Akselerasi Pertumbuhan dalam Ekonomi Nasional

Senin, 17 November 2025 - 07:00 WIB
loading...
Akselerasi Pertumbuhan...
Candra Fajri Ananda, Wakil Ketua Badan Supervisi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Foto/Dok.SindoNews
A A A
Candra Fajri Ananda

Wakil Ketua Badan Supervisi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

KONDISI makroekonomi Indonesia saat ini berada dalam fase yang tidak sepenuhnya mudah. Secara agregat, stabilitas masih terjaga, namun terdapat kerentanan yang signifikan baik dari faktor luar negeri maupun dinamika domestik. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2025 yang berada di kisaran 5,12% (yoy) menunjukkan resiliensi, tetapi sejumlah lembaga internasional, termasuk Bank Dunia, memperkirakan pertumbuhan tahun 2025 hanya sekitar 4,8%, lebih rendah dari target pemerintah.

Artinya, proyeksi ini menegaskan perlunya kebijakan yang lebih adaptif untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mengantisipasi tekanan yang terus meningkat.

Pada sisi eksternal, ketidakpastian global masih menjadi sumber risiko utama bagi perekonomian Indonesia. Pemulihan ekonomi dunia yang relatif lambat, dengan estimasi pertumbuhan sekitar 3,0% pada 2025 menurut Bank Indonesia, menandakan potensi pelemahan permintaan dari negara mitra dagang. Situasi semakin diperberat oleh peningkatan tensi perdagangan global, termasuk kebijakan tarif sepihak yang diterapkan Amerika Serikat terhadap berbagai produk impor.

Kebijakan ini berpotensi mengganggu arus perdagangan, memicu volatilitas nilai tukar, dan menekan performa ekspor Indonesia, meskipun defisit transaksi berjalan diproyeksikan tetap terkendali pada kisaran 0,5-1,3% terhadap PDB.

Di dalam negeri, sejumlah indikator menggambarkan bahwa permintaan domestik belum mengalami perbaikan yang signifikan.

Pertumbuhan kredit perbankan yang hanya mencapai sekitar 7,56% (yoy) pada Agustus 2025 menunjukkan bahwa pelaku usaha masih berhati-hati dalam melakukan ekspansi. Hal ini diperkuat dengan melemahnya keyakinan konsumen serta meningkatnya jumlah pemutusan hubungan kerja pada paruh pertama 2025, yang memberi tekanan pada daya beli rumah tangga. Kondisi ini membuat konsumsi rumah tangga, yang merupakan komponen terbesar dalam PDB, belum mampu menjadi motor utama pemulihan ekonomi.

Dinamika dan Respons Kebijakan


Kini, kala dinamika ekonomi yang masih dibayangi ketidakpastian, pemerintah berupaya mempertahankan momentum pertumbuhan melalui berbagai instrumen kebijakan yang bersifat kontraktif maupun ekspansif. Tantangan global, seperti perlambatan ekonomi dunia dan tekanan perdagangan internasional, menuntut respons kebijakan yang lebih adaptif serta berfokus pada penguatan permintaan domestik.

Di sisi lain, kondisi internal yang ditandai oleh konsumsi rumah tangga yang belum sepenuhnya pulih dan investasi swasta yang cenderung berhati-hati memperkuat urgensi perlunya intervensi fiskal yang lebih terarah.

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, kebijakan fiskal yang diterapkan pemerintah saat ini menunjukkan pendekatan yang sangat ekspansif melalui peningkatan signifikan pada belanja negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Optimisme Baru Ekonomi:...
Optimisme Baru Ekonomi: Laba Sejumlah BUMN Tumbuh Signifikan
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Rekomendasi
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
Berita Terkini
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Pesan Prabowo untuk...
Pesan Prabowo untuk Aparat Negara: Benahi Diri, Rakyat Tidak Ingin Ada Korupsi
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Ucapkan 6 Pernyataan sebelum Resmi Mundur dari Jabatan
Profil Febrie Adriansyah,...
Profil Febrie Adriansyah, Jampidsus Kejagung yang Mundur Sering Ungkap Kasus Kakap
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur di Tengah Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
Breaking News: Jampidsus...
Breaking News: Jampidsus Febrie Adriansyah Mengundurkan Diri
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved