Redenominasi Rupiah: Perlukah Sekarang?
Selasa, 11 November 2025 - 23:10 WIB
loading...
A
A
A
Perkuat stok pecahan kecil & e-money. Pemerintah memaastikan ketersediaan koin/pecahan mikro dan optimalkan micropayments nontunai agar harga dapat berakhir “,90” tanpa inflasi pembulatan. Kolaborasi BI–perbankan–fintech menentukan.
Redenominasi bukan tongkat magis yang dapat memperkuat rupiah seketika—kebijakan ini adalah operasi kebahasaan atas angka saja yang bila dikerjakan dengan rapi, menghasilkan efisiensi dan kejelasan; namun bila serampangan dan miskomunikasi menambah kebingungan dan potensi inflasi mikro.
Di bawah Menkeu Purbaya, momentum politik memang ada; namun tetap saja integritas teknis, disiplin komunikasi, dan kesiapan sistem adalah penentu utama. Pemerintah telah memberi sinyal melalui Renstra Kemenkeu dan rencana RUU; dunia usaha menunggu peta jalan yang lebih konkret dengan tenggat yang kredibel.
Rekomendasi praktisnya sederhana, spesifik tapi jelas: tetapkan gate makro yang terukur, uji lapangan lewat pilot, lindungi konsumen dan UMKM, sinkronkan sistem pembayaran–akuntansi–perpajakan, serta jalankan kampanye nasion¬al yang menekankan satu kalimat kunci: nilai riil tidak berubah, hanya satuannya yang disederhanakan.
Bila syarat-syarat itu dipenuhi, redenominasi dapat menjadi higiene kelembagaan yang merapikan cara kita menulis harga, menghitung transaksi, dan membaca ekonomi—sebuah investasi reputasi yang layak untuk dekade pertumbuhan berikutnya.
Redenominasi bukan tongkat magis yang dapat memperkuat rupiah seketika—kebijakan ini adalah operasi kebahasaan atas angka saja yang bila dikerjakan dengan rapi, menghasilkan efisiensi dan kejelasan; namun bila serampangan dan miskomunikasi menambah kebingungan dan potensi inflasi mikro.
Di bawah Menkeu Purbaya, momentum politik memang ada; namun tetap saja integritas teknis, disiplin komunikasi, dan kesiapan sistem adalah penentu utama. Pemerintah telah memberi sinyal melalui Renstra Kemenkeu dan rencana RUU; dunia usaha menunggu peta jalan yang lebih konkret dengan tenggat yang kredibel.
Rekomendasi praktisnya sederhana, spesifik tapi jelas: tetapkan gate makro yang terukur, uji lapangan lewat pilot, lindungi konsumen dan UMKM, sinkronkan sistem pembayaran–akuntansi–perpajakan, serta jalankan kampanye nasion¬al yang menekankan satu kalimat kunci: nilai riil tidak berubah, hanya satuannya yang disederhanakan.
Bila syarat-syarat itu dipenuhi, redenominasi dapat menjadi higiene kelembagaan yang merapikan cara kita menulis harga, menghitung transaksi, dan membaca ekonomi—sebuah investasi reputasi yang layak untuk dekade pertumbuhan berikutnya.
(shf)