...
Kepala Bidang Penyelenggaraan Peribadatan Masjid Istiqlal Jakarta, Bukhori Sail At-Tahiri. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Reuni 212 sebagai salah satu peristiwa yang mewarnai pengujung 2025 menjadi sorotan banyak pihak. Walaupun seringkali diserukan dengan jargon gerakan damai, tapi nyatanya ditemukan narasi dan propaganda intoleran di beberapa perayaan reuni sebelumnya. Ini terjadi karena masih banyak kalangan dari umat Islam yang belum memahami hakikat Islam sebagai agama yang moderat dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Peribadatan Masjid Istiqlal Jakarta, Bukhori Sail At-Tahiri menanggapi adanya gerakan serupa yang ditengarai sarat menggunakan jargon-jargon agama, hingga seruan penolakan terhadap bendera Merah Putih dan kemudian menggantinya menjadi bendera Islam. Menurutnya, seringkali umat Islam yang masih awam ilmu agamanya mencampuradukkan penempatan antara budaya dan syariat.

"Panji yang disebut sebagai bendera Islam atau panji Rasulullah, yang berwarna hitam dan bertuliskan 'La Ilaha Illallah' berwarna putih bukanlah bendera Islam. Itu adalah panji atau bendera yang khusus digunakan ketika peperangan di masa Rasulullah dan para khalifah. Tentu terlihat sangat dipaksakan penggunaannya jika dikibarkan di Indonesia yang saat ini dalam kondisi damai," kata KH. Bukhori di Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Jika memang panji atau bendera yang demikian benar dikatakan sebagai bendera Islam, maka kenapa negara-negara Islam lainnya tidak ada yang menggunakannya sebagai bendera sah negaranya? KH. Bukhori mencontohkan, Arab Saudi yang dikenal sebagai negara Islam, malah menggunakan bendera hijau khasnya sebagai bendera negara yang sah. Begitu juga negara lain seperti Mesir, Suriah, dan Irak, yang dikenal sebagai tempat-tempat besar peradaban Islam, juga menggunakan benderanya masing-masing.

"Sebagian masyarakat Indonesia tidak paham akan hal ini. Begitu mereka melihat ada panji atau bendera yang dinamakan sebagai bendera Islam, mereka menganggapnya itu benar-benar suatu kewajiban dalam Islam. Padahal, tidak ada anjuran bahwa bendera Islam adalah hitam dituliskan 'La Ilaha Illallah Muhammadur Rasulullah' putih. Tidak ada. Adapun bendera dari negara-negara Islam, termasuk Indonesia, adalah salah satu ungkapan sejarah berdirinya bangsa tersebut," kata KH. Bukhori.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Isu Kapolri Tak Loyal...
Isu Kapolri Tak Loyal ke Presiden, Lemkapi: Ada Upaya Adu Domba
Presiden Prabowo: Jangan...
Presiden Prabowo: Jangan Kita Mau Terus Diadu Domba
Warga Jaga Warga, Jangan...
Warga Jaga Warga, Jangan Terjebak Divide et Impera
Prabowo Klaim Ada Pihak...
Prabowo Klaim Ada Pihak Asing Biayai LSM untuk Mengadu Domba
Prabowo Ingatkan Sejarah...
Prabowo Ingatkan Sejarah Indonesia Selalu Diadu Domba dan Dipecah Belah
Pasbata: Teror Kepala...
Pasbata: Teror Kepala Babi di Kantor Tempo Upaya Adu Domba
Habib Rizieq Hadiri...
Habib Rizieq Hadiri Reuni Akbar 212 di Monas
Massa Reuni 212 Salat...
Massa Reuni 212 Salat Gaib untuk Korban Bencana Aceh, Sumut, Sumbar
Massa Reuni 212 Mulai...
Massa Reuni 212 Mulai Padati Kawasan Monas
Rekomendasi
Tingkatkan Kompetensi...
Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, USN Kolaka Kolaborasi dengan Ceria-Micromine
Ria Ricis Ajak Moana...
Ria Ricis Ajak Moana Berenang di Laut, Warganet Khawatir
Roy Suryo Ajukan Gugatan...
Roy Suryo Ajukan Gugatan Praperadilan ke 3 Terkait Ganti Kerugian ke PN Jaksel
Berita Terkini
Seskab Teddy dan Menteri...
Seskab Teddy dan Menteri Ara Sirait Bahas Target Bedah 400.000 Rumah
APH Didorong Usut Tuntas...
APH Didorong Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus
Sekjen PKS: Pemilih...
Sekjen PKS: Pemilih Muda Jadi Kunci, Kader Harus Siap Menangkan Pemilu 2029
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
DPR Minta KPK Transparan...
DPR Minta KPK Transparan Usut Kasus Dugaan Gratifikasi Menhut
Pengamat Respons Pernyataan...
Pengamat Respons Pernyataan Hotman Paris: Penetapan Tersangka Tak Perlu Izin ke Presiden
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved