Keputusan Prabowo Rehabilitasi Profesional yang Berintegritas Sudah Tepat

Rabu, 26 November 2025 - 20:56 WIB
loading...
Keputusan Prabowo Rehabilitasi...
Tri Wibowo Santoso - Direktur Lingkar Study Data dan Informasi. Foto: Dok Pribadi
A A A
Tri Wibowo Santoso
Direktur Lingkar Study Data dan Informasi

Ada satu hal yang belakangan ini jarang dimiliki para pemimpin: kepekaan membaca ketidakberesan hukum tanpa harus menunggu gaduh politik. Prabowo Subianto menunjukkan itu ketika ia memutuskan memberikan rehabilitasi kepada Ira Puspadewi dan dua eks-direksi ASDP lainnya. Keputusan ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas; ini koreksi negara terhadap proses yang dinilai tidak proporsional. Dan ya, langkah ini terasa seperti angin yang selama ini mandek di ruang hukum Indonesia: keadilan yang bekerja tanpa teriak-teriak.

Kasus Ira bukan cerita tentang pejabat tamak yang menggerogoti BUMN. Hakim sendiri menyatakan tidak ada keuntungan pribadi, tidak ada aliran uang yang disembunyikan, tidak ada pola enrichment yang biasanya jadi standar korupsi. Yang ada justru profesional yang mendorong ASDP naik kelas—mencetak laba tertinggi sepanjang sejarah dan membawa tata kelola lebih rapi. Tapi pada titik tertentu, proses hukum sering membentuk narasinya sendiri. Fakta terseret opini, dan logika tenggelam oleh persepsi. Di sinilah negara semestinya hadir, bukan untuk menyelamatkan kawan, tapi untuk meluruskan tafsir.

Rehabilitasi dari Presiden Prabowo masuk pada ruang itu: ruang koreksi. Ruang di mana negara mengakui bahwa proses hukum bisa meleset, atau setidaknya menghasilkan ketimpangan yang merugikan seseorang yang integritasnya tak terbukti cacat. Dan Prabowo memilih tidak membiarkan kesalahan itu menjadi catatan permanen bagi seorang profesional yang selama ini justru memberi nilai tambah pada institusi yang ia pimpin.

Langkah ini bukan insiden tunggal. Sebelumnya, Prabowo juga memberi abolisi kepada Thomas Lembong—figur bersih, teknokrat kelas berat, dan bukan orang yang bermain politik murahan. Polanya makin jelas: presiden membaca bahwa ekosistem hukum harus dibersihkan dari residu kriminalisasi profesional. Negara tidak boleh memotong karier orang-orang yang seharusnya menyokong pembangunan hanya karena tafsir birokrasi yang keliru atau tarik-menarik kepentingan.

Dalam studi administrasi modern, perlindungan terhadap teknokrat bersih adalah ciri negara yang ingin stabil. Thailand era Bhumibol melakukannya. Singapura era Lee Kuan Yew menjadikannya fondasi meritokrasi. Jepang era Meiji membuka pintu modernisasi lewat para profesional yang sebelumnya tersisih. Skandinavia sejak lama mempraktikkan rehabilitasi moral bagi pejabat yang dijatuhi stigma tidak tepat. Indonesia jarang mengambil rute itu. Kali ini, Prabowo mengambilnya.

Dan itu penting. Bukan demi Ira semata, tapi demi pesan kepada seluruh birokrasi: kamu akan dilindungi kalau kamu bekerja benar. Kamu tidak akan jadi tumbal politik kalau kamu menjaga integritas. Ini pesan sederhana, tapi efeknya bisa panjang. Tanpa atmosfer seperti ini, orang-orang kompeten memilih menjauh dari pemerintahan karena takut terseret perkara yang tidak lahir dari niat jahat, tetapi dari dinamika institusi yang rumit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Hasil Survei: Publik...
Hasil Survei: Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran, Dukung Program MBG dan KDKMP
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Poltracking Temukan...
Poltracking Temukan PDIP Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Mensesneg Beri Sinyal...
Mensesneg Beri Sinyal Said Iqbal Masuk Kabinet Merah Putih, Jabat Apa?
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Rekomendasi
Fundamental Solid, Perbanas...
Fundamental Solid, Perbanas Tegaskan Kesiapan Perbankan Dukung Ekonomi RI
5 Artis Indonesia yang...
5 Artis Indonesia yang Bermasalah Soal Hak Asuh Anak usai Bercerai
Politeknik STIA LAN...
Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar ICoGPASS, Konferensi Internasional untuk Entaskan Kemiskinan
Berita Terkini
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved