Jaga Kelestarian Lingkungan, Tata Kelola Air Penting bagi Industri Tambang
Sabtu, 08 November 2025 - 22:52 WIB
loading...
A
A
A
Sonny menilai sejumlah perusahaan besar di Obi telah melakukan perbaikan, termasuk pembangunan kolam pengendapan skala besar. Harita Nickel, salah satu pemain besar di Obi, menurut Sonny sudah melakukan banyak perbaikan. Kolam pengendapan sedimen berkapasitas besar dibangun untuk menampung air limpasan dari tambang maupun kawasan industri. "Perubahan dari 2019 hingga 2025 sudah cukup signifikan," ujarnya.
Bagi Sonny, menjaga air di tengah aktivitas tambang bukan tugas perusahaan semata. Ia menyebut kolaborasi empat pihak: pemerintah, perusahaan, akademisi, dan masyarakat.
"Pemerintah harus menetapkan regulasi jelas dan menegakkan kepatuhan. Perusahaan wajib membangun infrastruktur pengolahan. Akademisi memberi dasar ilmiah dan teknologi. Dan masyarakat, mereka perlu dilibatkan sejak awal, bukan setelah masalah muncul," katanya.
"Model co-management berbasis daerah aliran sungai bisa menjadi pilihan. Keterlibatan sejak awal lebih efektif dibandingkan penanganan setelah masalah terjadi," ujarnya.
Ia menambahkan, regulasi nasional sebenarnya sudah cukup lengkap, mulai dari AMDAL hingga standar kualitas air. Tantangan terbesar adalah konsistensi penerapan serta pengawasan di lapangan. "Harapan saya, semua pihak bergerak dari reaktif menjadi preventif. Tambang harus dikelola dengan mempertimbangkan ekosistem dan air, bukan hanya produksi," kata Sonny.
Bagi Sonny, menjaga air di tengah aktivitas tambang bukan tugas perusahaan semata. Ia menyebut kolaborasi empat pihak: pemerintah, perusahaan, akademisi, dan masyarakat.
"Pemerintah harus menetapkan regulasi jelas dan menegakkan kepatuhan. Perusahaan wajib membangun infrastruktur pengolahan. Akademisi memberi dasar ilmiah dan teknologi. Dan masyarakat, mereka perlu dilibatkan sejak awal, bukan setelah masalah muncul," katanya.
"Model co-management berbasis daerah aliran sungai bisa menjadi pilihan. Keterlibatan sejak awal lebih efektif dibandingkan penanganan setelah masalah terjadi," ujarnya.
Ia menambahkan, regulasi nasional sebenarnya sudah cukup lengkap, mulai dari AMDAL hingga standar kualitas air. Tantangan terbesar adalah konsistensi penerapan serta pengawasan di lapangan. "Harapan saya, semua pihak bergerak dari reaktif menjadi preventif. Tambang harus dikelola dengan mempertimbangkan ekosistem dan air, bukan hanya produksi," kata Sonny.
(abd)
Lihat Juga :