Akselerasi Pertumbuhan dalam Ekonomi Nasional

Senin, 17 November 2025 - 07:00 WIB
loading...
A A A
Pemerintah mengalokasikan anggaran besar bagi sejumlah program prioritas, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pagu Rp71 triliun pada 2025 dan rencana peningkatan hingga Rp335 triliun pada 2026. Realisasi MBG hingga 8 September 2025 mencapai Rp13 triliun atau 18,3% dari total pagu tahun berjalan.

Selain itu, Program Sekolah Rakyat telah menyerap Rp788,7 miliar, sementara belanja subsidi dan kompensasi mencapai Rp218 triliun hingga Agustus 2025. Besarnya alokasi anggaran tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan melalui penguatan sektor pendidikan, jaring pengaman sosial, serta subsidi energi sebagai instrumen stabilisasi.

Ironisnya, berbagai program unggulan yang telah dijalankan belum sepenuhnya menghasilkan dampak pengganda yang kuat terhadap sektor ekonomi lainnya. Belanja besar pada MBG, misalnya, belum mampu mendorong pertumbuhan yang berarti pada sektor manufaktur, logistik, maupun jasa penunjang di luar penerima manfaat langsung.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), yang dirancang untuk memperkuat ekonomi desa melalui pembentukan puluhan ribu koperasi, juga menghadapi kendala dalam memperluas pengaruhnya pada rantai nilai lokal. Mekanisme pendanaan hingga Rp3 miliar per koperasi serta penggunaan maksimal 30% dana desa sebagai jaminan menimbulkan pertanyaan mengenai keberlanjutan dan keterhubungan program tersebut dalam menciptakan pertumbuhan lintas sektor yang lebih komprehensif.

Selaras dengan belum optimalnya transmisi berbagai program pemerintah tersebut, data BPS mencatat bahwa capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 berada di angka 5,04% (yoy), menunjukkan dinamika yang perlu dicermati lebih serius. Kinerja tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 5,12%, dan masih berada di bawah target tahunan 5,2%.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa aktivitas ekonomi belum memberikan respons sekuat yang diharapkan terhadap program-program prioritas pemerintah, termasuk program andalan Presiden yang dirancang sebagai motor utama percepatan pertumbuhan.

Di samping itu, indikator sektoral juga menunjukkan bahwa dampak kebijakan belum terdistribusi secara merata. Konsumsi rumah tangga, yang menyumbang lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB), hanya tumbuh 4,89% (yoy) pada periode tersebut.

Sementara itu, realisasi investasi (PMTB) mencatat pertumbuhan 5,04%, lebih rendah dibandingkan 6,99% pada kuartal II 2025. Perkembangan ini mengindikasikan bahwa stimulus fiskal dan berbagai intervensi pemerintah belum berhasil memperkuat kepercayaan pelaku usaha maupun mengakselerasi belanja konsumsi masyarakat secara signifikan.

Kinerja ekonomi saat ini mencerminkan bahwa sebagian besar program unggulan pemerintah, termasuk yang diarahkan untuk memperkuat daya beli dan memperluas kegiatan produktif, masih menghadapi kendala transmisi ke sektor riil.

Aliran belanja yang cukup besar belum mampu menciptakan efek pengganda yang kuat pada sektor-sektor pendukung seperti manufaktur, perdagangan, dan jasa. Ketidakmerataan pertumbuhan antar-sektor tersebut menjadi sinyal perlunya evaluasi lebih serius terhadap desain program, mekanisme implementasi, serta efektivitas penyaluran anggaran agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dalam struktur ekonomi nasional.

Arah Strategis Kebijakan


Pemerintah perlu melakukan penyisiran kembali terhadap berbagai bottleneck dan akar permasalahan yang menyebabkan sejumlah program prioritas belum berjalan sebagaimana yang diharapkan. Hambatan tersebut tidak hanya bersumber dari aspek teknis pelaksanaan, tetapi juga berkaitan erat dengan kesiapan kelembagaan, kapasitas penyelenggara, serta kualitas tata kelola yang diterapkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Optimisme Baru Ekonomi:...
Optimisme Baru Ekonomi: Laba Sejumlah BUMN Tumbuh Signifikan
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Rekomendasi
Pelatih Spanyol Pilih...
Pelatih Spanyol Pilih Hati-hati Tanggapi Kontroversi Wasit Piala Dunia 2026
Keistimewaan Muharram,...
Keistimewaan Muharram, Dijuluki Sebagai Bulannya Allah
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
Berita Terkini
Dekopin Tegaskan Komitmen...
Dekopin Tegaskan Komitmen Modernisasi Koperasi melalui Estafet Generasi Muda
Sugiono Bertemu Menlu...
Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Pesan Prabowo untuk...
Pesan Prabowo untuk Aparat Negara: Benahi Diri, Rakyat Tidak Ingin Ada Korupsi
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Ucapkan 6 Pernyataan sebelum Resmi Mundur dari Jabatan
Profil Febrie Adriansyah,...
Profil Febrie Adriansyah, Jampidsus Kejagung yang Mundur Sering Ungkap Kasus Kakap
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved