Buka World Peace Forum, Ibas Ungkap Peran Indonesia sebagai Jembatan Peradaban Dunia
Selasa, 11 November 2025 - 09:06 WIB
loading...
A
A
A
“Kami tidak mengklaim punya semua jawaban, tapi kami berkomitmen untuk terus belajar, berbagi, dan berjalan bersama komunitas global menuju perdamaian dan saling pengertian,” tutur Ibas.
Dalam pidatonya, Ibas juga menyinggung pentingnya penguatan Wasatiyyat Islam atau Islam yang moderat, adil, dan penuh kasih sayang sebagai agenda global. Ibas menyampaikan, Indonesia telah membahas hal ini dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal OKI di Jeddah pada Desember 2024.
Baca juga: Hadiri Wayang Semalam Suntuk di Pacitan, Ibas: Merawat Budaya, Menguatkan Persatuan
“Dunia membutuhkan Islam yang membawa kedamaian, bukan ketakutan. Islam yang menumbuhkan harapan, bukan perpecahan,” tegasnya.
Ibas juga menceritakan pengalamannya menjadi pembicara utama dalam China Economic and Social Forum 2025 di Xi’an, yang dihadiri oleh 120 delegasi dari 24 negara. Dalam forum tersebut, Ibas membagikan pengalaman Indonesia dalam membangun harmoni antara Islam, budaya Tionghoa-Indonesia, dan nilai-nilai Pancasila.
“Peradaban tidak tumbuh dalam kesendirian. Ia berkembang melalui pertukaran, kerja sama, dan pembelajaran bersama,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Ibas juga menyinggung pentingnya penguatan Wasatiyyat Islam atau Islam yang moderat, adil, dan penuh kasih sayang sebagai agenda global. Ibas menyampaikan, Indonesia telah membahas hal ini dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal OKI di Jeddah pada Desember 2024.
Baca juga: Hadiri Wayang Semalam Suntuk di Pacitan, Ibas: Merawat Budaya, Menguatkan Persatuan
“Dunia membutuhkan Islam yang membawa kedamaian, bukan ketakutan. Islam yang menumbuhkan harapan, bukan perpecahan,” tegasnya.
Ibas juga menceritakan pengalamannya menjadi pembicara utama dalam China Economic and Social Forum 2025 di Xi’an, yang dihadiri oleh 120 delegasi dari 24 negara. Dalam forum tersebut, Ibas membagikan pengalaman Indonesia dalam membangun harmoni antara Islam, budaya Tionghoa-Indonesia, dan nilai-nilai Pancasila.
“Peradaban tidak tumbuh dalam kesendirian. Ia berkembang melalui pertukaran, kerja sama, dan pembelajaran bersama,” ujarnya.
Lihat Juga :