Pendidikan Berkualitas: Janji SDGs yang Masih Tertinggal di Indonesia  

Sabtu, 08 November 2025 - 18:16 WIB
loading...
A A A
Selain akses geografis, inkonsistensi kebijakan kurikulum menambah masalah. Dalam dekade terakhir Indonesia sudah berganti beberapa kurikulum besar, misalnya Kurikulum 2006 (KTSP), Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat selama pandemi, hingga Kurikulum Merdeka yang baru diterapkan tanpa penyesuaian yang menyeluruh. Pergantian kebijakan setiap kali berganti menteri membuat guru dan sekolah kesulitan beradaptasi.

Bahkan, berdasarkan laporan resmi pemerintah, seringnya perubahan kurikulum karena pergantian kebijakan menteri membuat daerah terpencil sulit mengikuti inovasi pendidikan baru. Kondisi ini ironis karena pendidikan seharusnya memberi kepastian kualitas dan jalur pembelajaran yang konsisten. Akhirnya, yang terjadi justru murid dan guru terus-menerus “dibolak-balik” aturan kurikulum, sehingga pencapaian belajar menjadi tidak optimal.

Sistem Zonasi Indonesia dengan Jepang

Beberapa tahun terakhir, pemerintah menerapkan sistem zonasi PPDB untuk meratakan akses sekolah. Kebijakan ini terinspirasi dari sistem pendidikan di Jepang, negara yang dikenal memiliki sistem pendidikan unggul, meski implementasinya tidak sama. Jepang hanya menerapkan zonasi untuk SD dan SMP, sedangkan masuk SMA tetap berbasis prestasi peserta didik.

Selain itu, fasilitas dan kualitas guru antar sekolah di Jepang relatif sama dan merata, sehingga meski zonasi berjalan, kualitas pendidikan tetap setara. Hasilnya, prestasi murid di Jepang jauh mengungguli Indonesia. Misalnya di Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 yang merupakan salah satu evaluasi sistem pendidikan di dunia yang diselenggarakan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) setiap 3 tahun sekali, skor matematika siswa Jepang mencapai 536 (peringkat ke-5 dunia), sedangkan Indonesia hanya 388 (peringkat ke-69).

Hal tersebut terjadi karena di Indonesia sistem zonasi belum diikuti pemerataan mutu yang memadai. Banyak kritik menyebut zonasi justru gagal memenuhi harapan awal, karena kualitas sekolah favorit masih jauh di atas sekolah biasa. Anggota DPR Abdul Fikri Faqih bahkan menyatakan, setelah 7 tahun zonasi terus menimbulkan masalah berulang dan belum mampu menghapus “sekolah favorit”.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Pemerintah Bangun Ekosistem...
Pemerintah Bangun Ekosistem Pendidikan Berkualitas lewat Revitalisasi Sekolah
MPLS Ramah dan Gernas...
MPLS Ramah dan Gernas Rana: Memulai Pendidikan dengan Rasa Aman, Bukan Rasa Takut
Tindak Lanjut Perpres...
Tindak Lanjut Perpres 111/2025, Kemenag Siapkan Materi Pendidikan Cegah Penyebaran LGBTQ
Sekolah Garuda, Asa...
Sekolah Garuda, Asa bagi Anak Cerdas Kurang Mampu Raih Masa Depan
Sambut Harlah ke-28,...
Sambut Harlah ke-28, PKB Fasilitasi Beasiswa Jejak Nusantara untuk Siswa Arus Kualan
Exabytes dan Universitas...
Exabytes dan Universitas Ciputra Surabaya Perkuat Kontribusi Dunia Pendidikan
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Cetak Generasi Berkarakter,...
Cetak Generasi Berkarakter, PHG Dirikan Sekolah Dian Harapan di Bandung
Rekomendasi
Perkuat Ketahanan Bencana,...
Perkuat Ketahanan Bencana, Pertagas OEJA Gelar Kencana Si Udin di Gresik
Terungkap! Alasan Pemain...
Terungkap! Alasan Pemain Argentina Membelakangi Perayaan Spanyol di Piala Dunia 2026
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Jatuh ke 6.185 di Tengah Mundurnya Bos BI
Berita Terkini
Kejagung Periksa 9 Saksi...
Kejagung Periksa 9 Saksi di Kasus Dugaan TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Resmikan Monumen Kudatuli,...
Resmikan Monumen Kudatuli, Megawati: Menggambarkan Kesabaran Revolusioner
Lantik 734 Perwira Prajurit...
Lantik 734 Perwira Prajurit Karier, Panglima TNI Tekankan Adaptasi Teknologi
Ancaman Radikalisme...
Ancaman Radikalisme Digital Meningkat, Pemda Diminta Jadi Garda Terdepan
30 Tahun Kudatuli, Megawati...
30 Tahun Kudatuli, Megawati Resmikan Monumen dan Sampaikan Pesan Tegas: Jangan Terjadi Lagi!
Musyawarah III Majelis...
Musyawarah III Majelis Syura PKS Hasilkan Empat Putusan Strategis
Infografis
10 Pemain Tercepat di...
10 Pemain Tercepat di Piala Dunia 2026: Mbappe Kalahkan Haaland
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved